Catatan Sang Pendekar

Catatan Sang Pendekar
- Ujian(4).


__ADS_3

Dari depan mereka ada Fu Juese dan Na Yueyin, lalu dari belakang mereka ada Fu Ning bersama dengan sepuluh naga.


Entah itu dari depan atau pun belakang kemanapun mereka bergerak tidak ada lagi tempat untuk mereka lari sekarang.


Apalagi dari semua itu mereka dibayang-bayangi oleh wajah dingin dari seseorang yang paling menakutkan di sini.


Dia lah Fu Juese.


Tetapi...


Ada seseorang yang terlihat tidak takut sama sekali di sana.


"Hehe, sangat menarik."


Dari belakang dia mengintai dengan mata elangnya.


Fu Juese terus menebas dan menunjukkan keterampilan berpedangnya yang mendominasi semua orang.


Dia sudah membunuh paling banyak orang.


Di belakang punggungnya ada Na Yueyin yang juga ikut membantu.


Mereka melakukan serangan berirama dan saling membantu antara satu sama lain.


Jika Fu Juese bergerak mengurusi musuh di sebelah kanan maka Na Yueyin akan bergerak melawan musuh di sisi kiri.


Mereka berdua kemudian bertemu di tengah-tengah .


'Akhirnya ini adalah kesempatanku.'

__ADS_1


Sampai ketika keduanya berpisah, sosok orang yang mengintai Fu Juese dari balik bayang-bayang mulai keluar.


"TANG!"


Lalu...


Entah kenapa Fu Juese tiba-tiba berbalik.


'Eh? Kenapa jadi begini? Tunggu...'


Pedang keduanya pun saling berbenturan sangat keras sampai menyulut sebuah percikan api yang sangat panjang.


"Pyaar!"


Bukan hanya itu saja melainkan pedang milik musuh dibuat hancur berantakan seperti pecahan kaca.


Pedang itu sama sekali tidak kuat menahan benturan antara satu sama lain.


'Oh tidak, tidak begini...'


Orang itu tidak pernah mengira jika sebelumnya Fu Juese akan menahan serangannya.


Dia berpikir Fu Juese tidak akan pernah menyadari tempat persembunyiannya itu.


'Tamat sudah riwayatku.'


"Akhirnya kau keluar juga aku sudah bosan menunggumu."


Seorang pembunuh yang mengintai dari balik kegelapan, dia memiliki keterampilan membunuh yang sangat tingkat tinggi, pembunuh itu terkenal dengan gaya menyerangnya yang hanya sekali serang saja dan main belakang.

__ADS_1


"Tidak mungkin, jadi kau sudah menyadari keberadaanku sedari tadi?"


Sayang semua itu menjadi hal yang percuma di depan Fu Juese.


"Orang yang bermain curang dan kotor seperti ini, pasti mereka adalah orang-orang yang berasal dari aliran hitam."


Fu Juese pun menatap dingin musuh yang ada di depannya.


Dalam satu hembusan napas saja dirinya tiba-tiba menghilang dan muncul di depannya.


"Slash."


Pedang Fu Juese hanya menyerempet saja di leher pembunuh itu, entah bagaimana sang pembunuh berhasil menghindar darinya.


Pembunuh itu menahan napas saat melihat kecepatan ayunan pedang se-ekstrem itu.


Sebutir keringat dingin sampai merembes dan mengalir jatuh ke tanah dari dahinya.


Sebaliknya Fu Juese juga terheran kenapa sang pembunuh itu dapat menghindarinya dengan mudah, lalu semua itu terjawab setelah sosok seseorang mulai terlihat dari belakang sang pembunuh.


Rupanya orang itu lah yang telah menarik kerah pakaian milik sang pembunuh.


"Perkenalkan..."


Dia adalah bos para bandit di sini, sekaligus orang yang membuat pembunuh itu tertarik mundur ke belakang melewati area serang Fu Juese yang akhirnya membuat sang pembunuh itu pun selamat.


"Namaku adalah Tian Jian."


Tian Jian kemudian tersenyum dengan seringainya yang menakutkan.

__ADS_1


Fu Juese segera kembali memasang raut muka yang serius, dia memasang kuda-kuda dan bersiap menyerang.


__ADS_2