Catatan Sang Pendekar

Catatan Sang Pendekar
- Petualangan baru(5).


__ADS_3

Beberapa hari kemudian berlalu.


Di kediaman rumah Fu, terlihat tiga orang sedang duduk di ruang tengah menunggu kedatangan dari seseorang.


Mereka adalah Gu Lang, Yin Zixia, dan Fu Ning.


Di belakang Yin Zixia ada satu orang yang berdiri, dia adalah Tian Jian.


Sebagai salah satu dari yang selamat Tian Jian memiliki tugas untuk selalu bersama dengan tuannya.


"Akhirnya orang yang di tunggu datang juga."


Setelah lelah menunggu hampir sepuluhan menit tidak berselang lama orang yang dimaksud pun datang. Orang itu adalah Fu Juese.


Setelah menyelesaikan latihannya seperti biasa


Fu Juese yang sedang berduaan dengan Na Yueyin tiba-tiba dihampiri oleh Yin Zixia.


Dia meminta untuk bertemu nanti sore di rumahnya.


Yin Zixia mengatakan jika ada sesuatu yang ingin dibicarakan kepadanya.


Awalnya pembicaraan itu tidak berjalan mulus, Yin Zixia terlihat beberapa kali marah karena terus menerus diacuhkan oleh Fu Juese.


Hasilnya Yin Zixia terlihat melipat tangannya dan mengelusnya dengan sabar berulang kali.


Karena Yin Zixia seperti terlihat akan menjotos muka Fu Juese kapan pun maka Na Yueyin dengan terpaksa harus menengahi mereka berdua.


Dirinya kemudian berhasil membuat Fu Juese untuk patuh menurutinya. Dan sekarang Fu Juese berdiri di depan semua orang dengan wajah penasaran.


"Anda bisa memulainya sekarang tuan putri."


Pembicaraan pun dimulai setelah Gu Lang meminta putranya untuk duduk di depan.

__ADS_1


"Baiklah, jujur saja. Saat ini aku sedang membutuhkan bantuan."


Ucap Yin Zixia sembari memasang muka malas di depan Fu Juese.


Dini hari dirinya telah menerima balasan surat dari Ayahnya.


Yin Zixia kemudian menunjukkannya kepada semua orang.


(Aku sudah membaca suratmu, sungguh malang sekali nasib putriku...)


Sepertinya Yin Song turut bersedih setelah membaca surat Yin Zixia sebelumnya.


Namun Yin Song cukup terkejut setelah mendengar orang yang melakukannya adalah seorang yang masih muda.


Sekelompok elit dari kerajaan dibantai oleh seorang remaja dan beberapa temannya dengan sangat mudah.


Tentu reputasi kerajaan akan jatuh dan raja Yin Song akan kehilangan keagungannya sebagi pemimpin kekaisaran.


Maka dari itu, Yin Song pun telah membuat keputusan


Fu Juese yang mendengarkan dengan penuh perhatian tadinya segera memejamkan matanya.


Dia sudah menebak apa yang ingin disampaikan oleh tuan putri Yin Zixia dan Raja Yin Song selanjutnya.


"Jadi kau sama sekali tidak memiliki hak untuk menolaknya, atau kami dari keluarga kerajaan akan memberikan satu pleton pasukan khusus demi menghabisimu."


Semua orang di dalam ruangan tidak tahu apakah yang dikatakan Yin Zixia ini sebuah pernyataan asli atau hanya sebuah candaan biasa.


Tapi satu hal yang pasti mereka adalah para penjahatnya di sini.


Fu Juese mengerti itu, karena Fu Juese lah yang telah menghabisi pasukan elit dari ibu kota, sudah jelas jika dirinya bisa disebut kelompok penjahat yang sedang memberontak dari kerajaan dan kekaisaran.


Lalu, hukuman untuk sekelompok pemberontak di kerajaan ini adalah...

__ADS_1


"...Hukuman mati."


Fu Juese mengucapkannya dengan lirih tetapi semua orang dapat dengan jelas mendengarnya.


Yin Zixia kemudian mengangguk membenarkannya di sana.


"Bagaimanapun kau harus mengikutiku."


Semua orang terdiam mendengarnya.


Pandangan mata mereka kemudian beralih kepada seseorang.


Mereka memperhatikan Fu Juese serta menebak-nebak tindakan apa yang akan dipilihnya sekarang.


Tidak ada yang bisa menebak tindakan Fu Juese selama ini tetapi semua orang tahu jika pilihan Fu Juese adalah yang terbaik sekarang.


Maka apapun keputusan Fu Juese semua orang pasti akan menerimanya.


Entah mereka akan melawan kekaisaran sekarang atau menerima perintah Raja, Fu Juese pasti mengetahui mana yang terbaik di sini.


"Begitu, aku mengerti, jadi semuanya telah menjadi seperti ini..."


Setelah melihat seluruh isi dari surat itu, Fu Juese tidak memiliki pilihan lain.


Surat itu datang bersamaan dengan peti harta karun yang berisikan uang emas dengan total semuanya ada lima peti harta karun emas.


Di surat itu Yin Song meminta Fu Juese untuk memilih dengan hati-hati.


Di buku catatan kejadian ini juga tidak ditulis oleh Pak Tua.


Kejadian ini masih baru dan tercipta karena Gu Lang yang masih hidup.


Jadi Fu Juese harus memilihnya dengan sangat hati-hati. Jika tidak semua orang bisa berada dalam masalah karena tindakannya apabila pilihannya ternyata salah.

__ADS_1


Sekarang semua orang sedang menahan napasnya dan menunggu jawaban dari Fu Juese.


__ADS_2