Catatan Sang Pendekar

Catatan Sang Pendekar
- Masalah teratasi dan bubarnya sekte nomer satu.


__ADS_3

"Jadi begitu."


"Na-Na...?" (Apa aku membuatmu kesusahan?)


Na Yueyin memasang wajah cemberutnya. Dia ingin menunjukkan wajah yang tampak sangat lemah dan seolah tidak berdaya kepada Fu Juese, tetapi wajah yang ditampakkannya itu malah wajah imut bak seperti kucing.


Dia sudah persis seperti kucing manis yang sedang memelas. Jika ada seseorang yang melihatnya, maka mereka mungkin akan langsung menghajar muka Fu Juese bahkan tanpa tahu mana yang benar dan yang salah.


'Baiklah, cukup. Aku tidak akan terpengaruh lagi kali ini.'


Fu Juese sudah menemukan hal yang seperti ini beberapa kali, dan selalu terkena jebakan yang sama terus menerus. Jadi, dirinya harus mempertegas segalanya sekarang.


Fu Juese kemudian memberikan ceramah panjang lebar kepada Na Yueyin.


"Jadi begitu apa kau mengerti?"


Na Yueyin akhirnya mengangguk.


"Baguslah jika kau sudah mengerti. Akan aku berikan sedikit tips mulai dari sekarang, tidak masalah jika kau ingin menolaknya, dan jangan pikirkan perasaan orang-orang itu, cukup langsung katakan saja dengan tegas. Apa kau mengerti?"


"Na-Na-Na..." (Mungkin aku lebih baik menolaknya secara langsung?)


"Benar, bahkan tidak masalah jika kau mengatakan kalimat yang seperti ini, 'Dasar Najis! Berkacalah dulu bodoh, sebelum kau melamarku!' begitu."


Na Yueyin yang seperti kertas putih pun mengangguk.

__ADS_1


Sejak hari itu dia mengatakan apa yang ada di dalam hatinya, sebebas dan sekeras mungkin.


Pria-pria yang menyatakan cintanya pun mendapatkan perlakuan yang dingin dan kejam darinya. Sedangkan orang yang memulai semua itu, terlihat terus tertawa dan menjalani hidup yang lebih tenteram.


Satu tahun akhirnya kembali berlalu. Hari ini tepat satu tahun dirinya terbebas.


Seorang pria dengan usia pertengahan keluar dari sel dan berjalan keluar dari markas pusat penjara. Dia adalah si kumis lele.


"...Lama sekali."


Tepat setelah sepuluh langkah dirinya berjalan dari gerbang markas pusat, tiba-tiba bayangan hitam muncul dari belakangnya.


"Tidak kusangka jika diriku akan masuk ke dalam penjara."


"Maaf, karena aku tidak bisa menemukan calon yang layak untuk wadah tubuh baru 'tuan besar'."


"Tidak masalah, karena aku telah berhasil menemukan 'orangnya'."


Pria misterius dengan mengenakan topeng aneh kemudian memberikan topeng emas kepada orang yang berdiri di depannya.


"Benarkah?"


Ekspresi wajah si kumis lele seketika berubah.


"Ya. Wadah 'Chun Ma' berhasil ditemukan."

__ADS_1


"Kalau begitu, kita tidak perlu lagi berpura-pura?"


"Benar. Kau bisa mengeluarkan seluruh tenagamu tanpa menahan diri lagi, sang legenda, Baek Sang Su."


Baek Sang Su kemudian tersenyum lebar dan meraih topeng emas itu.


Sebelumnya dia telah melepaskan topeng kulit, dan wajahnya menjadi bentuk yang berbeda seperti orang lain. Inilah wajahnya yang sebenarnya.


"Benar seperti itu, aku lebih menyukai wajahmu yang asli, tuanku."


"Hmm... kurasa aku juga sedikit kangen dengan wajah ini, hahaha! Baiklah, cepat ceritakan semua yang telah terjadi di luar selama aku di penjara."


"Baik, tuanku."


Di dalam perjalanan mereka pria misterius itu menceritakan semuanya, Baek Sang Su yang mendengarkan hanya mengangguk mengerti beberapa kali.


"Jika semuanya berjalan lancar, sesuai dengan ceritamu, maka kita bisa langsung memulai rencana."


Dua tahun kemudian, Sekte Barakuda Ungu tiba-tiba dibubarkan.


Perkumpulan mereka seolah menghilang seperti ditelan bumi seolah sebutir pasir. Sekte Barakuda Ungu yang menghilang dalam semalam saja, akhirnya membuat heboh seluruh kerajaan.


Pasalnya kekuasaan mereka sudah bukan main-main lagi, dan bahkan hampir ada di setiap seluruh wilayah kerajaan istana Yin.


Mereka ada sampai 70% di seluruh wilayah. Tidak ada yang tahu bagaimana mereka berakhir, tetapi rumor mengatakan bahwa mereka bukannya bubar melainkan berganti menjadi sekte hitam yang lain dan yang lebih kejam.

__ADS_1


__ADS_2