
Mereka semua katanya adalah orang-orang elit dari pihak kerajaan dan memiliki keterampilan tinggi, jadi Gu Lang tidak pernah mengira jika mereka semua akan terbantai dengan sangat mudah sebelumnya.
Dirinya juga salah karena tidak mengetahui jika Fu Juese memiliki pasukan hebat seperti itu di belakangnya.
Setelah keadaan menjadi lebih kondusif Gu Lang pun menceritakan semua apa yang telah terjadi kepada semua orang.
Semua ini ternyata berasal dari ide tuan putri, Yin Zixia.
Yin Zixia ingin melihat putra Gu Lang, yaitu Fu Juese, tetapi bukan dirinya yang biasa melainkan kemampuan bela dirinya yang banyak dibicarakan oleh semua orang.
Dia menjadi penasaran bagaimanakah sosok seorang jenius yang dulunya disebut sampah itu.
Sayang sekali sang tuan putri malah melihat sosok pembunuh yang kejam dan berdarah dingin di depannya.
Dia bersama dengan orang-orangnya membantai semua orang yang ada di kamp.
"Mereka duluan yang memulai, semua ini terlalu berlebihan jika harus disebut ujian."
Begitulah tanggapan Fu Juese tentang tes kecil dari tuan putri.
"Huwaaa... penjahat ini sama sekali tidak tahu malu..."
Dan dia pun mendapatkan komentar sinis dari tuan putri.
"Seharusnya aku membawa satu peleton pasukan pendekar untukmu."
Mendengarnya Fu Juese mengernyitkan keningnya.
Karena merasa tersinggung, dirinya lalu terlibat cekcok dengan putri Yin Zixia.
__ADS_1
"Boleh saja."
Fu Juese menyeringai menantang.
"Aku mengerti, akan kukabulkan jika itu keinginanmu."
"Maka aku sudah tidak sabar lagi untuk menunggu kedatangan pasukan-pasukan dari istana kerajaanmu."
"Apa kau menantangku? Kau benar-benar ingin cepat mati rupanya."
Mereka pun masih saling berdebat dan menatap satu sama lain untuk waktu yang cukup lama.
Begitulah pertengkaran membara antara keduanya yang menurut semua orang sudah mirip seperti anjing yang menggonggong dan kucing yang mengeong itu.
Semua orang kemudian melanjutkan perjalanannya kembali ke kediaman rumah klan Fu.
Malam pun berakhir dengan cepat.
Yin Zixia terbangun dengan mata yang kucel karena sulit tidur, dia terus berjaga dan baru bisa tidur beberapa jam saja.
Yin Zixia juga terus mengusap matanya berulang kali semalaman.
Dia tidak pernah menyangka jika pasukan yang diberikan oleh Ayahnya itu akan mati semua.
'Katanya sih, mereka adalah pasukan elit... '
Yin Zixia mulai beranjak dari kasurnya.
Dia menarik tubuhnya ke atas dan meregangkan tangannya ke kanan lalu ke kiri.
__ADS_1
'Elit dengkulmu, untung saja aku tidak membawa mereka semua keluar dari kekaisaran.'
Yin Zixia masih berpakaian baju tidur yang terbuka.
Karena digunakan untuk tidur baju itupun tampak acak-acakan dan sedikit terangkat ke atas memperlihatkan pusar perutnya.
Dia tidak terlalu banyak membawa baju ganti sehingga baju Yin Zixia terlihat sangat tipis dan terbuka.
Dia melakukannya karena tidak ingin repot saja.
Yin Zixia memperlihatkan tubuh khas seorang bangsawan dan membuat siapa pun tergoda jika melihatnya.
'Tapi, aku sama sekali tidak suka.'
Yin Zixia kembali mengingat wajah orang yang menyebabkan semua ini.
Apalagi orang yang melakukannya adalah sosok dari pria menyebalkan yang sangat ingin ditinjunya.
Yin Zixia sekarang sudah bersalin dan bersiap pergi ke ruang makan.
Tidak seperti di kerajaannya Yin Zixia melihat jika di rumah ini semua orang tidak terbiasa melakukan sarapan bersama-sama.
Hanya ada Gu Lang di meja makan yang menemaninya.
Mereka kemudian sarapan dengan menghabiskan beberapa sup dan roti di sana.
Melihat situasi saat ini hal itu membuat Yin Zixia sedikit prihatin.
Pasalnya kebersamaan saat mereka makan pagi sangat menenangkan dan juga membahagiakan bagi dirinya.
__ADS_1