Catatan Sang Pendekar

Catatan Sang Pendekar
- Berlari! Kabur!(2).


__ADS_3

Fu Juese yang mampu mengabaikan tingkatan sebanyak itu jelas melebihi seorang monster.


Juan Chang juga cukup heran dengan teknik Fu Juese saat bertarung.


Tangan dan senjatanya selalu diselimuti oleh bayangan hitam.


Apalagi bayangan hitam ini tidak bisa dirobek atau pun dihancurkan.


'Sebenarnya apa bayangan itu?'


Belum pernah dirinya menemui yang seperti itu sebelumnya.


Suara derap langkah kaki mulai terdengar bergemuruh dan semakin mendekat.


"Sepertinya kita berdua terjebak di sini."


Setelah melihat ke segela arah Fu Juese sangat yakin jika mereka berdua telah terkepung.


Ada puluhan lebih bahkan mungkin ratusan orang yang menuju ke arahnya.


"Bagaimanapun aku senang bisa melawan seorang pendekar muda sepertimu."

__ADS_1


Juan Chang terus tersenyum bahkan sejak pedang mereka berbenturan pertama kali. Sudah lama dirinya tidak berkeringat sampai seperti itu.


"Sayang, langkahmu harus berhenti di sini, padahal aku yakin kau pasti akan bisa menjadi Pendekar Naga suatu saat nanti. Sayang sekali..."


"Aku juga senang bisa mengenal anda tuan tetapi aku harus pergi sekarang juga."


Mendengarnya Juan Chang pun tertawa kecil.


Dirinya tidak habis pikir bagaimana bisa pria kecil di depannya itu terus menghiburnya walau keadaan sudah sangat kacau balau seperti ini.


Di depan mereka sudah ada puluhan orang dengan seragam kerajaan, di kanan mereka sudah ada orang-orang yang menarik senjatanya, lalu di belakang mereka orang-orang sudah menyiapkan tali untuk mengikatnya.


Keduanya masih terus bertempur di atas arena.


Juan Chang tiba-tiba memberikan ayunan pedang yang sangat kencang ke leher Fu Juese. Dia mengerahkan segalanya pada ayunan itu.


"Lebih baik kau mati di sini bersamaku..."


Tapi sekali lagi. Tidak pernah disangka-sangka. Fu Juese ternyata mampu menghindarinya.


"A, Ap-- Apa?!"

__ADS_1


Jika dilihat dengan baik hal itu sama sekali tidak bisa disebut dengan menghindar karena Fu Juese yang dengan gagah berani berdiri dan menerimanya begitu saja. Akan lebih tepat jika menyebutnya tembus pandang.


Pedang besar Juan Chang menembus begitu saja kepala Fu Juese layaknya dia adalah seorang hantu.


Juan Chang kemudian berpikir apakah hal ini mungkin dan benar-benar nyata. Sekali lagi baru pertama kali dirinya melihat hal yang seperti itu.


Pertama, ada bayangan hitam yang mengerikan dan sekarang ada bayangan seorang hantu yang bisa menembus apapun.


'Apa sebenarnya tekniknya itu? Apakah bisa manusia mempunyai dua teknik di dalam tubuhnya?'


Tubuh Fu Juese terlihat redup seperti sebuah bola lampu yang kehilangan cahayanya. Tubuhnya sedikit transparan sampai-sampai pemandangan di belakangnya pun ikut terlihat.


Setelah mengabaikan ayunan lebar dari Juan Kai sebelumnya. Dengan kecepatan penuh Fu Juese terus berlari dan berlari sampai dirinya pun berhasil keluar dari stadion.


Sesekali senjata-senjata terlihat ingin menggorok lehernya sampai seluruh anggota badannya dalam usahanya melarikan diri tersebut. Namun Fu Juese terus mengabaikan ratusan orang yang mengepungnya ini dan tetap keluar dengan selamat tanpa mendapatkan satu pun luka di tubuhnya.


Tidak ada seorang pun yang mampu menggores Fu Juese.


Ratusan orang ini yang dilewati layaknya seonggok sampah di jalanan tidak habis pikir mengetahui senjata bahkan energi spiritual mereka sama tidak berguna kepadanya.


Mereka sampai berhenti bergerak untuk mengetahui fenomena apa yang barusan itu terjadi namun tidak segera menemukan jawabannya.

__ADS_1


__ADS_2