
Yin Zixia kemudian menceritakan segalanya kepada Fu Juese.
'Cinta, huh? Aku tidak punya waktu untuk memikirkannya.'
Merasa tidak mendapat jawaban apapun dari Fu Juese, Yin Zixia segera berbalik pergi kembali ke kamarnya. Namun sebelum dirinya pergi Yin Zixia tiba-tiba mendengar sesuatu dari belakang kamar Fu Juese.
'...Kurasa itu ada satu, karena saat aku membayangkan kehilangannya hatiku menjadi sakit.'
'Jadi apakah itu adalah artinya?'
Tidak ada jawaban apapun. Tidak ada suara yang keluar dari kamar Fu Juese.
Seketika koridor menjadi sangat sepi.
Yin Zixia kemudian mulai berpikir di sana. Jadi apakah ada orang yang bisa membuatnya merasakan semua itu.
Yin Zixia lalu mengingat semua orang yang telah ditemuinya selama ini. Siapa orang yang mungkin mampu membuatnya kehilangan.
Sampai beberapa menit berlalu dan pada akhirnya dirinya tidak bisa menemukan satupun.
Saat turnamen dimulai Yin Zixia terkejut melihat sifat asli Wan Feng.
Dia membunuh salah satu bangsanya sendiri dengan begitu mudahnya di sana.
Dirinya menjadi ketakutan saat membayangkan hal itu terjadi kepada dirinya sendiri.
Apa yang akan terjadi jika dirinya benar-benar menikah dengan pria seperti itu
'Apakah ini karma bagiku?'
Itulah yang dipikirkan Yin Zixia saat melihat Wan Feng.
__ADS_1
Sesaat Yin Zixia menjadi lega melihat Tian Jian yang berdiri di arena untuk menantangnya. Dia memang menepati janjinya kepada dirinya bahkan memenangkan pertarungan itu demi dirinya.
Tapi ada satu orang lagi yang tiba-tiba mendekat dan menantang Tian Jian. Inti acara festival pertunangan antara kedua kekaisaran kemudian mulai berubah.
Dia berdiri di arena dengan seringai yang menakutkan menunjuk Tian Jian.
Yin Zixia bahkan memeluk dirinya sendiri saat melihat semua itu.
'Apakah dunia memang semenakutkan seperti ini sebelumnya?'
Yin Zixia bingung harus meminta bantuan pada siapa lagi. Dia hanya mengenal sosok paling kuat yang terus selalu bersamanya itu.
Dia adalah Tian Jian. Namun sekarang Tian Jian yang kuat itu bahkan terlihat sangat kesusahan untuk berdiri.
Sampai satu orang pria yang seusia dengannya tiba-tiba berdiri di hadapannya.
Dia belum pernah melihat sisi ini sebelumnya dari sang pria.
Saat itu dirinya terlihat sangat bisa diandalkan.
Dia meminta Gu Lang untuk melindunginya dan menyuruh semua orang untuk jangan pergi dari sisinya.
Pria itu padahal memiliki postur tubuh yang kecil, dia sedikit lebih kekar daripada pria-pria seusianya. Pria itu juga sebaya dengannya. Tetapi pria itu bisa berubah bijaksana dan aura keberadaannya cukup membuat semua orang mendengarkannya.
'Tidak. Jangan pergi, bahkan Tian Jian yang kuat pun tidak dapat melakukan apapun... dirimu tidak akan bisa merubah keadaan di sana...'
Begitulah isi hatinya namun tidak ada satupun dari kalimat itu yang keluar dari mulutnya.
Dia begitu ketakutan sampai tidak bisa berpikir dengan jernih dan pria itupun lalu pergi begitu saja.
Beberapa menit kemudian mata Yin Zixia dibuat terpana.
__ADS_1
Anehnya pria itu sama sekali tidak terluka dan malah dengan gagah berani memenggal kepala musuhnya satu demi satu.
Yin Zixia kemudian melarikan diri dan pergi meninggalkannya bersama semua orang setelah keadaan seluruh stadion mulai berubah mencekam.
'Tidak! Tidak! Tidak!'
Rasanya dirinya ingin menjerit saat itu juga.
"Fu Juese...!!!"
Tangannya ingin sekali menggapai pria itu dan mengajaknya pergi dari sana.
Tapi sayang sekali tangannya yang mungil itu tidak pernah bisa mencapainya.
Yin Zixia tidak bisa berhenti menangis bahkan setelah dirinya aman bersama dengan semua orang.
Dirinya baru berhenti menangis setelah pria itu muncul di depannya dengan keadaan baik-baik saja.
"...Fu Juese?"
Dia langsung memeluk erat pria itu.
Fu Juese yang kebingungan dengan situasi tersebut hanya bisa pasrah dan menerimanya.
Yin Zixia tidak tahu lagi bagaimana cara Fu Juese agar bisa terlepas dari cengkraman ribuan pendekar di luar sana.
Tetapi yang paling penting untuk sekarang yaitu dirinya menjadi lega setelah kedatangannya.
Yin Zixia pun sama sekali tidak mempedulikan apapun untuk saat ini.
'Ah...'
__ADS_1
Dia kemudian menjadi sadar.
'Apakah aku telah jatuh hati kepada pria ini?'