
Setelah selesai membalik harmoni energi Yin dan Yang di dalam dirinya. Fu Juese pun mencabut jarum yang menancap di tubuhnya.
Dia mencoba untuk berdiri namun tidak bisa. Dirinya terus menerus mengerang mencoba sekeras mungkin sampai tenaganya habis tapi tetap tidak bisa.
Tubuhnya berasa ditekan oleh ratusan ribu kilo besi dari atas. Bukan hanya itu tiba-tiba tulangnya berasa menjadi lembek seperti bubur dan otot-otot yang telah dibangunnya selama ini terus dikoyak hingga menipis.
Muka Fu Juese bahkan dibuat sampai memerah karena tekanannya.
Fu Juese tidak pernah membayangkan akan menjadi seperti ini sebelumnya.
Dia berpikir jika hanya untuk berjalan saja mungkin dirinya akan bisa melakukannya. Hal ini sungguhan membuatnya mirip seperti seorang bayi.
Tubuhnya sangat lemas bahkan untuk mengangkat jarinya saja dia tidak mampu.
Fu Juese hanya mampu menggerakkan mulutnya saja.
Sepertinya dirinya akan terus berbaring selama seharian di dalam kamarnya.
"Tapi aku tidak bisa membiarkan itu."
Fu Juese memaksakan tubuhnya. Selangkah demi selangkah dia mulai mencoba untuk berdiri. Meskipun harus jatuh bangun sampai ratusan kalipun atau menggunakan pegangan dari benda-benda di sekelilingnya.
Dia tetap tidak akan menyerah.
Fu Juese akhirnya bisa berdiri juga.
Dia tersenyum karena membuat pencapaian yang bagus.
__ADS_1
Fu Juese lalu menatap pintu kamarnya. Kali ini targetnya adalah berjalan keluar.
Dia mulai memaksakan kakinya untuk berjalan.
Fu Juese bahkan memapah kakinya sendiri untuk bergerak menggunakan tangannya. Dia mengangkatnya satu persatu sampai akhirnya dirinya mulai terbiasa sendiri.
Fu Juese pun ngos-ngosan dengan keringat yang mengucur deras layaknya dirinya sedang mandi di sana, padahal dirinya baru seleselai tiga langkah saja saat itu.
Saat mencapai gagang pintu pun Fu Juese sudah setengah sadar. Satu langkah saja maka dirinya pasti akan pingsan di tempat seketika.
Saat membayangkan kejadian itu dirinya menjadi teringat dengan Na Yueyin.
'Nah, apa yang dilakukannya sekarang ya?'
Fu Juese pun membuka pintu kamarnya. Dia berhasil mencapai tujuannya.
Fu Juese sungguh pingsan di tempat seketika.
Belum sempat Fu Juese menyentuh tanah tiba-tiba ada seseorang yang menangkapnya.
Kejadian ini sama persis seperti yang dialaminya di masa lalu.
"Apa sih yang sebenarnya kau lakukan, huh?"
Tapi sosok yang menangkapnya bukanlah Na Yueyin.
Dia adalah sosok tuan putri manja dan egois.
__ADS_1
"...Yin... Zixia?"
"Aku ke sini hanya ingin memberitahumu saja jika makan malam akan segera dimulai tapi apa yang malah kau lakukan? Kau tidak sedang minum kan?"
"Hah?"
Fu Juese segera mengerutkan dahinya.
Apa yang sebenarnya dibicarakan tuan putri ini mengenai dirinya barusan.
Tapi setelah Fu Juese kemudian melihat ke sekitar. Dia baru sadar jika dunia sudah berubah menjadi gelap.
Fu Juese melakukan latihan saat fajar baru menyingsing dan sekarang tiba-tiba langitnya berubah menjadi gelap.
Fu Juese merasa bahwa semua itu berlangsung seperti halnya baru beberapa jam saja.
Tapi kenapa dalam satu kedipan mata semuanya sudah berubah menjadi hitam?
Fu Juese sama sekali tidak menyadarinya.
"Hei, Halo... apakah kau mendengarkanku? Aku ada di sini loh..."
"..."
"Hei apa kau menganggapku patung?"
"Ish, terlalu berisik. Ayo pergi sekarang."
__ADS_1
"Tapi kau bau sekali, aku sarankan kau untuk mencuci tubuhmu terlebih dahulu."