
"Lancang sekali, seorang pelayan melakukan hal itu. Apa kau menjadi lebih berani setelah ibumu kembali?!"
Fu Juese tetap berjalan melangkah pergi.
Sedangkan, Hai Rong, terlihat sangat kesal sampai mendecakkan lidahnya.
"Kau tidak akan pernah tahu, berapa lama ibumu itu akan hidup. Dan jika dia sudah pergi dari sampingmu, maka Aku pastikan akan memberikan hukuman yang-- Apa kau barusan melotot?! Kau sudah mulai berani akhirnya!!!!!"
Fu Juese berbalik setelah nama ibunya disebut. Amarah merasuki tubuhnya, dia melotot dengan penuh rasa kebencian ke arah Hai Rong.
Dia menyebutkan jika besok ibunya akan mati.
'Bagaimana bisa Hai Rong mengetahui hal itu?'
Fu Juese kemudian mencurigai tentang Hai Rong.
"Sampai kau berani menyentuh ibuku meski sehelai saja, maka Aku akan langsung mencarimu."
Intimidasi Fu Juese begitu menakutkan bahkan Hai Rong sekalipun terlihat gugup dan menelan ludahnya.
Bagaimana cara menjelaskan fenomena itu, Fu Juese bisa menekan seekor harimau padahal dia sendiri hanyalah seekor kijang pemakan rumput biasa. Lalu, darimana keberanian seperti itu berasal?
Fu Juese, bahkan tahu seberapa kuat Hai Rong sebenarnya. Setelah beberapa detik berlalu, tekanan Fu Juese mulai memudar. Hai Rong kembali berani berbicara.
__ADS_1
"Apa?! Apa yang sebenarnya ingin kau lakukan setelah menemukanku, huh?! Bisa apa kau yang seorang sampah sampai berani berbicara seperti itu pada--"
Snap!
"Eh? Barusan... itu... apa?"
Sesuatu tiba-tiba menusuk lehernya tetapi Hai Rong sama sekali tidak merasakan sakit. Rasanya mirip seperti seekor semut yang baru saja datang dan pergi setelah menggigitnya.
'Tapi apa yang barusan itu.' batin Hai Rong.
Sebenarnya, Fu Juese telah melakukan sesuatu kepadanya. Tapi apa itu, Hai Rong masih belum menemukannya.
Sampai beberapa detik kemudian, tubuh Hai Rong tiba-tiba merasakan lemas dan dia jatuh setelah kehilangan keseimbangan.
"Tidak... apa ini, sebenarnya..."
"A-A, Apa yang... kau lakukan..."
Sebelum pingsan, Hai Rong sempat mendongak untuk melihat ke arah wajah Fu Juese.
Mata Fu Juese begitu dingin dan gelap, bahkan Hai Rong mulai berkeringat setelah melihatnya. Seolah-olah saja, orang yang berdiri di depannya itu bukanlah Fu Juese melainkan sosok yang lain seperti memiliki dua kepribadian di dalam dirinya.
"Siapa... Kau...?"
__ADS_1
Mata itu, merupakan mata yang telah mengerti dengan baik apa itu kesedihan dan apa itu jalan kegelapan yang sebenarnya.
"Mengerikan mengerikan... kau benar-benar... keberadaan yang menakutkan..."
Akhirnya, kepala Hai Rong menempel ke lantai.
Fu Juese kemudian pergi meninggalkan tempat itu.
Semua itu, dia lakukan hanya dengan menggunakan sebuah jarum kecil dan menusukkannya tepat ke lehernya. Jarum itu sebelumnya telah dilumuri menggunakan perasan getah kulit ulat Yin dan Yang Legenda.
Dengan getah itu, dia dapat melumpuhkan siapapun seniman bela diri kelas < Lanjut > ke bawah dengannya, sedangkan Hai Rong sendiri berada di kelas kultivator tingkatan Lanjut.
Trik seperti itu tidak dapat dilakukan selamanya terus menerus, beberapa orang mungkin masih dapat termakan dengan jebakan ini. Yang paling utama, trik ini membutuhkan beberapa syarat dan situasi yang mendukung.
Lalu juga, Fu Juese tidak boleh hanya selalu mengandalkan satu jurus saja.
"Nah. Sekarang..."
Dia telah menemukan orangnya. Orang nomor satu dan paling mencurigakan di sini adalah Hai Rong.
Dia seolah sudah tahu jika Gu Lang sebentar lagi akan mati, maka hal itulah yang membuatnya menjadi tersangka yang utama. Tapi Tidak peduli apapun, Fu Juese perlu meningkatkan kewaspadaannya tiap malam.
Kurang satu malam lagi, takdir naas ibunya itu akan terjadi.
__ADS_1
Di perulangan ini, dia harus mencegah takdir yang menunggu Gu Lang bagaimanapun caranya.
Dalam satu malam tersisa, dia tidak akan dapat tidur dengan tenang.