
"Ada apa? Keluarkan teknikmu yang satunya juga."
Juan Chang berhasil memukul mundur Fu Juese ke belakang.
Juan Chang kemudian mengambil langkah lebar dan mengayunkan pedang besarnya itu dengan tenaga maksimalnya.
Tiba-tiba pedangnya itu yang harusnya memenggal leher Fu Juese kemudian malah menembus melewatinya saja.
[ Seni Bayangan Sang Hantu ]
Fu Juese kemudian bergerak dengan kecepatan tinggi dan memberikan serangan balasan pada Juan Chang.
Alhasil bahu Juan Chang terluka karena menerima serangan balasan yang begitu cepat barusan.
"Itu... teknik yang sangat menarik."
Juan Chang mengambil napas panjang dan perlahan menghembuskannya.
Sekali lagi Juan Chang mengambil napas panjang dan tubuhnya tiba-tiba mulai berubah diselimuti oleh kemilau cahaya.
[ Tubuh Suci Kemilau Sang Berlian ]
Seluruh tubuh Juan Chang perlahan berubah. Tubuhnya sekarang sedang diselimuti oleh kristal-kristal berlian yang bercahaya.
Juan Chang kemudian menantang Fu Juese untuk menyerangnya sekali lagi.
"Majulah!"
Pertarungan keduanya pun kembali dimulai dan Fu Juese terlihat mendominasi dengan bayangan hitam dan langkah hantunya.
Sedangkan Juan Chang terlihat kesulitan melawan Fu Juese meskipun telah mengerahkan seluruh tenaganya.
Keduanya saling berteriak dan menjerit mengeluarkan tenaga dalamnya sampai kering.
__ADS_1
Selama itu serangan keduanya tidak ada yang terpengaruh dan terputus.
Keduanya terlihat ngos-ngosan dan mulai kesulitan untuk bergerak.
Pertarungan keduanya pun terlihat memasuki penghujung akhir.
Fu Juese kemudian menarik napas panjang.
Dia memegang pedangnya dengan erat dan mengalirkan bayangan hitam ke pedangnya.
Seketika aura yang menakutkan itu menyebar ke bilah pedangnya sampai ujungnya.
Juan Chang juga bersiap dengan pedangnya.
Dia mengangkatnya dengan sangat tinggi dan membaliknya.
Dia memperlakukan pedangnya sendiri seperti sebuah tombak.
Pedang keduanya pun saling berbenturan sekali lagi.
Tubuh Juan Chang beserta pedangnya tertebas menjadi dua bagian.
"Uaaaaaargh!!!!!"
Sedangkan pedang besar Juan Chang tidak mengenai apapun dan malah membelah batu besar menjadi serpihan terkecil di belakangnya.
Semua orang tidak ada yang berani angkat suara.
Pemenangnya sudah diketahui sekarang.
Fu Juese berjalan setapak demi setapak dan terlihat kehilangan keseimbangan menuju kereta kuda.
Yin Zixia yang melihatnya pun segera berlari menghampirinya bersama dengan Gu Lang di belakangnya.
__ADS_1
Fu Juese kemudian tersandung dengan mendarat ke pelukan Yin Zixia.
Tubuhnya terasa sangat panas dan mulutnya terus mengeluarkan udara.
Gu Lang dan Yin Zixia pun berteriak-teriak karena cemas melihat keadaannya.
Sampai beberapa detik kemudian mereka akhirnya menemukan Fu Juese yang hanya kehilangan kesadarannya.
Keduanya pun tersenyum dan menghela napas lega.
Sekali lagi Fu Juese berhasil membuat keajaiban di sana.
Belum pernah ada seorang Serigala Muda yang mampu mengalahkan Harimau Putih di dunia ini.
Keduanya memiliki perbedaan yang sangat jauh baik itu dalam hal kapasitas tenaga dalam dan fisik.
Perjalanan mereka kemudian berlanjut tanpa ada suara sama sekali di kereta kuda.
Fu Juese tergeletak dipojokkan dengan ditemani Yin Zixia di sampingnya dengan mata sayup-sayup karena kelelahan.
Lalu beberapa hari kemudian berlalu.
Dunia sekali lagi dihebohkan setelah mengetahui kematian Juan Chang.
Kematian Juan Chang tersebar bersamaan dengan berita besar mengenai kekaisaran Jang Lu.
Markas pusat Sekte Mastering Hewan Buas sekarang telah diketahui oleh semua orang.
Seluruh kekaisaran kemudian berbondong-bondong pergi dan memblokade tempat itu.
Mereka menuntut balas dendam dan pertumpahan darah di sana.
Lalu...
__ADS_1
Nama Fu Juese kini bukan hanya terkenal di kekaisarannya saja melainkan seluruh dunia jadi ikut mengetahui kabarnya yang berhasil membunuh salah satu petinggi Sekte Mastering Hewan Buas.
Mereka pun berterima kasih atas jasa Fu Juese.