Catatan Sang Pendekar

Catatan Sang Pendekar
- Acara Festival Pertunangan(6).


__ADS_3

Mendengar itu semua orang tertawa bukan mainnya.


Orang-orang yang berada di dalam arena bahkan seluruh stadion sekarang sedang menertawakan Fu Juese.


Tian Jian sampai memerah mukanya saat mendengarkan Fu Juese berbicara seperti itu.


"Pfffft. Boleh saja."


Kedua pengawal yang lain dan Wan Feng ikut tertawa.


"Bai Lanfen kenapa tidak kau ladeni saja dirinya?"


"Pangeran benar, Bai Lanfen, kenapa kau malah terlihat berpura-pura takut seperti itu. Sebagai saudaramu aku menjadi malu sendiri melihatnya."


Semua orang tidak tahu, hanya sang pengawal saja yang mengetahuinya. Sedangkan saudaranya sendiri Bai Meilin malah terlihat asik mencemooh kembarannya.


Para penonton juga ikut tertawa. Mereka melihat dari luar penampilan Fu Juese yang terlihat seperti bocah arogan yang sombong.


'Kalian semua tidak tahu, tetapi orang ini barusan, dia bisa bisa menerima pukulanku dengan tangan kosong.'


Hal itu dengan jelas menunjukkan jika kemampuan antara keduanya seimbang atau mungkin Fu Juese yang lebih kuat dari dirinya.


"Bai Lanfen!"


Terdengar suara yang menakutkan dan bergema di stadion.


Dia adalah sosok seorang prajurit yang tinggi dan menakutkan. Dia lah kapten para pengawal yang lain, Juan Chang.


"Ada apa denganmu? Apa kau ingin mempermalukan namaku? Terima tantangannya! Jika tidak aku yang mungkin akan membunuhmu!"


Pertarungan keduanya kemudian dimulai karena paksaan dari semua pihak.

__ADS_1


Baik para penonton maupun pemimpinnya sendiri.


Mata Fu Juese perlahan berubah menjadi dingin dan sangat menakutkan.


"Kau adalah orang yang mengendalikan si mayat benar?"


Tiba-tiba Fu Juese mengatakan hal yang absurd.


"Ka-Ka-Kau... bagaimana bisa..."


Keringat segera mengucur deras keluar dari belakang punggung Bai Lanfen.


Dia merasakan intimidasi yang luar biasa dari seorang pemuda di depannya.


'Jangan bilang jika orang yang melacakku sebelumnya adalah dia?'


Semua orang tersenyum karena sudah tidak sabar lagi menyaksikan pertarungan diantara keduanya. Padahal mereka sebelumnya sudah sudah menduga apa yang akan terjadi dan siapa yang akan keluar sebagai pemenangnya di sana.


Tetapi itu hanya ada di dalam pemikiran mereka saja.


Sekelebat bayangan hitam muncul. Bayangan itu bergerak secara normal seolah seperti air sangat lembut tetapi tidak terlalu lembut juga gerakannya terlihat begitu natural.


Kepala Bai Lanfen terputus seketika dari tubuhnya secara alami dalam satu hembusan napas.


'Tidak mungkin... tidak...'


'Apa ini sungguhan?'


'Apa yang sebenarnya tadi itu?'


Keheningan tercipta di stadion yang dipenuhi ribuan orang.

__ADS_1


Berbagai pertanyaan keluar dari dalam diri mereka satu persatu.


Dalam kekacauan itu setelah membunuh Bai Lanfen Fu Juese terlihat masih terus berjalan dengan santainya di atas arena. Sampai dirinya pun berhenti tepat di depan muka Wan Feng.


Karena dalang yang mengendalikannya telah mati maka wayangnya pun juga akan ikut berhenti.


Secara kebetulan Wan Kai tiba-tiba terjatuh ke bawah sampai di tribun milik penonton.


"Raja?! Bukankah itu paduka raja!"


"Apa yang-- Sebenarnya terjadi di sini...."


"Apakah kita sedang diserang?!"


Semua orang mulai berteriak dan menjadi heboh sendiri.


Belum selesai mereka bertanya-tanya tentang pertarungan antara Fu Juese dengan Bai Lanfen barusan.


Muncul lagi pertanyaan lain yang lebih rumit dan mengancam negara mereka.


"Kalian pasti bertanya..."


Mendengar suara itu semua orang segera berbalik menuju ke arah sumber suara.


Entah sejak kapan tetapi Fu Juese sudah berdiri di belakang Wan Feng.


"Orang ini dan tiga pengawalnya mengetahui hal itu."


"Kau... Kau... tidak tidak... kumohon tolong ampuni aku... bukankah aku tidak memberikanmu masalah, kenapa kau menjadi musuhku?!!"


"Mungkin tidak untuk sekarang tetapi itu nanti. Kau akan menjadi musuh yang sangat merepotkan setelah bergabung dengan Chun Ma."

__ADS_1


"Apa maksudmu... siapa itu Chun Ma? Aku tidak mengerti apa yang--"


Fu Juese dengan cepat menebas kepala tunangan dari Yin Zixia dihadapan semua orang.


__ADS_2