Catatan Sang Pendekar

Catatan Sang Pendekar
- Para anak ajaib berkumpul.


__ADS_3

Beberapa minggu telah berlalu setelah kepulangan Tuan putri dari kerajaan Yin, dan hari ini adalah hari yang spesial karena ujian seleksi masuk sekte setiap satu tahun sekali dibuka.


Karena usia Fu Juese yang sudah cukup umur untuk bergabung dengan sebuah sekte, dia memutuskan mengambil ujian itu tahun ini.


Ujian pertama diadakan di pusat balai pelatihan, tempat beberapa orang berkumpul dan berlatih mengasah tenaga dalam mereka setiap hari.


Dengan ditemani Na Yueyin mereka kemudian berangkat bersama.


Fu Juese penasaran Sekte dari aliran apa yang akan dipilih oleh Na Yueyin, tetapi apa pun itu, Fu Juese yakin jika Na Yueyin akan dengan mudah masuk menggunakan kemampuannya. Karena bagaimana pun juga Na Yueyin adalah salah satu dari seorang yang jenius pada generasinya. Semua sekte dari berbagai aliran akan berjuang memperebutkannya.


Balai pelatihan selalu dipenuhi dengan orang-orang, namun untuk hari ini balai pelatihan mendapatkan lebih banyak lagi pengunjung.


Di pintu masuk, Fu Juese harus mengantri panjang sebagai barisan paling belakang.


"Na Yueyin, jangan terlalu berlebihan, cukup berikan yang terbaik, oke?"


"Na." (Dimengerti.)


"Hm? Bukankah dia Peijing?"


Fu Juese melihat barisan di depannya, di sana Peijing terlihat sedang mengisi sebuah dokumen pendaftaran.

__ADS_1


"Jadi dia juga ikut mendaftar ujian sekte tahun ini, huh?"


Di balai pelatihan.


"Selamat datang, silakan mendaftar lebih dulu di pos pendaftaran. Oh, kau tidak perlu gugup, tidak perlu takut gagal, karena ujian bisa diambil kembali setelah tahun berikutnya. Lakukan yang terbaik saja untuk hari ini."


Seorang pria tua tengah tersenyum memberikan semangat kepada orang-orang yang mengantri di depannya. Dia adalah Ho Tiang, guru besar dari aliran hitam. Sosok penting nomor dua setelah Sekte Barakuda Ungu menghilang.


Ho Tiang merasa bersemangat melihat bibit-bibit seniman bela diri generasi muda berkumpul di satu tempat.


"Apa yang membuatmu heboh seperti itu pak tua?"


Di samping Ho Tiang muncul, Yan Huanran. Dia adalah guru besar dari aliran putih sekaligus salah satu tokoh penting di kerajaan. Perempuan yang berasal dari generasi yang sama dengan Gu Lang.


Dia datang ke sini, hanya karena rasa penasarannya saja. Yan Huanran pernah mendengar jika anak dari saingannya itu sudah menginjak umur sepuluh tahun, dia juga mendengar rumor yang menyebutkan tentang bocah jenius itu.


"Berisik! Bagaimana denganmu sendiri, apa yang membuatmu datang kemari?"


Yan Huanran memilih tidak menjawabnya. Dia mengabaikan setiap omong kosong yang kemudian keluar dari mulut kotor Ho Tiang.


Dia sangat membenci orang-orang dari aliran hitam, jika tidak karena tidak ingin melanggar perjanjian damai antara dua aliran setelah perang besar di masa lalu maka bisa jadi Yan Huanran sudah mengangkat senjatanya sekarang.

__ADS_1


"Hei dia itu kan..."


"Bukankah itu Fu Juese? Woah..."


"Dari cerita yang kudengar, dia adalah anak jenius yang bisa mengembalikan inti iblisnya dan berani menantang banyak seniman bela diri di atas tingkatannya."


Fu Juese memasuki balai pelatihan. Baru saja dia melangkahkan kakinya, semua mata langsung menyorot kepadanya dan sepenuhnya mengubah suasana di balai pelatihan.


"Siapa dia?"


Ho Tiang menjadi penasaran setelah mendengar desas-desus orang-orang di sekitarnya.


"Hehe." Entah mengapa Yan Huanran mulai tersenyum, "Apa kau tidak tau?"


Mendengar itu Ho Tiang cuman menggelengkan kepalanya, namun sebaliknya hal itu berbeda bagi Yan Huanran, di dalam dirinya tiba-tiba muncul sebuah api. Dirinya mulai bersemangat dengan kedatangan Fu Juese.


"Dasar, dia adalah salah satu dari anak ajaib."


Yan Huanran mengatakannya dengan seringai penuh semangat.


"Dia?" Sedangkan Ho Tiang masih tidak tahu apa pun dan ekspresinya masih tetap sama.

__ADS_1


"Salah satu dari anak ajaib?"


__ADS_2