
Lima anak ajaib. Jika di buku catatan yang ditulis pak tua, anak ajaib hanya ada lima saja. Itu yang sebenarnya dan yang seharusnya terjadi sekarang. Namun dengan tambahan Fu Juese dan Na Yueyin, anak ajaib itu telah bertambah jumlahnya dan menjadi tujuh.
Para anak-anak ajaib adalah mereka para bocah-bocah yang memiliki seni bela diri dengan kualitas dan bakat jauh di atas rata-rata dari usia sebayanya.
"Apa?Jadi maksudmu, singkatnya saja, bukankah mereka adalah monster?!"
Ho Tiang menelan ludah setelah baru menerima pertama kali informasi semacam itu. Yan Huanran yang melihat ekspresi pak tua, menahan diri agar tidak tertawa karena reaksinya.
Bocah-bocah para anak ajaib itu sudah tidak bisa hanya dikatakan jenius saja, mereka adalah manusia yang diciptakan khusus untuk dunia bela diri.
Bakat mereka langka. Bakat yang hanya bisa ditemukan seratus tahun sekali.
"Dan sekarang, bocah-bocah itu lahir di tahun yang sama..."
Yan Huanran menutup ceritanya.
Mata Ho Tiang kemudian terus menatap ke arah Fu Juese, rasanya dia menginginkan bocah itu menjadi salah satu bagian sekte aliran hitam.
Fu Juese masuk setelah Peijing lalu beberapa saat kemudian Na Yueyin muncul di belakangnya. Orang-orang kembali menjadi heboh setelah melihat Na Yueyin, kasus itu sama persis seperti yang dialami Fu Juese.
"Aku tidak tahu jika kau juga akan ikut ujian tahun ini, Fu Juese."
Peijing menyambut Fu Juese setelah melihatnya, namun beberapa detik kemudian ekspresinya segera berubah karena kini dia tahu, jika dirinya menjadi tidak terlalu tersorot oleh guru-guru dari sekte aliran besar.
"Jika saja aku tahu akan begini, lebih baik aku mendaftar untuk tahun depan."
Peijing pesimis akan kemenangan seketika. Harapannya telah pupus untuk menjadi yang kedua, ketiga, maupun kelima. Dari awal dia tidak bermaksud mengincar posisi pertama.
__ADS_1
"Aigo, Peijing, jangan menyerah sebelum bertarung. Perang masih belum benar-benar dimulai."
"K-K, Kau benar! Aku tidak akan kalah. Ujian setiap tahun selalu berbeda, aku akan menunjukkan kemampuanku."
Fu Juese tersenyum setelah melihat Peijing sudah kembali pulih.
"Na-Na." (Tapi itu tidak mungkin Peijing.)
"Hei, apa yang dikatakan Na Yueyin, Fu Juese?"
Fu Juese menggigit ibu jarinya. Dia kesulitan menerjemahkannya.
"Na-Na-Na." (Kalau hanya segitu saja kemampuanmu, kau tidak bisa masuk di sekte mana pun.)
"Fu Juese bisa tolong jelaskan kepadaku apa yang dikatakan Na Yueyin tentangku?"
"Na!" (Bukan!)
Na Yueyin cemberut karena bukan itu yang dikatakannya.
Seharusnya semua orang telah berkumpul, balai pelatihan juga sudah penuh sesak dengan orang-orang. Lalu kenapa panita masih belum memulai ujian sekte mereka.
'Apa mereka sedang menunggu sesuatu?'
Sebuah pintu terbuka, munculah seseorang dari sana. Kegemparan kemudian terjadi.
"Bukankah dia...?"
__ADS_1
Peijing langsung mengenalinya.
"Siapa?" Fu Juese menggelengkan kepalanya.
"Dia adalah Kaibo."
"Kaibo?"
"Benar. Salah satu dari tujuh anak ajaib."
Mata Fu Juese bertemu dengan Kaibo, mereka saling menatap beberapa saat sebelum Kaibo kembali berjalan pergi meninggalkannya.
Fu Juese sudah tahu mengenai apa itu anak ajaib, siapa mereka dan bagaimana kekuatan mereka yang seperti monster. Di masa depan mereka adalah para tokoh penting dunia.
"Tunggu sebentar, tujuh katamu?"
Peijing terkejut tiba-tiba Fu Juese mencengkeram kerah pakaiannya.
"Siapa lagi dua orang yang lainnya?"
Fu Juese bertanya karena di buku catatan hanya dituliskan lima orang saja.
"Kau tidak tahu?"
Peijing kemudian menunjuk Fu Juese dan Na Yueyin bergantian.
"Itu kau."
__ADS_1