
Fu Ning memiliki kondisi tubuh yang spesial tetapi tidak separah yang dialami oleh Kakak dari Yin Zixia.
Malah karena kondisi tubuh yang spesial seperti itu Fu Ning menjadi lebih berbakat dari seniman bela diri lainnya.
Tapi karena Fu Ning sama sekali tidak tertarik menjadi seorang seniman bela diri kuat maka dia lebih memilih untuk belajar menjadi ahli strategi yang pintar saja.
"Ada dua cara untuk mengobatinya."
Yin Zixia kemudian menyimak apa yang selanjutnya akan dikatakan Fu Juese dengan penuh perhatian.
Kakak Yin Zixia memiliki kondisi suhu tubuh yang sangat rendah namun bukan hanya itu saja.
Seolah otaknya ikut membeku, Kakak Yin Zixia juga memiliki mental yang kurang stabil seperti seorang bocah.
Dirinya juga suka berbicara sendiri seperti orang yang gila.
Sering kali dirinya juga ditemukan terbengong di suatu tempat untuk waktu yang sangat lama, di sana dia tidak melakukan apapun dan terus menatap kosong ke udara seperti orang yang bodoh.
Kondisinya sangat menyedihkan sekali, berbeda dengan ingatan Yin Zixia kecil lihat dulu saat dirinya masih berumur lima tahun.
Sekarang dia ingin menyelamatkan Kakaknya itu apapun syaratnya.
"Pertama adalah cara yang termudah dan langsung memiliki efek, pertama kau cukup mencarikan seseorang pasangan untuknya."
Yin Zixia termangu saat mendengarnya.
__ADS_1
Proses seperti itu membutuhkan penyatuan antara dua insan pria dan wanita.
Mereka secara naluri akan berhubungan dan saling memuaskan satu sama lain.
Setelah selesai, maka yang terjadi selanjutnya adalah tubuh Kakak Yin Zixia akan perlahan menjadi lebih baik dan lebih hangat.
Mereka perlu melakukan proses itu secara berkala sampai kesadaraan Kakaknya itu sepenuhnya kembali.
"Lanjut saja, lalu bagaimana dengan cara yang kedua?"
"Cara yang kedua, yaitu... kau hanya perlu mengambil setengah kondisi dari tubuh Kakakmu."
Yin Zixia pun memiringkan kepalanya.
Dia tidak mengerti dengan apa yang barusan diucapkan Fu Juese.
Fu Juese mengambil sesuatu dari balik jubahnya. Itu adalah buku.
Kemudian dia menulis di buku itu sesuatu dan menyobeknya.
Dia memberikan sobekannya kepada Yin Zixia.
Setelah menerima kertas itu Yin Zixia pun membacanya dengan sekilas.
Tiba-tiba Yin Zixia terkejut.
__ADS_1
Dia tidak menyangka jika metode seperti ini akan ada.
"Itu saja, aku akan pergi."
Fu Juese kemudian pamit meninggalkan keduanya di sana.
Yin Zixia telah mendapatkan pelajarannya hari itu, dia telah salah karena menilai seseorang dari luarnya saja.
Orang itu tampak membencinya tetapi dia tidak melakukannya kepada orang yang tidak ada sangkut pautnya meskipun orang itu adalah saudara putri Yin Zixia sendiri.
"Oh. Aku hampir lupa, semoga Kakakmu cepat sembuh."
Bahkan meski terlihat seperti itu Fu Juese rela memberikan bantuannya tanpa meminta apapun
"...Terima kasih."
Yin Zixia menunduk dari balik punggung Fu Juese.
Dia sengaja melakukannya karena tidak ingin aksinya itu sampai diketahui.
Meski begitu Fu Juese tetap adalah orang yang masih dibencinya, namun berbeda dengan level kebenciannya yang sebelumnya.
Level kebencian itu telah berkurang dari yang awalnya 'sangat benci' menjadi 'benci' biasa.
Tian Jian yang melihatnya hanya memejamkan mata.
__ADS_1
Dia Juga salah paham sama seperti majikannya.