Catatan Sang Pendekar

Catatan Sang Pendekar
- Malam panjang(11).


__ADS_3

Fu Juese mengerahkan setengah dari energi tenaga dalam yang dia miliki ke bagian perut, hal itu kemudian menciptakan sebuah bayangan hitam muncul dan melindungi dirinya dari serangan Fu Hei.


"Tapi bagaimana bisa inti iblis disembuhkan?"


Fu Hei mengerutkan dahinya.


"Karena itulah takdirku yang sekarang." Balas Fu Juese.


Fu Hei telah berbicara panjang lebar mengenai takdir itulah atau takdir inilah, tapi dia sama sekali tidak mengira jika ini semua akan terjadi.


"Dan sekarang, apakah kau tau apa takdirku?"


Fu Hei menelan ludahnya.


"Aku telah mendapatkan panggilan dari takdir untuk menghukummu."


Fu Juese tidak bercanda. Dia mengatakannya dengan serius sambil menunjukkan mata dinginnya kepada Fu Hei.


Sayang, Fu Hei tetap terlihat santai dan masih bisa tertawa menanggapinya.


"Hah! Sombong sekali, kau hanya baru berada di tahap < Dasar > saja. Jangan bercanda denganku, kali ini Aku akan mulai serius melawanmu."


Kali ini pertarungan yang sesungguhnya akan dimulai. Fu Hei mengeluarkan aura luar biasa dan nafsu membunuhnya kemudian melesat ke arah anaknya.


Duk!


Tapi dia lagi-lagi harus terpental ke belakang setelah baru saja beberapa langkah maju menyerang Fu Juese.


"Urgh!"

__ADS_1


Kali ini bukan Fu Juese yang melakukannya tetapi Na Yueyin. Dia muncul entah darimana dan melesat menendang Fu Hei dari belakang.


"Na!" (Maaf aku terlambat!)


Fu Juese tersenyum ketika mendapat bala bantuan. Mereka berdua sekarang berdiri berdampingan.


Cerita sebelumnya...


Setelah menstabilkan kondisi Gu Lang, Na Yueyin secepatnya bergegas berlari demi membantu Fu Juese.


Tapi beberepa detik kemudian, dia tiba-tiba menghentikan langkah kakinya.


Na Yueyin menutup mulutnya setelah melihat Fu Juese yang menerima pukulan telak dari seorang seniman bela diri tingkat < Elite >.


Na Yueyin adalah seniman bela diri dengan kelas < Atas >. Menerima pukulan seperti itu sama saja dengan membuat dirinya sekarat.


Tentu saja dia akan mati.


Hatinya tiba-tiba menjadi sempit dan seperti ada yang pecah di sana. Apa yang bisa dia lakukan pada Fu Juese sekarang?


Semuanya sudah terlambat. Fu Juese mungkin sudah mati.


Namun anehnya, beberapa detik kemudian orang yang terpental malah sebaliknya. Na Yueyin segera bangun dan tersenyum setelah melihatnya.


"Na!"


Itu adalah Fu Juese. Kemudian saat mengetahui Fu Hei akan kembali menyerang, dia segera melompat dan memberikan pukulan terlebih dulu.


[ Seni Tangan Kosong : Pukulan Gong Emas ]

__ADS_1


Fu Hei terpantal sampai batuk-batuk di sisi seberang.


Dia memberikan seluruh emosi yang dia rasakan tadi kepada Fu Hei. Dadanya kemudian menjadi lebih lega sekarang. Fu Juese dan Na Yueyin lalu memutuskan untuk bekerja sama.


Fu Hei yang melihatnya terlihat kesal sampai mendecakkan lidahnya.


"Ini akan semakin bertambah lama saja." Katanya.


Dia sudah tahu seberapa kuat Na Yueyin sehingga tidak terlalu peduli, ada atau tidaknya perempuan itu.


'Hanya tambahan satu orang seniman bela diri kelas < Atas > saja, hal itu sama sekali tidak menjadi masalah.' Pikirnya.


Setelah itu dia menutup mulutnya. Dengan tambahan satu orang lagi, dia berpikir hal itu adalah perbuatan yang bodoh dan sia-sia.


Wooosh!


Fu Hei kembali merengsek maju, kali ini dia menjadi lebih waspada terhadap lingkungan di sekitarnya.


Tidak ada yang tahu, siapa lagi orang yang akan kembali lalu menyerangnya dari samping, depan, atau pun belakang. Ancaman dapat datang dari manapun.


Buk. Buk. Buk. Buk.


Na Yueyin menerima pukulan yang datang satu demi satu . Dia berhasil bertahan dengan baik dan sebagian dia alihkan menjauh dari tubuhnya.


Dari pertukaran yang singkat itu, Fu Hei tahu jika Na Yueyin adalah sosok orang yang berbakat, apalagi jika melihat usianya yang masih seumur jagung tetapi sudah mencapai seniman bela diri kelas < Atas >.


'Menakutkan, menakutkan, menakutkan sekali. Akan seberapa kuat lagi perempuan ini lima tahun lagi. Cih. Dia sudah mirip sekali dengan seseorang.'


Fu Hei kemudian teringat wajah Gu Lang.

__ADS_1


__ADS_2