
"Sekarang kalian bisa bertanya dengan dua pengawal yang lain."
Tiba-tiba Fu Juese merasakan ada sesuatu yang berbahaya mendekat.
Fu Juese pun segera berlari ke arah Tian Jian yang termangu dan kebingungan dengan semua situasi ini. Dia dengan cepat menarik kerah Tian Jian dan menghindarkannya dari pedang besar Juan Chang.
"Apa yang kau lakukan bodoh, bergeraklah!"
Hampir saja nyawa Tian Jian akan melayang saat itu juga namun Fu Juese berhasil mencegahnya.
Fu Juese tidak sempat untuk mendengarkan omelan dari Tian Jian yang mengumpat. Dia tidak mempedulikannya sama sekali dan malah melemparkannya keluar dari arena pertarungan menuju ke arah Gu Lang dan tuan putri.
Fu Juese kemudian memberikan instruksi mereka bertiga untuk pergi dari sini secepatnya keluar.
Di luar stadion Peijing seharusnya sudah selesai dengan persiapannya.
Para penonton yang melihat semua itu kemudian menggaruk kepalanya karena kebingungan.
Juan Chang terlihat sangat marah di sana sedangkan Bai Meilin terlihat menangis dan sangat terpukul dengan kepergian kembarannya.
Lalu untuk pangeran mahkota beserta paduka raja tiba-tiba saja mati di tempatnya hari ini tanpa sebab yang pasti hal itu jelas memancing emosi penonton.
Sebagaian penonton yang terlihat marah itu pun berbondong-bondong turun ke bawah untuk bertarung di arena.
__ADS_1
Bukan hanya itu saja melainkan para pendekar kerajaan juga turut mengikutinya turun ke bawah.
"Brengsk! Ini semua gara-gara dirimu!"
Juan Chang terus mengamuk di arena.
Dia mengayunkan pedang yang dua kali lipat dari ukuran tubuhnya ke arah Fu Juese berkali-kali.
"Sialan! Hanya seorang sampah saja dan kau mengacaukan segala rencana kami?!!!"
Fu Juese masih tetap tenang di sana. Dia tidak menjawab apapun yang keluar dari mulut Juan Chang.
Dirinya hanya terus sibuk menghindari setiap serangan yang datang kepadanya.
"Sayang sekali... tapi aku tidak akan mati."
"Jangan bodoh! Apa kau tidak melihat ada ribuan pendekar yang sedang berlari mengepung kita. Ini semua gara-gara dirimu!"
"Ya, aku tahu. Tapi sebentar lagi aku akan melewatimu dan menembus semua orang itu."
"Omong kosong apa itu, tidak mungkin kau bisa menembus kami semua!"
Juan Chang terus mengamuk di sana. Dia telah menyebabkan cukup banyak lubang-lubang besar di atas tanah, sedangkan Fu Juese hanya terus bergerak menghindari itu semua.
__ADS_1
Melihat sudah cukup banyak orang yang mengepung mereka berdua.
Fu Juese kemudian segera mulai melancarkan aksinya.
Dia berlari ke arah Juan Chang bersama dengan pedangnya.
Tapi di sana Juan Chang juga tidak tinggal diam, dengan pedang besarnya dia mengayunkannya menuju ke kepala Fu Juese dengan sangat cepat.
Pedang keduanya pun saling berbenturan.
Mereka berdua saling beradu keterampilan untuk beberapa saat.
Tidak ada yang mengalah diantara keduanya.
Keterampilan pedang Juan Kai yang kasar dan keterampilan pedang Fu Juese yang lembut saling bertemu sampai keduanya terlihat capek sendiri.
Keduanya ngos-ngosan dengan mulut yang terbuka bersama-sama.
Juan Kai yang melihatnya pun tidak habis pikir lagi.
Bagaimana bisa Fu Juese yang seorang pendekar bela diri dengan kelas Serigala Muda dapat seimbang melawan kelas Harimau Putih seperti dirinya.
Meski perbedaan keduanya sendiri hanya satu tingkat tapi hal itu sudah seperti jurang yang sangat dalam.
__ADS_1