
'Jadi begitu teknik dari 'Naga Terbang Merah' yang terkenal.'
Fu Juese menganalisis seluruh tubuh Wan Feng dari atas sampai ke bawah.
Wan Feng terlihat menyalurkan banyak sekali energi qi ke seluruh tubuhnya.
'Tidak hanya itu saja dia juga menyalurkan energinya keluar sampai udara di sekitarnya.'
Hal itulah yang kemudian membuat tubuhnya mampu menolak hukum alam.
Wan Feng juga mengeluarkan aura kemerahan bahkan sampai membentuk sepasang sayap di sana.
Wan Feng sekarang jadi terlihat sangat mirip seperti seekor naga merah yang sedang terbang.
'Aku tidak bisa lagi setengah-setengah dalam melawan bos musuh kan?'
Wan Feng mendengar dari ketiga pengawalnya itu jika Tian Jian adalah yang terkuat dan kemungkinan orang yang mampu mengalahkannya di dalam turnamen ini.
Hal itu membuatnya harus waspada dan mengerahkan segalanya. Dia tidak akan menyerahkan Yin Zixia kepada siapapun.
Yin Zixia adalah miliknya dan Wan Feng ingin memiliki Yin Zixia seorang diri.
Tian Jian tidak bisa lagi menggapai musuhnya. Dia terus menerus diserang dari berbagai arah.
Pergerakan Wan Feng tidak dapat dibaca dengan mudah sekarang.
__ADS_1
Dalam satu kedipan mata dirinya itu terus menghilang dan berada di luar jangkuan Tian Jian.
Tian Jian terus menerus menerima luka tebasan dan sayatan tetapi Tian Jian tampak masih belum menyerah di sana.
Masih ada semangat di dalam matanya.
"Tidak pernah ku bayangkan akan mengeluarkan teknikku."
Tian Jian tampak mengatakan sesuatu yang tidak jelas. Sampai beberapa saat kemudian aura di sekeliling Tian Jian tiba-tiba ikut berubah.
"Jujur aku mampu menghentikan... aliran waktu."
Setelah selesai mengatakannya Wan Feng tiba-tiba saja berhenti bergerak dan menjadi patung di udara.
Untung saja Tian Jian segera mengeluarkan kemampuannya di waktu yang tepat. Terlambat sedikit saja maka dirinya tidak akan pernah bisa melihat tangan kanannya lagi seumur hidup.
Di dalam aliran waktu itu, tidak ada yang bisa melihat apa yang dilakukan Tian Jian.
Seluruh dunia seolah terlihat membeku bahkan debu yang dihasilkan karena pertempuran mereka berdua masih belum turun di dalam arena. Sedahsyat itulah pertarungan diantara mereka berdua.
Tian Jian memiliki inti iblis, yaitu [ Sang Penjelajah Waktu ]
Dengan inti iblis itu dirinya dapat masuk ke semua aliran waktu di hidupnya sendiri. Walaupun dengan inti iblis itu sayang sekali Tian Jian hanya bisa menghentikkan waktu saja dan tidak lebih dari itu.
Dirinya harus mengeluarkan biaya yang mahal jika ingin mengaktifkannya bahkan sisa umurnya sendiri dijadikan syarat penggunaannya.
__ADS_1
Itulah kenapa Tian Jian terlihat jarang menggunakan tekniknya.
Hanya disaat dirinya benar-benar terdesak saja dan sedang bergulat dengan hidup dan matinya. Dirinya baru berani menggunakannya.
Tian Jian dengan cepat segera bergerak untuk berpindah posisi. Dia lalu mengayunkan pedangnya itu dan menebas tangan Wan Feng.
Aliran waktu kemudian berakhir dan tiba-tiba terdengar sebuah teriakan kencang dari dalam arena.
Para hadirin dan penonton tercengang melihatnya.
Tidak hanya itu bahkan ketiga pengawal yang menyaksikan sampai gemetar tidak percaya.
Mereka penasaran dan bertanya apa yang baru saja terjadi sebenarnya.
Fu Juese juga tidak tahu apa yang baru saja terjadi.
'Bukan itu yang seharusnya tadi terjadi di sana...'
Dengan kecepatan abnormal yang ditunjukkan pangeran, Fu Juese yakin akan melihat tangan Tian Jian yang terpotong.
Tapi kenapa yang terjadi di sini malah kebalikannya?
Fu Juese menelan ludahnya sendiri.
"Jadi ini adalah kartu yang disembunyikan Tian Jian."
__ADS_1