Catatan Sang Pendekar

Catatan Sang Pendekar
- Bodyguard kuat.


__ADS_3

"Kau bagaikan pohon plum yang bermekaran di bukit yang kering dan gersang...


Bukit itu sebentar lagi akan mati karena tidak memiliki tanda-tanda kehidupan di sana.


Akan tetapi karena keindahan pohon plum itu...


Pohon itu akhirnya berhasil membuat hidup seluruh bukit dan tumbuhan yang di sana dengan harum bunga plum...


Na Yueyin, kau sungguh cantik dan menawan..."


Pria itu mengatakan semuanya tanpa rasa malu sedikitpun, sedangkan orang-orang yang mendengarnya di sekitar terlihat risih dan jijik, beberapa ada juga yang sampai mencibirnya.


Mereka berpikir urat malu milik sang pria itu sudah putus atau dia sama sekali tidak memilikinya sejak lahir.


"...Maukah kau-- Hm? Apa itu?"


Na Yueyin kemudian menunjukkan sebuah cincin di jarinya.


"Tidaaaaak!!! Tidak mungkin! Siapa dia, siapa orang yang beruntung yang sudah bertunangan denganmu?!?!""


Sang pria tampak sangat marah di sana, dia rela berjalan kaki sampai melintasi dua gunung dan tiga bukit hanya demi sampai di sini dan mengutarakan perasaannya.


Tapi semua itu musnah begitu saja dengan Na Yueyin yang sudah memiliki pasangan.


"Aku tidak terima!"

__ADS_1


Begitulah kata sang pria dengan mendengus dan berteriak.


Karena hal ini biasanya akan berakhir merepotkan dan berbelit-belit, itulah yang ada dipikiran Na Yueyin saat itu. Akhirnya, dia dengan cepat menunjuk ke arah seseorang. Di sana ada seorang pria yang tampak seperti bodyguard di belakangnya.


Pria yang terus menerus berlatih dan mengayunkan pedangnya itu kemudian berbalik menolehnya.


Sekarang pandangan mata orang-orang tertuju kepadanya.


"Hei, ada apa? Kenapa semua orang melihat ke arahku?"


Begitulah tanggapan pria yang mengayunkan pedang besar dengan menggunakan gelang besi pemberat di tangan dan kakinya.


"Dia kah orangnya? Apakah benar pria itu yang telah menjadi kekasihmu? Dia tampak seperti tukang pukul..."


'Perasaanku tiba-tiba menjadi tidak enak.'


Bodyguard itu membuat ekspresi malas dengan mengernyitkan keningnya.


"Daripada seorang tunangan, kau tampak lebih seperti seorang preman menurutku."


Begitulah komentar sang pria yang semakin mendekat, sedangkan sang Bodyguard hanya terdiam saja di tempatnya.


Bodyguard itu memiliki tubuh yang kekar dan tinggi, fisiknya seperti seorang remaja puber akhir, jadi tidak ada yang merasa jika pria ini sebenarnya masih berumur sembilan tahun.


"Kau juga memiliki tampang yang pas-pasan, kenapa Na Yueyin bisa memilihmu?"

__ADS_1


Alis mata sang bodyguard pun berkedut karena tidak percaya. Pria itu mencari mati rupanya.


Duel diantara keduanya dimulai dan pemenang langsung keluar saat itu juga.


"Si-siapa kau sebenarnya?"


Pria itu menatap sang bodyguard dengan lebam hitam di kedua mata dan hidung yang berdarah.


"Aku adalah Fu Juese."


Insiden itu berakhir dengan sang pria yang pulang membawa kekalahan dan juga perasaan malu. Para penonton yang melihatnya terlihat sangat kecewa karena pertempuran berlangsung singkat.


Fu Juese sekarang berjalan mendekati Na Yueyin. Tapi Na Yueyin malah berbalik untuk menjauh darinya.


Fu Juese tidak habis pikir lagi, padahal Na Yueyin memiliki kekuatan yang lebih dari dirinya. Tapi kenapa setiap ada orang yang menyatakan cintanya kepadanya, malah dirinya yang harus bertarung.


"Na!" (Ngak!)


"Kau tidak suka bertarung?"


Na Yueyin pun mengangguk, akhirnya Fu Juese berhasil mengejarnya setelah mereka berputar-putar di dalam balai pelatihan.


"Na-Na-Na!" (Aku juga sudah menolaknya, tapi masih tetap saja ada yang memaksa!)


Dengus Na Yueyin yang akhirnya membuat Fu Juese mengalah dan tidak bisa berbuat apapun.

__ADS_1


__ADS_2