Catatan Sang Pendekar

Catatan Sang Pendekar
- Sisi Gelap Kekaisaran(5).


__ADS_3

"Ini namanya bau seorang pria sejati, perempuan mana paham hal itu."


"Tidak tidak, jangan bodoh dan mempermalukan nama dari bangsawan kekaisaran Jiang Hu mau itu bau apapun."


"Ini adalah bau pria sejati."


"Baiklah aku cukup tau. Jadi pergilah, Hm? Tunggu dulu..."


Yin Zixia kemudian merasakan ada yang aneh kepada Fu Juese.


"Hei, apakah kau memang setinggi ini sebelumnya?"


Fu Juese kemudian tersenyum dan tidak menjawabnya.


"Hei jawab aku!"


"Daripada berisik mending kau mengantarkanku ke kamar mandi."


"Tidak akan, sialan!"


Yin Zixia melemparkan Fu Juese kembali ke kamarnya dan membanting pintu sangat keras.


Semua orang sepertinya sudah berkumpul di ruang makan. Akan tidak sopan apabila Fu Juese menolaknya. Apalagi orang yang mengundangnya untuk makan malam di sana adalah putra mahkota Wan Feng dan Paduka Raja Wan Kai.


Di sana berkumpul semua orang keluarga kerajaan.


Fu Juese adalah orang yang paling terakhir sampai di sana.


Rupanya maksud dari acara makan malam itu hanya demi membicarakan jamuan pesta yang akan diselenggarakan untuk memperkenalkan tunangan putra mahkota mereka yaitu Yin Zixia.


Seluruh keluarga bangsawan di kekaisaran Jang Lu akan menghadiri acara tersebut. Yin Zixia juga sudah menyetujuinya.


Sebenarnya perempuan itu hanya mengangguk saja supaya acara lebih cepat selesai dan dirinya bisa pergi dari sana.

__ADS_1


Acara pesta pun akan diselenggarakan tujuh hari dari sekarang.


"Hei, kau lihat itu? Bukankah pria itu sangat aneh?"


"Kau benar..."


Para pelayan terlihat sedang menatap seorang pria yang mencurigakan.


Orang mencurigakan yang dimaksud mereka saat ini adalah Fu Juese.


"Hah... Hah... Hah... Hah..."


Seperti biasa Fu Juese terus konsisten melakukan latihannya.


Dia sedang berjalan di halaman tapi sangat lambat dan terlihat kaku bahkan siput pun bisa menyalipnya.


"Apa yang kau lakukan, bodoh."


Tian Jian tiba-tiba berdiri di belakangnya.


Dulu Tian Jian sulit untuk mengakui apakah Fu Juese ini seorang yang pekerja keras sama sepeti dirinya atau jenius yang sesungguhnya.


Tian Jian telah mengakui niat dan bakat Fu Juese tetapi dirinya tidak mengerti kenapa Fu Juese berbuat seperti itu di halaman kerajaan.


"Apakah kau tidak punya malu?"


"Diamlah, bodoh. Kau tidak akan pernah mengerti."


"Baiklah, lalu aku tidak akan mengganggumu lagi, bodoh."


Tian Jian kemudian melambaikan tangannya.


"Aku pergi dulu, bodoh."

__ADS_1


Fu Juese kemudian mendecakkan lidahnya dan kembali fokus dengan latihannya.


'Aku tahu jika kau sedang mempersiapkan sesuatu tapi aku juga tidak akan kalah darimu.'


Tian Jian kemudian mengepalkan tangannya dan bersumpah di sana.


Niat Fu Juese sudah dibaca dan tersirat sangat jelas di wajahnya, jadi tidak perlu bagi Tian Jian untuk basa basi di sana.


Tian Jian juga akan kembali menggali dirinya dan berlatih sekali lagi.


Dirinya tidak akan kalah dari Fu Juese.


"Jadi bagaimana tentangnya?"


Dengan wajah yang serius Wan Feng menanyakan sesuatu pada tiga orang pengawal di hadapannya.


"Tidak ada yang perlu pangeran mahkota takutkan."


"Kami bertiga sudah memastikannya sendiri."


"Ancaman yang paling berbahaya hanya perempuan bernama Gu Lang dan pengawal pribadi keluarga Yin, Tian Jian."


Wan Feng yang mendengarnya kemudian tersenyum puas.


"Hmm, begitu."


Ketiga pengawalnya kemudian membuka tudung wajahnya.


"Karena Gu Lang adalah seorang perempuan apalagi karena dirinya sudah menikah maka dia tidak memiliki kualifikasi untuk menantang anda."


"Dan untuk Tian Jian sendiri..."


"Taringnya itu tidak akan pernah bisa meraih bahkan seujung benang pun dari pakaian anda."

__ADS_1


"Dengan kemampuan anda yang sekarang, maka seharusnya tidak akan ada seorang pun yang bisa menandingi kemampuan bela diri anda, tuan."


Ketiganya pun menunduk dan mengakhiri laporannya.


__ADS_2