
Sekarang Yin Zixia menjadi rindu dengan rumahnya.
Yin Zixia pun sangat bersyukur karena telah dilahirkan di keluarganya yang sekarang.
"Mmm, kemana dengan yang lainnya?"
"Siapa?"
"Di rumah ini bukankah kau hidup dengan putrimu?"
"Maaf tapi anda kelupaan satu orang lagi tuan putri, lalu putri yang anda maksud adalah anak angkatku, sedangkan anakku hanya ada satu."
"...Aku tidak peduli sama sekali dengan yang pria, coba katakan sekali lagi nama putri angkatmu itu."
"T-Tuan putri jangan katakan... jika anda masih membencinya?"
"Yup, aku memang membencinya."
Yin Zixia mengatakannya secara langsung dan gamblang bahkan intonasinya penuh dengan penekanan.
Gu Lang menjadi khawatir jika anaknya itu telah membuat kesalahan dengan bertengkar melawan tuan putri.
Seseorang dari istana kerajaan tidak sepatutnya menjadi musuh mereka.
Keluarga kerajaan memiliki status dan derajat yang lebih tinggi lagi daripada sembilan bangsawan besar.
"Kumohon tolong ampuni anakku, Fu Juese. Dia melakukannya tanpa sengaja."
"Hmph! Emang aku peduli?!"
Tapi meskipun Yin Zixia mengatakan hal seperti itu, tidak bisa dipungkiri jika dirinya saat ini sedang membutuhkan bantuan dari Fu Juese.
__ADS_1
"Ck! Baiklah, akan kupikirkan nanti!"
Yin Zixia tidak melupakan tujuan pertamanya jika dirinya sudah bertemu dengan Fu Juese.
Dia harus mencari tahu bagaimana cara untuk menyembuhkan penyakit kakaknya.
"Salam tuan putri, jadi apa rencana anda selanjutnya?"
Tian Jian tiba-tiba muncul dan berdiri di belakang majikannya.
Yin Zixia pamit kepada Gu Lang setelah menyelesaikan sarapannya.
Sekarang yang menjadi tujuannya adalah memberi kabar tentang keadaannya saat ini kepada keluarganya yang berada di rumah.
"Untuk saat ini kita belum siap untuk pergi, jadi kita tidak akan berangkat beberapa hari ke depan."
Para pengawal dari putri Yin Zixia hanya tersisa dua orang saja ditambah dengan Gu Lang yang akan menemaninya, mereka menjadi tiga orang.
Dia perlu menulis surat dan mengirimkannya kepada Ayahnya tentang apa yang sudah terjadi.
Di akhir surat itupun Yin Zixia meminta untuk diberikan sepeleton pendekar untuknya.
"...Tulis anakmu paling cantik ini, Yin Zixia. Haa..."
Yin Zixia kemudian memandang keluar dari jendela kamarnya.
"Sekarang yang tersisa tinggal menemuinya."
Yin Zixia ingin meminta jawaban dari Fu Juese.
Sejujurnya dia tidak ingin melakukannya tetapi tidak ada pilihan lagi.
__ADS_1
Dirinya pun berangkat dengan berat hati.
Di sebuah balai pelatihan Yin Zixia pun melihat pemandangan yang aneh.
Di bawah pohon ada sepasang pria dan wanita, mereka terlihat sedang berduaan.
"Kakak Juese, aku adalah pengagummu sedari dulu, aku sudah memperhatikanmu sejak lama dan mulai hari ini aku ingin mengungkapkan segalanya padamu."
Fu Juese mendengengarkan perkataannya tanpa mengucapkan sesuatu.
"Aku sangat menyukai Kakak!"
Fu Juese terdiam mendengarnya.
"J-Jadi bagaimana... maukah Kakak menerimaku?"
Ada keheningan sebentar diantara mereka berdua.
Seorang perempuan yang masih sangat muda sedang menyatakan cinta kepadanya.
Sudah jelas jika dia adalah cinta pertamanya, jika dilihat dari umur dan kepolosan wajahnya
"Aku tidak bisa."
"Tunggu Kakak Juese, aku tahu jika kau sudah memiliki kekasih! Aku bahkan rela bersamamu bila itu harus menjadi yang kedua atau yang ketiga!"
Seorang bangsawan sudah terkenal memiliki banyak istri, mereka juga biasa memiliki selir-selir yang cantik di belakangnya.
Apalagi jika itu adalah seorang pendekar yang kuat dan memiliki nama.
Mereka itu bisa memiliki sampai puluhan istri dan selir.
__ADS_1
"Aku tidak percaya ini, ada gadis yang suka kepadanya? Matanya sudah buta kali kah?"
Yin Zixia terihat mengernyitkan keningnya setelah mendengar semuanya dari kejauhan.