Catatan Sang Pendekar

Catatan Sang Pendekar
- Sisi Gelap Kekaisaran(6).


__ADS_3

"Sungguh berita yang sangat menarik untuk didengar."


Wan Feng kemudian tertawa terbahak-bahak namun selang beberapa detik dirinya tiba-tiba melirik pria sepuh di bawahnya.


"Aku benarkan, Pak Tua?"


Pria itu diam tidak menjawab. Dia juga tidak menunjukkan ekspresi apapun di wajahnya.


Pria itu masih tetap diam walaupun menjadi bangku di sana. Dia adalah Wan Kai.


Wan Feng sekarang sedang menduduki Ayahnya sendiri dan tertawa sangat kencang di aula kekaisaran.


"Eh, tunggu. Lalu bagaimana dengan Fu Juese ini?"


Ketiga-tiganya pun tersenyum lebar dan menggelengkan kepalanya.


"Sama sekali tidak ada harapan."


"Apalagi dia, dia hanya seorang yang baru belajar bela diri, hal itu terlihat jelas saat aku melihat gerakannya."


"Menurutku dia tidak berguna, mungkin dirinya berperan sebagai sosok yang cerdas di dalam kelompok itu."


"Jiah! HAHAHAH!"


Tian Jian kembali tertawa sampai sebutir air keluar dari sebelah matanya.


"Tunggu aku, Zixia. Setelah semua orang kalah di dalam turnamen melawanku kau hanya akan menjadi milikku seorang!!!"


Wan Feng sebenarnya tidak mungkin dapat menjadi pangeran mahkota seperti sekarang ini dengan tenaganya sendiri, semuanya dapat terjadi berkat bantuan dari Sekte Mastering Hewan Buas.


Kelompok penjahat atau yang terkenal bandit di seluruh kekaisaran-kekaisaran yang lain itu sebenarnya bermarkas di dekat kekaisaran Jang Lu.

__ADS_1


Tepatnya diantara bukit-bukit yang mengelilingi kekaisaran Jiang Lu.


Orang-orang dari sekte itu rata-rata menggunakan topeng binatang tapi bagi mereka yang tidak mengenakannya.


Bisa dipastikan mereka adalah petinggi dan orang-orang kuat dari sekte, seperti tiga orang pengawal Wan Feng yang sekarang.


Wan Feng secara tidak disengaja bertemu dengan komplotan penjahat terkenal tersebut. Sekte Mastering Hewan kemudian menawarkan diri untuk memberikan bantuan.


Tapi tidak secara gratis, mereka mengharapkan beberapa imbalan dari kekaisaran dalam jumlah banyak.


Pertama adalah uang, yang kedua sumber daya untuk meditasi mereka, lalu yang ketiga adalah tempat berlindung sebagai markas mereka.


Mereka tidak ingin diganggu di markasnya yang baru itu. Begitulah keinginan mereka.


Lalu Wan Feng pun menyetujui semua itu dengan begitu mudahnta. Lalu hanya dengan mengirimkan tiga orang saja dari sekte mereka.


Mereka dapat mengambil alih kerajaan dan membunuh Wan Kai di tempat tanpa seorang pun menyadari.


Tidak ada satu pun yang tersisa sekarang di kerajaan Wan.


Namun kekaisaran Jang Lu masih lah tempat yang berbahaya dan tidak dapat diremehkan. Dengan jumlah pendekar hebat mereka dan kemampuan para pendekar di dalam kekaisaran.


Jika mereka mengetahui nasib yang menimpa rajanya maka perang habis-habisan melawan Sekte Mastering Hewan Buas akan terjadi.


Lalu Sekte Mastering Hewan Buas pun akan menerima kerugian yang luar biasa dari semua amukan pendekar itu.


Jadi dengan berbagai keputusan yang matang, mereka kemudian menjadikan mayat Wan Kai sebagai boneka yang bisa mereka kendalikan dengan kemampuan salah satu dari para pengawal itu.


"Yah. Aku sudah tidak sabar lagi menantikan tujuh hari lagi."


Seringai lebar Wan Feng terlihat sangat jelas walau di kegelapan.

__ADS_1


"Hei, apakah kalian berpikiran hal yang sama denganku?"


"Apa itu?"


"Um... itu..., jika pria mencurigakan itu sebenarnya melakukan gerakan yang seperti itu karena baru saja disunat?"


"Tidak mungkin...."


"Tapi tunggu dulu, kau ada benarnya, dia juga masih kanak-kanak."


Para pelayan sekali lagi berkumpul dan mulai bergosip di halaman belakang. Mereka melihat Fu Juese yang terus bersikap aneh dan mencurigakan setiap harinya. Tapi baru kali ini sepertinya mereka mulai memikirkan penyebab Fu Juese melakukan hal seperti itu.


Sayang tidak ada seorangpun yang menyadari jima Fu Juese sedang berlatih di halaman bahkan bagu tiga pengawal pribadi Wan Feng yang ikut mengawasi dari sisi sebelah.


Mereka pun ikut terkecoh seperti para dayang dan kasim yang lain.


"Ck! Sampah! Sudah kuduga dia hanya orang bodoh biasa."


"Kau benar."


"Baiklah, kalau begitu kita tidak perlu lagi mengawasinya."


Ketiganya kemudian cabut dari halaman belakang.


Sebenarnya alasan mereka melakukan pengawasan sekali lagi pada Fu Juese hanya untuk mengetahui apakah Fu Juese sesungguhnya hanya berpura-pura atau tidak.


Tapi semua orang yang melihatnya pasti akan sepakat jika hal itu hanya akan membuang-buang waktu mereka.


Tidak perlu memakan waktu yang banyak untuk mengetahui apakah Fu Juese sedang berpura-pura.


"Benar dia hanyalah orang bodoh."

__ADS_1


Umpat pemimpin dari ketiga pengawal itu.


__ADS_2