
Na Yueyin adalah sebuah alat bagi keluarga Na untuk dapat menjalin hubungan kekerabatan dengan keluarga bangsawan Fu.
'Itulah yang dikatakan si Pak tua pada buku catatannya.'
Jika ini adalah kisah sebenarnya, maka Na Yueyin akan ditunangkan dengan Fu Guanji.
"Perkenalkan, dia adalah Na Mei, putri kedua di keluarga kami. Kupikir jika itu adalah putra kedua, Fu Guanji, maka mereka akan sangat serasi."
Utusan itu tersenyum lebar setelah mengatakannya.
"Ah, jadi dia yang namanya Na Mei. Putra kedua kami pasti sangat beruntung bisa bertunangan dengannya."
Tapi pak tua Fu Hei juga mengatakan sebuah kebohongan. Fu Juese yang mendengarkan keduanya pun tertawa kecil di dalam hatinya. Dia menganggukkan kepalanya beberapa kali saat melihat akting mereka.
Yang satu mengatakan jika mereka akan menikahkan putri keduanya, tapi yang datang malah putri pertama mereka.
Mereka melakukannya karena ingin membuat Na Yueyin berguna untuk keluarga. Padahal mereka sendiri akan menyesal setelah mengetahui potensi Na Yueyin.
Siapa yang akan menerima sosok perempuan bisu itu?
Hanya inilah, jalan satu-satunya bagi mereka keluarga Na menjadi lebih besar lagi.
'Aku ingin tertawa rasanya.'
Sedangkan yang satu lagi...
Keluarga Fu juga melakukan hal yang sama. Fu Juese yang melihat keduanya tersenyum dari belakang.
__ADS_1
Aslinya, mereka akan mengirimkan Fu Guanji dan bukan dirinya. Tapi semua ini dapat terjadi karena usulan Fu Juese sendiri pada keluarganya.
'Ini adalah kesempatan kalian!'
'Siapa yang mau menerima sampah yang tidak memiliki Inti iblis?'
'Inilah jalan satu-satunya bagi kalian memanfaatkanku!'
Tidak ada yang tahu seperti apa tampang putra kedua dan pertama Klan Fu. Jadi Fu Juese bisa dengan mudah menyamar dan menipu utusan keluarga Na di depannya.
Sekarang Fu Juese dan Na Yueyin sedang berduaan. Ini adalah ritual yang biasa terjadi setelah kedua keluarga saling menyetujui satu sama lain.
Dua calon pasangan itu diberikan waktu luang untuk saling mengenal. Dan ini adalah kesempatan bagi Fu Juese jika ingin menyuarakan suara Na Yueyin.
Dia pun menceritakan segalanya kepada Na Yueyin, yaitu rencananya, jika Na Yueyin tidak menginginkan pertunangan ini.
Begini rencananya, Fu Juese akan menceritakan jika keluarga Na telah menipu mereka keluarga Fu dengan membawakan putri pertama mereka bukannya putri keduanya. Alhasil pertunangan mereka pun dibatalkan.
(Kau bisa menolak pertunangan ini sekarang.)
Namun prediksinya salah. Fu Juese tidak pernah menyangka akan hal ini sebelumnya, dia tidak pernah menebak jika jawaban Na Yueyin adalah sebaliknya. Dia menggelengkan kepalanya berulang kali ke arah Fu Juese.
'Ada apa ini... Bukankah Na Yueyin tidak ingin bertunangan? Di dalam buku catatan, Na Yueyin sangat menolak keras pertunangan ini...'
Pada akhirnya Fu Juese menghela napas panjang dan tidak tahu harus bagaimana. Lalu hubungan pertunangan atas dasar kesalahpahaman itu terus berlanjut antar dua keluarga.
Besoknya, seperti biasa Fu Juese kembali melanjutkan latihannya tetapi ada sesuatu yang berbeda kali ini.
__ADS_1
Di kejauhan terlihat seorang anak perempuan sedang tersenyum dan berjalan menghampirinya. Anak itu sungguh bahagia, dia membawa bekal makan siang dan minuman pada kiri dan kanan tangannya.
'Aku tidak tahu apakah semua ini akan baik-baik saja....'
Masa depan telah berubah dan ini semua adalah karena dirinya. Fu Juese tidak terlalu mengenal Na Yueyin, tapi dia tahu jika sosok perempuan itu lumayan cantik dan memiliki hati yang tulus.
Tapi hati Fu Juese tetap gelisah, dia masih memikirkan apakah ini adalah hal yang baik atau tidak untuk dilakukan.
'Dasar bodoh, apa yang kupikirkan! Di masa depan, dia adalah seseorang yang selalu bersamaku bahkan sampai mati.'
Fu Juese kemudian menghentikan latihannya dan melihat ke samping, tapi tiba-tiba Na Yueyin sudah berdiri di sampingnya. Mulut Fu Juese juga entah kenapa tiba-tiba penuh.
"Ump?!"
Setelah menelannya, dia mengetahui jika itu adalah sepotong daging ayam bakar.
"Na-Na-Na."
"Apa? Latihan terus memang bagus, tapi aku juga jangan lupa makan?"
"Na!"
Fu Juese tersenyum melihatnya.
"Baiklah, aku mengerti."
Mereka berdua kemudian duduk di bawah pohon dan makan siang bersama. Mereka berdua saling mengobrol dan sesekali tertawa bersama.
__ADS_1