
Untuk semua orang yang melihat Fu Juese kembali dengan selamat dan tanpa mendapatkan sebuah luka di tubuhnya mereka hanya bisa mengernyitkan keningnya. Bahkan ibunya sendiri Gu Lang juga ikut bertanya bagaimana bisa Fu Juese melakukannya di sana.
'Apa yang dilakukannya sebenarnya.'
'Bagaimana bisa Fu Juese keluar dari sana.'
'Anak ini menyimpan sesuatu, aku yakin itu.'
Fu Juese yang melihat tatapan tidak percaya dari semua orang kemudian berdehem untuk membuat mereka sadar.
Saat ini mereka masih berada di wilayah musuh. Tidak aman jika mereka masih terus berada di sini. Masih ada banyak musuh di sekitar mereka.
Kereta kuda pun mulai bergerak dan melaju kembali ke kaisaran.
Dalam perjalanannya tentu tidak semulus sebelum mereka datang ke ibukota.
Mereka diburu habis-habisan dan terus dikejar sampai akhirnya kereta kuda yang mereka naiki melewati wilayah perbatasan. Frekuensi pengejaran musuh mulai berkurang setelahnya.
Fu Juese dan semua orang terus bertarung walaupun di dalam kereta kuda.
Untungnya kereta kuda yang mereka kendarai saat ini adalah kereta kuda biasa dan digunakan untuk berdagang para penduduk setiap harinya, sehingga kereta kuda ini tidak terlalu mencolok dan mereka pun hanya dikejar satu sampai lima kelompok saja sejauh ini.
Sampai beberapa saat kemudian setelah mereka melewati perbatasan. Mereka yang berpikiran bahwa semuanya telah selesai dikejutkan oleh suara ringikan kuda perang di belakangnya.
Ada satu kereta kuda yang sangat cepat.
Di depannya berdiri seorang pria dengan membawa pedang besar di punggungnya.
__ADS_1
Darah terlihat terus menerus menetes dan berceceran ke udara dan tanah setiap kali dia berjalan.
Orang itu adalah Juan Chang.
Semua orang di dalam kereta yang melihatnya ikut terkejut.
Fu Juese juga sama tidak mempercayainya juga.
Orang itu sangat gigih sekali mengejarnya bahkan sampai terbalut dengan darah.
"Orang itu ingin berurusan denganku, kita tidak dapat pergi jika terus begini."
"Lalu apa yang akan kita lakukan?"
"Aku yang akan menghadapinya."
Tidak mungkin Fu Juese mampu menghadapi orang tersebut dalam pertarungan satu lawan satu.
"Dia adalah musuhku dan sepertinya pria itu juga entah kenapa tertarik padaku."
Juan Chang terus melotot ke arah Fu Juese padahal banyak orang lainnya juga berada di kereta.
Dia seakan tidak mempedulikan yang lainnya dan seperti mengajak berduel dengan Fu Juese seorang.
Kereta kuda pun berhenti dan Fu Juese melompat menghampiri musuhnya.
Juan Chang juga melakukan hal yang sama. Dia melompat dari kereta kudanya dan menghampiri musuhnya.
__ADS_1
"Tidak pernah kusangka hanya dalam waktu dua hari saja dan dirimu mampu menembus dua kelas."
Fu Juese mengabaikan salam dari musuhnya dan mulai menarik pedangnya, warna matanya juga berubah menjadi gelap seketika di sana.
"Kau... ada berapa teknik yang kau sembunyikan?"
"Aku memiliki dua inti iblis."
"Kau memiliki dua inti iblis? Jadi begitu..."
Pertarungan satu lawan satu antara keduanya pun dimulai.
Benturan pedang besar dari Juan Kai dan pedang Fu Juese sampai membuat percikan dan bunyi yang nyaring di udara.
"Sebuah kehormatan dapat melihat pedang pusaka yang melegenda itu di sini."
"Kau tahu pedang ini?"
"Siapa yang tidak mengetahuinya."
Pedang keduanya pun terus bertemu dan saling menggigit satu sama lain.
Fu Juese dibantu dengan bayangan hitamnya berhasil mengimbangi musuhnya.
Keduanya pun saling bertarung sangat lama di sana.
Bahkan para penontonnya ikut hanyut ke dalam pertempuran mereka berdua.
__ADS_1
Semua orang berdecak kagum. Tidak ada yang ingin melewatkan kesempatan melihat pertempuran itu.