
Malam itu sangat dingin dan sepi. Fu Juese sekarang sedang melakukan latihannya yang terakhir setelah semua latihannya, yaitu berkultivasi.
Dia melatih teknik pernapasannya sekaligus mencoba membangun kembali inti iblisnya yang rusak.
Kejadian sebelumnya berakhir dengan keputusan Fu Guanji dan ibunya yang dikeluarkan dari rumah. Lalu situasi pun menjadi berat saat itu, tapi kasus sudah ditutup.
Tidak ada lagi orang yang dapat membahayakan nyawa orang-orang dalam keluarga. Kematian Gu Lang berhasil dicegah.
Di buku catatan Pak tua sang pelaku sama sekali tidak diketahui. Pembunuh itu juga masih misterius pada akhirnya.
Tapi sekarang, hal itu sudah tidak lagi menjadi masalah karena Fu Juese berhasil menemukannya.
"Fyuuuh..."
Fu Juese menghembuskan napasnya.
"Aku berhasil."
Dia menyeringai di sana dan menyeka banyak keringat yang keluar di dahinya, sampai tiba-tiba suara derap kaki mulai terdengar.
Banyak suara langkah kaki yang sedang berjalan bolak-balik di koridor. Fu Juese kemudian penasaran dengan apa yang sedang terjadi di luar.
Tapi, sesaat sebelum dirinya berdiri, seorang pelayan tiba-tiba datang dan mengetuk pintu kamarnya.
"Tuan, permisi, tolong maafkan saya yang sudah mengganggu waktu bersama anda. Tuan muda dan..."
__ADS_1
Pelayan itu masuk bahkan sebelum Fu Juese menjawab.
"...Nona, Na Yueyin."
Na Yueyin tidur di kamar yang sama dengan Fu Juese, tapi berbeda dengan Fu Juese yang ada di pojokan kamarnya, Na Yueyin terlihat terbaring di ranjang.
Sebenarnya Na Yueyin tidak mau tidur di ranjang, dia terus menolaknya beberapa kali dan mendesak untuk Fu Juese saja yang menggunakan.
Tapi pada akhirnya, Fu Juese adalah orang yang memenangkan perdebatan itu. Na Yueyin terbangun dengan piyamanya yang imut dan kancing atasan baju yang terbuka setengah.
Rambutnya terlihat acak-acakan dan mukanya juga agak kusut. Ranjangnya terlihat sangat berantakan dan selimut tergeletak di lantai.
Sang pelayan akhirnya menjadi salah paham setelah melihat mereka berdua. Dia menundukkan kepalanya di sana dan meminta maaf akan kelancangannya. Padahal keduanya sama-sama tidak tidur malam itu.
"Katakan." Fu Juese mencoba bangkit.
Pelayan itu datang dengan raut muka yang cemas dan keringat mengucur deras sampai membasahi pakaiannya.
"Ayo katakan, ada apa, apa yang sedang terjadi?"
"Tuan. Itu, dikamar... Nyonya... Nyonya..."
"Nyonya, Ibu? Kenapa dengannya?!"
"Nyonya Gu Lang! Dia ditemukan di dalam kamarnya dalam keadaan lemas!!!"
__ADS_1
Seketika mata Fu Juese melebar mendengar itu, dia bergegas dengan berlari menuju ke tempat Gu Lang.
Sampai di sana, sudah ada banyak orang yang berkumpul. Seluruh anggota keluarga Fu ada di sana semuanya. Mereka semua berdiri mengelilingi ranjang Gu Lang.
Fu Juese sampai di sana sebagai orang yang terakhir, Na Yueyin juga ikut datang dengan meremas pakaiannya dari balik Fu Juese.
'Tidak mungkin...'
Fu Juese berjalan perlahan ke ranjang ibunya dengan tubuh yang gemetaran.
'Apa, apa, apa yang sedang terjadi di sini? Bagaimana bisa...'
Fu Juese sangat yakin, jika dia telah menangkap si pelaku itu dan berhasil mencegah kematian ibunya.
'Tapi, sekarang, kenapa Gu Lang malah berbaring dengan dengan wajah pahit dan bersedekap di sana?'
'Kenapa warna kulitnya terlihat sangat pucat?'
'Ada apa dengan kantung mata hitam itu yang tebal?'
Semua tanda-tanda ini, menunjukkan bahwa, "Gu Lang telah terkena racun."
Fu Juese mengepalkan tangannya dan meremasnya sangat kuat.
"Ibu-!"
__ADS_1