Catatan Sang Pendekar

Catatan Sang Pendekar
- Fu Guanji dan pria misterius.


__ADS_3

Di sebuah bukit yang tandus karena memasuki musim gugur, ada rombongan orang-orang yang sedang berjalan kaki.


"Kemana kita akan pergi sekarang?"


"Sepertinya tidak ada tempat yang bisa kita tuju."


"Apakah keputusan kita salah karena mengikuti tuan muda kedua?"


Mereka terlihat seolah seperti pengungsi tetapi pakaiannya berasal dari bahan kain sutra yang mahal. Mereka adalah para seniman bela diri dan orang-orang hebat di Klan Fu sebelumnya.


Rombongan itu dipimpin oleh Putra kedua, Fu Guanji beserta dengan ibunya, Hai Rong.


"Ibu, aku berjanji suatu saat nanti akan membalas semuanya!"


"Mhm. Aku mengerti, nak."


Mereka telah mendengar kematian Fu Hei dan juga bagaimana sepak terjang Fu Juese yang selama pertarungan berlangsung itu berhasil membuat banyak kehebohan.


"Aku tidak percaya jika tuan muda pertama bisa seperti itu."


"Semua orang di wilayah klan Fu menertawakannya, apalagi saat dia melakukan latihan yang mengubah hidupnya itu."


"Kau benar, api pada akhirnya tuan muda pertama berhasil melampaui bayangan semua orang."


Fu Juese adalah orang pertama di kerajaan yang telah berhasil mengembalikan inti iblis yang sudah rusak dan bahkan meningkatkannya.


"Tuan muda pertama dirumorkan memiliki dua buah inti iblis."


"Yah... aku tidak bisa membayangkan akan seperti apa masa depan tuan muda pertama."


Fu Guanji yang mendengar semua itu dari depan semakin kesal.

__ADS_1


'Cih, lagi-lagi...!!! Si keparat itu!!!"


Semakin lama dirinya mendengarnya, semakin menguat juga kedengkian di dalam hati Fu Guanji.


Rombongan itu berjalan tak tentu arah, mereka terlihat kesulitan untuk memutuskan akan pergi kemana di persimpangan jalan.


"Ibu, sebenarnya kita akan kemana?"


"Ada satu tempat yang bisa kita datangi, mereka pasti akan menyambut kita dengan baik."


Rombongan itu ada sampai ratusan lebih orang, semakin hari semakin banyak orang yang bergabung dengan mereka.


Bagaimanapun juga mereka adalah orang-orang yang berasal dari fraksi Fu Hei yang setia.


Ada juga Istri ketiga, seorang selir, dan adik-adik Fu Guanji. Saat mengetahui anggota keluarganya termasuk ke dalam salah satu rombongan, Fu Guanji menjadi sangat bahagia dan tidak bisa terus menahan senyumannya.


Hanya saja, tinggal Fu Ning seoranglah yang tidak ikut ke dalam kelompok, dan Fu Guanji sedikit menyayangkan hal itu.


"Kita akan pergi ke tempat kampung halaman Ibu."


Setelah Hai Rong mengatakannya, tiba-tiba seseorang pria berjubah dan mengenakan topeng dengan motif aneh muncul di bawah pohon.


Fu Guanji dan ibunya kemudian mengangkat tangan dan meminta semua orang untuk berhenti.


Setelah melihat kedatangan Fu Guanji, pria itu kemudian mengatakan sesuatu.


"Kau lolos."


Fu Guanji hanya memiringkan kepalanya karena tidak mengerti.


Ada seseorang pria yang mencegat perjalanannya. Dia tiba-tiba mengatakan omong kosong seperti 'kau lolos' kepadanya.

__ADS_1


'Ada apa ini?'


Saat Fu Guanji merenung sebentar, matanya tiba-tiba terlebar. Dia teringat akan sesuatu dan kembali mendongak untuk melihat wajah pria bertopeng itu sekali lagi.


"Kau... bukannya kau adalah..."


Dia adalah orang yang telah memberikan racun kepadanya.


Dia sebenarnya orang yang telah membuat hidupnya menjadi berantakan dan hancur, dia juga adalah orang yang membuatnya harus dipermalukan seperti ini oleh pria yang paling dibencinya.


"Benar. Ini aku..."


Pria itu kemudian tersenyum.


"Akhirnya aku bisa menemukan orang yang bisa menjadi wadah yang sempurna."


"Wadah?"


Fu Guanji mulai bertanya.


"Wadah apa yang kau maksud, aku tidak akan tertipu lagi sekarang!"


Ibunya bahkan sampai berbohong untuk melindunginya setelah Fu Guanji tertangkap basah memberikan racun di minuman semua orang. Hai Rong melakukan itu karena kasih sayangnya kepada anaknya.


Jika Fu Hei memberikan hukuman potong salah satu anggota tubuhnya atau disegel inti iblisnya, maka Hai Rong lah yang akan menerima semua itu.


"Tapi, jika kau ingin mencari masalah denganku maka aku akan membuatmu menyesal dan lebih baik memilih mati saja."


"Woah, benar itulah~ Ini adalah wadah orang yang tepat!"


Pria misterius itu terus menyeringai dan tertawa.

__ADS_1


__ADS_2