
Setelah puas tertawa, mereka berempat pergi keluar. Tujuan mereka adalah gazebo kecil yang berada di belakang rumah.
Fu Ning, meminta para pelayan untuk mengantarkan teh ke sana. Sembari ditemani secangkir teh, mereka akan membuat suatu rencana bagi keluarga Fu di masa depan nanti.
Hal itu akan terjadi setelah mereka memimpin keluarga, banyak perubahan yang akan mereka buat.
Tapi alangkah terkejutnya mereka, saat melihat dua orang sedang berdiri di halaman belakang.
"Mereka?"
"Nyonya Gu Lang dan..."
"Fu Juese."
Fu Ning yang mengatakan kalimat terakhir, memandangnya dengan tatapan mata yang dingin. Keduanya, bukan cuma berdiri saja di sana melainkan sedang melakukan sebuah latihan sparing.
Gu Lang berlari maju ke depan. Dia membawa sebuah serangan tapak bersamanya. Fu Juese langsung bereaksi. Dia bergerak mundur ke belakang dan memasang kuda-kuda.
Dia tahu jika dirinya tidak akan dapat terus menghindari serangan telapak tangan dari Gu Lang. Jadi Fu Juese melindungi seluruh badannya dengan merangkulkan tangannya di depan membentuk sebuah huruf X. Matanya terus mengawasi setiap pergerakan dari Gu Lang.
Jika ada satu celah saja yang muncul, maka Fu Juese akan langsung menyerangnya.
Mereka pun main kejar-kejaran di sana. Fu Juese masih terus menghindar dari serangan telapak tangan Gu Lang.
Di sela pertarungan, Gu Lang yang melihat setiap reaksi anaknya itu terus tersenyum. Sejauh ini Fu Juese sudah berhasil menghindari empat gerakannya dan itu membuat dadanya penuh kebanggaan pada anak laki-lakinya.
__ADS_1
"Dia berhasil menghindari semua itu?"
Fu Guanji menjadi tercengang dan menganga. Dia tidak berpikir jika Fu Juese bisa tetap bertahan, dia berhasil menghindari dua sampai empat kali gerakan dari seorang pendekar bela diri setingkat Harimau Putih.
Tapi, Gu Lang masihlah terlalu cepat. Pada akhirnya dia berhasil memukul mundur anaknya itu sampai terjatuh dan berputaran di atas tanah.
"Berakhir sudah!"
Kata Fu Guanji sembari tersenyum dan mendengus bahagia. Fu Juese tidak akan pernah bisa lagi berdiri.
Namun, apa yang terjadi malah kebalikannya.
Di sana Fu Juese masih bisa berdiri tegap. Fu Guanji mulai menyadari sesuatu, dan Fu Ning yang melihatnya semakin membuat dingin tatapannya.
Fu Juese tiba-tiba menggulung lengan pakaian kebangsawanannya. Ada tujuh gelang besi yang besar-besar di sana.
Fu Juese juga melepaskan gelang besi yang ada di kaki. Dia melakukan kuda-kuda dan kembali bersiap.
Kali ini giliran Fu Juese yang pertama kali bergerak. Dia berlari maju menerjang Gu Lang. Pergerakannya lebih cepat lagi dari yang sebelumnya sampai mengejutkan Gu Lang.
Gu Lang pun menepis pukulan Fu Juese sampai dua kali. Tapi, dia tidak cuma bertahan, Gu Lang juga mencoba melakukan serangan balik kepada anaknya.
Sayang, Fu Juese tiba-tiba tersenyum. Gu Lang menyadari ada sesuatu yang aneh. Dia sedang tidak berada di posisi bertahan saat ini, dan tubuhnya terlalu terbuka lebar tanpa satu pun penjagaan.
'Tidak mungkin, apakah dia mengincar ini selama ini?'
__ADS_1
Dan benar saja, Fu Juese terus menunggu adanya sebuah kesempatan terbuka baginya. Yaitu, dimana musuhnya tidak memiliki pertahanan sedikitpun dan menjadi lengah.
[ Ini adalah jurus yang bisa saja dilakukan oleh semua orang. Tapi, kau harus ingat, jurus ini akan sangat kuat dan lebih kuat nantinya saat kau memiliki kekuatan fisik manusia super. ]
"Satu Tepukan."
Fu Juese mengencangkan otot-otot tangannya. Dia menarik napas panjang dan...
PLAK!
Kedua tangannya saling bertemu di depan wajah Gu Lang. Gelombang udara tiba-tiba terpecah dan udara di sekitar mereka seolah-olah berhenti.
Dia menepuk keras sekali tangannya, bahkan sampai membuatnya berwarna merah.
[ N.B Jurus itu sangat populer sekali di masa depan, kau pasti akan suka. ]
Tubuh Gu Lang kehilangan keseimbangannya.
Ngiiiiiiiiiiiiiiinnnnngggggg....!!!!
Telinganya berdengung dan pandangan matanya tiba-tiba berputar.
[ Jurus yang akan melumpuhkan lawanmu langsung seketika di tempat! ]
Sekarang, muncul kesempatan baginya.
__ADS_1
[Jurus itu disebut... ]
[Tepukan Singkat Dewa Kematian.]