Catatan Sang Pendekar

Catatan Sang Pendekar
- Acara Festival Pertunangan(5).


__ADS_3

Di sisi lain Fu Juese sekarang sedang berada di singgasana raja. Dia berdiri tepat dihadapan Sang Raja, Wan Kai.


'Ternyata benar dugaanku...'


Fu Juese telah memeriksa keseluruhan dari tubuhnya dan menemukan bahwa sang raja telah meninggal.


'Raja telah lama mati.'


Fu Juese kemudian penasaran siapa orang yang menggerakkan mayat raja. Dia lalu mengalirkan energi qi miliknya dan menemukan kenyataan yang mengejutkan.


Tidak perlu waktu lama bagi Fu Juese untuk mengerti seluruh cerita dan apa yang sedang terjadi.


Fu Juese kemudian kembali menghilang di sana.


'Sialan! Siapa dia? Siapa orang itu? Ada seseorang yang mencoba menarikku!'


Pengawal yang sedang bertarung dengan Tian Jian menjadi terpecah konsentrasinya.


Dia merasakan hawa keberadaan seorang pendekar kelas Serigala Muda yang mencoba melacaknya.


Tian Jian terus menemukan celah melawan musuhnya itu namun musuhnya tersebut tetap tidak terluka berapa kalipun dia mencoba memenggal lehernya.


Para hadirin yang menonton bahkan terlihat menertawakan upaya bodoh Tian Jian.


'Sial! Jika saja aku memiliki energi tenaga dalam yang cukup satu tebasan saja mungkin aku mampu membunuhnya.'

__ADS_1


Keadaan Tian Jian yang sekarang terlihat seperti seekor macan ompong yang bertemu dengan macan lainnya di hutan.


Dirinya tidak bisa lagi melakukan apapun dan hanya berharap keajaiban.


Pengawal yang sedang melawan Tian Jian terlihat terburu. Dia ingin mengakhiri pertempuran antara keduanya dengan cepat dan segera pergi untuk mencari tahu siapakah orang yang melacaknya ini.


Pengawal itu kemudian mengepalkan erat-erat kedua tangannya. Dia kemudian melesat dengan kecepatan yang ekstrem dan tiba-tiba muncul di hadapan Tian Jian.


"Booooooom!"


Terdengar suara ledakan yang menghantam tanah. Suara itu terdengar menggelegar di atas arena.


Tian Jian terlambat untuk menghindari serangan mematikan yang pengawal itu berikan.


Pemandangan di sana tertutupi oleh kepulan asap tebal dan debu yang bertebaran kemana-mana.


"Kau..."


Dia menemukan Fu Juese di sana.


"Fu... Juese? Tapi bagaimana bisa..."


Mulut Tian Jian menganga. Dia tidak tahu harus mengatakan apa lagi.


Saat itu Tian Jian tidak mengetahui jika Fu Juese telah menaiki tingkatan kelas bela diri yang sama dengannya.

__ADS_1


"Bagaimana caramu menerima pukulan yang tadi?"


Sekarang giliran sang pengawal yang berbicara.


Fu Juese terus terdiam sedari tadi. Dirinya menatap muka pengawal itu dengan serius dan tidak mempedulikannya.


Kepulan asap tebal kemudian menghilang dan memperlihatkan tiga orang yang saling terdiam.


Wan Feng, dua orang pengawal lainnya, dan para penonton lalu penasaran dengan apa yang terjadi.


'Apa yang baru saja terjadi setelah salah satu pengawal pangeran mencoba memukul Tian Jian?'


'Apakah bocah itu yang menghentikan pukulan monster itu?'


'Tidak! Itu tidak mungkin! Aku tidak percaya jika dirinya yang melakukannya-!'


Pasalnya mereka menemukan Tian Jian yang duduk bersimpuh di sana dan seseorang yang lainnya yang sedang berada di tengah-tengah keduanya.


Semua orang terlihat berdebat dan saling berbisik di sana. Stadion seketika menjadi sangat ramai untuk sesaat sampai Fu Juese tiba-tiba menarik pedangnya dan berbicara dengan keras membuat pernyataannya.


"Aku adalah Fu Juese dari Klan Fu dan Kekaisaran sebelah! Aku ingin menantangmu untuk berduel di atas arena-! Jadi bagaimana dengan pendapatmu?"


Setelah pernyataan itu Fu Juese berhasil menghentikan kebisingan di stadion tapi itu hanya berlangsung sementara.


Sedangkan bagi pengawal yang ada di depan Fu Juese. Dia hanya bisa berdiri dengan tubuh yang kaku.

__ADS_1


"Apa kau takut?"


Fu Juese memberikan sebuah provokasi.


__ADS_2