
Fu Juese segera berlari dan melompat ke bawah sana.
"Tidak, tunggu-- Kakak! Ap-- Kau juga?!"
Kembali Fu Ning mencoba mencegahnya tetapi gagal dan ketika dirinya berbalik dia malah menemukan Na Yueyin yang juga ikut menghilang.
"Sial, pasangan gila itu grrrr kenapa mereka terus kompak sekali...!!!"
Fu Ning kemudian menghela napas panjang dan mencoba menenangkan dirinya agar mampu berpikir jernih.
Tidak ada yang bisa diandalkan selain dirinya sendiri.
Dia kemudian berbalik untuk melihat para pelindungnya.
Mereka tidak terlalu banyak dan hanya berjumlah sepuluh orang saja, mereka juga orang telah mendapatkan julukan dari dirinya.
Sepuluh orang itu sekarang terlihat bersemangat dan tidak sabar lagi untuk bertarung.
"Kalian berpikir kita juga akan pergi, huh? Tidak! Kita tidak akan pergi, mulai dari sini kita akan melihat situasi ke depannya."
Fu Ning tidak akan termakan dengan arus ini.
Dia ingin melihat lebih lama lagi dan memeriksa sesuatu di sana, sedangkan sepuluh orang itu tampak sedih setelah mendengarnya.
Fu Juese sekarang sudah mendarat di atas tanah, dirinya melakukannya dengan tenang dan perlahan-lahan di tengah-tengah jamuan makan malam.
Dia hanya meninggalkan sedikit asap saja di sana.
Tiga orang yang berada di dekatnya tiba-tiba terjatuh ke tanah dengan bergulingan.
Mereka bertiga telah terkena jarum kecil yang dibalut oleh cairan hijau dari Fu Juese.
Tetapi mereka bertiga tidak langsung terbunuh saat itu juga, mereka hanya dilumpuhkan untuk sementara.
__ADS_1
Ketiganya melotot ke arah Fu Juese, ingin rasanya mereka menjerit tetapi hanya jari-jari saja yang bisa mereka gerakan sampai...
"Jleb! Jleb! Jleb!"
Fu Juese menusuk tiga orang yang terkena jarumnya itu satu persatu menggunakan pedangnya.
"Aaargh!"
"Uuurgh!"
"Uggghhh!"
Berhasil membunuh tiga orang penjaga bukan berarti kamp ini bisa dengan mudah disusupi.
"Sial! Ada serangaaaan!"
Karena ada banyak sekali orang di kamp kecil ini maka keberadaannya pun dapat dengan mudah diketahui.
Na Yueyin kemudian tiba-tiba muncul di belakang orang yang berteriak tadi, dia dengan cepat langsung membungkamnya dengan menebas leher orang itu.
Setelah selesai dengannya, Na Yueyin segera berjalan kembali.
Dia bergerak ke belakang Fu Juese, mereka pun saling membelakangi antara satu sama lain di sana.
"Itu diaaa!"
"Penyusup telah ditemukan!"
Entah sejak kapan tetapi mereka berdua sekarang sudah terkepung oleh para bandit yang ada di sana.
Jumlah mereka tidak terlalu banyak dan hanya ada sekitar dua puluhan.
Tetapi keduanya tidak boleh meremehkan kekuatan dari komplotan bandit terkenal ini, meskipun jumlahnya sedikit tidak ada yang mengetahui seberapa kuat orang-orang mereka.
__ADS_1
Jika ada peluang mereka untuk langsung menghabisinya maka langsung tikam saja tanpa menunggu lebih lama lagi, bisa jadi kesempatan seperti ini tidak akan pernah datang dua kali pada mereka.
Fu Juese orang pertama yang bergerak dan Na Yueyin hanya mengikutinya dari belakang.
Fu Juese mulai dengan menyerang orang yang paling dekat dengannya tapi orang itu tidak tinggal diam saja, dia ikut mengayunkan senjatanya.
Hal yang selanjutnya terjadi adalah bukan hanya kepala orang itu saja yang terlepas, melainkan pedang orang itu juga ikut tertebas menjadi dua bagian.
Semua orang kemudian tercengang melihatnya, 'Pedang macam apa yang sampai memiliki ketajaman seperti itu?'
Setelah selesai dengan satu orang, ada seseorang lainnya yang mendatangi Fu Juese.
'Ada celah, ini kesempatan bagiku!'
Tapi Na Yueyin tiba-tiba muncul di hadapan orang itu dan memainkan tombaknya.
Orang itu langsung terjatuh ke tanah dengan tangan dan kaki terpotong.
'Apa-apaan dengan mereka berdua ini...', semua komplotan bandit yang mengepung keduanya mengucapkan hal yang sama, 'Apa mereka sebenarnya adalah monster?!?!'
Belum selesai ketakutan mereka pergi, ada serangan kejutan lagi yang datang dari arah belakang.
"Uargh!"
"Aargh!"
Dua sampai tiga orang berjatuhan di tanah.
'Apa? Ada seseorang lainnya lagi?'
Fu Ning pun muncul bersamaan dengan sepuluh naga lalu segera mengepung komplotan bandit itu dari belakang.
Sekarang keadaan telah berbalik.
__ADS_1
Semua komplotan bandit itu menelan ludahnya dengan perasaan cemas dan takut.