
Di balai pelatihan, seseorang tiba-tiba datang dan membuka pintu depan dengan kasar.
Semua mata kemudian mengarah kepadanya.
Dari pakaiannya itu dapat diketahui jika dirinya berasal dari klan Fu.
Pria itu pun terlihat celingak-celinguk mencari sesuatu di dalam sana.
Dirinya terlihat begitu cemas seolah sedang dikejar sesuatu.
Tatapan matanya kemudian mencapai pada satu orang, dia berhasil menemukannya.
Pria itu adalah seorang pelayan dari keluarga Fu, dia menghela napas lega setelah melihat tuannya.
"Ada apa?"
Dirinya sekarang berdiri di depan tuannya.
"Tuan muda Fu, ada kabar buruk!"
Pelayan itu lantas menceritakan semuanya dan alhasil membuat Fu Juese mengerutkan alisnya.
Fu Ning yang melihat Kakaknya sampai begitu kemudian mendekat untuk mencaritahu.
"Apa yang terjadi?"
"Ah, tuan putri! Ini tentang Nyonya Gu Lang, dia... telah tertangkap oleh sekelompok bandit."
Fu Ning kemudian membuat ekspresi yang sama seperti Fu Juese.
__ADS_1
"Apa, tapi bagaimana itu bisa terjadi?"
Fu Juese kembali tidak habis pikir.
Ibunya adalah seorang pendekar bela diri dengan kelas Harimau Putih.
Seseorang yang bisa menangkapnya hanya ada segelintir orang saja di dunia ini.
"Tapi itu semua sungguhan, kelompok bandit itu mengirimkan surat ke kediaman kita, mereka meminta sejumlah uang tebusan!"
Hal seperti ini bahkan tidak pernah terjadi di buku catatan, Si Pak Tua sama sekali tidak pernah menuliskannya.
'Apakah hal ini terjadi karena aku yang merubah masa depan?'
Fu Juese menggigit bibirnya sendiri.
"Sekarang dimana surat itu, aku ingin membacanya."
Fu Ning yang melihatnya kemudian mengikuti Kakaknya dari belakang.
Berbagai emosi sudah bergejolak di dalam dada Fu Juese dan menggebu ingin berontak.
Ekspresi wajahnya dingin dan urat-urat otot di dahinya sampai keluar.
Dia telah berjanji untuk menyelamatkan ibunya Gu Lang dari kematian dan dia berhasil melakukannya.
Lalu bagaimana bisa semua ini kembali terjadi?
Dirinya mengira jika semuanya sudah aman setelah Fu Hei tiada, dan masa depan sudah berubah menjadi lebih baik mulai sekarang.
__ADS_1
Fu Juese kemudian merapatkan giginya.
Dia tidak dapat berpikir dengan jernih sekarang, hanya ada kebencian dan rasa amarah yang sangat besar merasuki tubuhnya.
Dalam perjalanan kembali mereka sempat berpapasan dengan Na Yueyin, tapi Fu Juese hanya melewatinya tanpa mengucapkan salam atau mengatakan sepatah kata pun.
Fu Ning yang melihatnya kemudian menepuk-nepuk pundak Na Yueyin yang bersedih dan tidak tahu apa-apa itu, dia berpikir jika Fu Juese sedang marah kepadanya tapi dia sama sekali tidak mengingat pernah membuat kesalahan satu pun.
Fu Ning menjelaskan semua apa yang sedang terjadi kepada Na Yueyin, setelah mendengarkannya Na Yueyin pun membuat ekspresi yang rumit.
Sesampainya di rumah, Fu Juese menerima surat itu lalu membacanya sampai habis.
Singkat kata isi surat itu menceritakan tentang penyanderaan Gu Lang oleh kelompok bandit bernama Sekte Mastering Hewan Buas.
Alis mata Fu Juese kemudian berkedut.
'Jika itu adalah kelompok mereka, maka semuanya menjadi wajar.'
Kelompok bandit Sekte Hewan Buas adalah perampok yang beranggotakan master ke atas saja, kekuatan mereka bahkan sampai setara dengan tiga sampai lima sekte jika digabungkan.
Mereka menyerang Gu Lang dari belakang setelah kepulangannya dari istana kerajaan.
Apalagi saat itu Gu Lang hanya berangkat seorang diri dan masih dalam kondisi yang lelah akibat pertarungan sebelumnya dengan monster iblis setingkat jenderal.
"Tidak ada pilihan lain."
Fu Juese kemudian pergi ke dalam kamarnya dan beberapa saat kemudian muncul dengan membawa sebuah pedang berwarna ungu gelap.
"Aku pergi."
__ADS_1
Dirinya sudah bersiap untuk bertarung sekarang.