
"Kakak, kau jangan terlalu keras kepala, kupikir kita harus membuat Kakak Juese--"
"Sudah kubilang... TIDAK!"
Fu Guanji tidak ingin mengakuinya.
Dia tidak akan pernah bisa menerima hal itu, dia tidak ingin jika disamakan dengan Fu Juese.
Fu Guanji sebenarnya adalah seorang bocah dengan kemampuan bela diri yang sangat menonjol, hal itu dapat dilihat dari usianya yang masih tujuh tahun dan sudah menjadi kultivator tingkat < Menengah >.
Dia juga tidak serakah. Dirinya tahu bahwa dia itu tidak akan pernah bisa berdiri di puncak dunia seni bela diri. Dia yakin, masih banyak orang yang memiliki bakat jauh melampauinya. Akan ada orang-orang yang pasti berada jauh di atasnya.
Tapi... Dalam bayangannya itu, sama sekali tidak pernah terbesit nama kakaknya sekalipun.
'Dan sekarang...'
Dirinya tiba-tiba mendapatkan sebuah perasaan, perasaan yang membuat hatinya menjadi panik dan kepalanya serasa seperti ditusuk.
'Fu Juese...'
Telah memberikan aura kepantasannya di hadapan dirinya secara langsung. Namun Fu Guanji, hanya dapat merinding melihatnya.
"Dia hanyalah seorang sampah bagi keluarga! Apa kau tidak paham itu juga, Fu Ning?"
"Baiklah K.akak, Aku mengerti."
__ADS_1
Fu Ning memilih tidak ingin berdebat dengan kakaknya untuk sekarang. Dia akan mengalah dan mencoba membujuknya kembali lagi setelah emosinya menjadi lebih stabil.
Mungkin dia merasa sangat terkejut dan sangat tertekan disaat yang bersamaan. Setelah melihat peningkatan kekuatan Fu Juese yang tiba-tiba, dia menjadi tidak tahu apa yang harus diperbuat sekarang dan hanya bisa terus marah.
"Aku bisa membantu, tapi itupun jika kalian mau, dan tentu ada syaratnya..."
Sosok pria misterius dengan topeng aneh tiba-tiba muncul. Dia tahu pembicaraan mereka, seolah-olah saja pria misterius itu telah berada di sana dari pertama dan mendengarkan mereka sudah sangat lama.
Nada bicaranya juga terdengar sangat pelan dan terkesan aneh. Dia terus tersenyum ke arah semua orang.
"Siapa sebenarnya, kau?! Bagaimana bisa masuk ke dalam kediaman kami ini tanpa seorang pun yang tahu! Asal tahu saja, kau telah melakukan pelanggaran yang berat di--"
Pria misterius ini kemudian menghilang. Dia tiba-tiba muncul di depan Fu Guanji dan langsung membungkam mulutnya. Dia berhasil melewati ketiga adik-adiknya yang lain.
Fu Guanji sama sekali tidak bisa melihat pergerakan pria misterius itu. Fu Ning juga tidak sadar sama sekali. Lalu dua orang adik kembar, mereka menjadi gemetaran karena takut.
Pria misterius itu melirik ke arah perempuan yang tengah sibuk di halaman.
Setelah beberapa saat, Fu Guanji menjadi lebih tenang. Fu Guanji sadar jika pria misterius ini bisa saja membunuhnya kapan pun, tapi dia tidak juga melakukannya. Jadi dia pikir, pria misterius ini cukup serius dengan penawarannya.
Saat mengingat kembali Fu Juese, Fu Guanji menjadi geram.
'Tapi, apakah ini benar-benar keputusan yang tepat?'
'Bukankah bertambah kuatnya Fu Juese, maka keluarganya pun juga akan menjadi semakin berkembang?'
__ADS_1
Begitulah pikiran-pikiran dari Fu Guanji, dia seketika menjadi ragu sesaat.
"Ayolah, kau terlalu lama berpikir. Jujur saja, bocah yang bernama Fu Juese itu akan bisa mengalahkanmu, kira-kira..."
Pria misterius itu sedang berpikir dan terlihat menghitung sesuatu di kepalanya. Dia terlihat sedang berbicara sendiri sampai akhirnya dia mengangguk yakin.
"Empat tahun lagi."
Mata Fu Guanji melebar. Bukan tidak mungkin jawaban pria misterius ini salah.
Namun, meskipun tidak ada bukti apapun, tapi masih ada kemungkinannya.
Buktinya adalah kekuatan Fu Juese yang sekarang. Tidak ada dari seluruh dunia, satu pun orang yang bisa menebak hasil seperti ini akan berhasil dibuat.
Semuanya bahkan menertawakan Fu Juese saat pertama kali berlatih, bahkan para pelayan yang ada di rumah ikut tertawa padanya.
Tapi, putra pertama itu malah akhirnya melampaui ekspektasi semua orang. Jika dunia melihat perkembangan yang luar biasa ini, maka sudah tidak ada lagi orang yang akan menyebutnya sampah.
Dia telah melihatnya sendiri, bagaimana kekuatan Fu Juese. Bisa jadi, tinggal menunggu waktu saja untuk semua prediksi yang dikatakan pria misterius itu benar.
"Tidak! Aku tidak mau kalah dari si sampah itu!"
Pria misterius itu pun tersenyum dan memberikan uluran tangannya. Fu Guanji kemudian menjabat tangan itu.
Fu Ning yang melihatnya pun khawatir, bukan begini maksud mereka sampai mendirikan 'fraksi' itu. Sayangnya, Fu Ning hanya mampu mengerutkan dahinya dan menundukkan kepala.
__ADS_1
Tidak ada yang bisa mencegah kakak keduanya apabila sudah membuat keputusan.