
Fu Juese terus berlatih setiap hari. Pagi hari dia akan berlari sampai siang kemudian makan siang bersama dengan Na Yueyin. Mereka mengobrol, berbagi cerita, dan bercanda bersama.
Saat malam, Fu Juese akan berlatih teknik pernapasan, sayangnya hal itu masih tidak berguna.
Hari-harinya terus diisi penuh dengan semua itu. Dia juga terus menambah berat beban gelang besi di tangan dan kaki.
Enam bulan kemudian berjalan sangat singkat, Fu Juese masih tetap konsisten melakukan rutinitasnya. Tapi, lama kelamaan keraguan mulai menyerang hati dan pikirannya.
"Apakah yang kulakukan ini sudah benar?"
Di buku telah dijelaskan jika Fu Juese harus terus menerus melakukan latihan itu sampai menemukan sesuatu. Sekarang pikiran Fu Juese tidak karuan.
'Apakah sesuatu itu?'
Sesuatu ini sama sekali tidak jelas dan belum muncul kepadanya. Sampai...
Brak!
Pukulan Fu Juese berhasil menembus batang pohon besar di depannya setelah sekian lama. Saat menarik kembali tangannya, mata Fu Juese seketika melebar. Dia menyadari sesuatu dan membuka kembali bukunya.
"Jadi apa ini yang selama ini kucari?"
Di dalam batang pohon dunia, bersembunyi suatu hewan. Itu adalah ulat.
"Ulat apa ini?"
Ulat itu terlihat spesial, berwarna emas namun memiliki lambang Yin dan Yang di badannya.
"Ini, jangan-jangan, ulat cina di legenda?"
__ADS_1
Fu Juese telah mendapatkan Ulat Cina Yin dan Yang Legenda. Dia secara naluriah kemudian mengetahui bagaimana cara untuk mengobati inti iblis miliknya.
"Na-Na-Na?"
"Begitukah? Apa aku terlihat jelas sangat bahagia sekarang?"
"Na!"
Fu Juese senyam senyum sedari tadi dan tidak menjawab Na Yueyin. Na Yueyin lama kelamaan menjadi kesal sendiri karena terus diabaikan, dia kemudian menggembungkan pipinya dan berniat pergi. Fu Juese yang melihat itu segera meminta maaf.
"Na-Na?"
"Apakah ini enak, katamu?"
Di depan Fu Juese ada minuman teh yang berwarna hitam, bukan hanya itu tapi makanan berwarna hitam, sup berwarna hitam, dan hidangan pencuci mulut pun ikut berwarna hitam.
Semua itu berwarna hitam karena dicampur dengan ulat cina Yin dan Yang langka. Fu Juese kemudian menyendoknya.
Tapi saat melihat hal itu, Na Yueyin menyipitkan matanya dan menarik ke dalam mulutnya. Dia mencoba mati-matian untuk tidak muntah di sana.
"Lumayan, mau coba?"
Fu Juese kemudian menyodorkan satu sendok penuh makanan ke arah mulut Na Yueyin.
Na Yueyin terkejut sebentar melihatnya, itu adalah kali pertama dirinya menerima suapan dari Fu Juese. Tidak bisa dibiarkan begitu saja kesempatan yang langka itu, dirinya kemudian berpasrah dan menerimanya.
"Nyam!"
Meski begitu, Na Yueyin juga ikut penasaran seperti apakah rasanya sampai Fu Juese pun mengatakan lumayan. Tapi setelah mengunyahnya sampai dua kali, wajah Na Yueyin tiba-tiba memucat.
__ADS_1
Fu Juese tersenyum, dia menjulurkan lidahnya, dan di sana, ternyata Fu Juese masih belum menelan makanannya.
Akhirnya Na Yueyin muntah-muntah di bawah. Rasanya sangat pahit dan sulit ditelan. Na Yueyin berkali-kali membersihkan mulutnya dengan berkumur-kumur.
"Hahaha. Kau terlalu mudah percaya."
Fu Juese sangat puas setelah menjahili Na Yueyin, sedangkan Na Yueyin kembali ngambek seperti kemarin.
Setelah meminta maaf dengan kejadian itu, kedunya pun kembali berbicara.
"Hei, apakah besok kau ada acara?"
Na Yueyin pun menggelengkan kepalanya.
Fu Juese ingin mengajak Na Yueyin untuk bertemu Gu Lang. Pembuktian yang kedua di buku catatan, berhubungan dengan kepulangan Gu Lang ke mansion. Besok sore Gu Lang akan kembali setelah dua tahun pergi.
"Maka dari itu, Aku ingin mengundangmu ke rumah."
Na Yueyin terkejut dengan perkataan Fu Juese itu, dia bahkan sampai menutup mulutnya.
'Apakah Aku mengatakan sesuatu yang salah?'
Tapi Fu Juese memiringkan kepalanya karena tidak mengerti.
'Apakah itu sesuatu yang sulit? Yang perlu dia lakukan hanyalah bertemu dengan seseorang.'
Orang itu sama-sama perempuan, tapi lebih tua dari dirinya.
'Padahal dia hanya akan bertemu dengan ibuku, apa masalahnya?'
__ADS_1
Na Yueyin membutuhkan banyak waktu sebelum menjawabnya.