
"Tubuh yang dipenuhi dengan kebencian... Tubuh yang tidak ada lagi ruang selain membunuh dan membalas dendam..."
Pria misterius itu kemudian menjulurkan tangannya.
"Awalnya, aku sangat ingin memilih kakakmu, Fu Juese itu. Namun kemudian aku melihat lebih dalam ke dalam dirinya, sosok seorang pria berumur panjang muncul di belakangnya. Pria itu dipenuhi emosi akan balas dendam dan kebencian juga, bahkan aku bisa melihat kegelapan yang sampai menutupi langit keluar dari tubuhnya, aku merinding sesaat saat mengetahuinya."
Pria itu kemudian menarik napas dan mengeluarkannya.
"Namun sayang, bocah bernama Fu Juese itu sama sekali tidak menyatu sepenuhnya dengan bayangan itu, hanya sekitar seperempatnya saja. Dan emosinya itu masih sangat kecil dibandingkan denganmu."
"Omong kosong! Apa yang sebenarnya ingin kau katakan?!"
"Dengan emosi seperti itu, aku tahu dia akan bertambah kuat dan menjadi sosok yang luar biasa di masa depan, tetapi sayang sekali karena hal itu masihlah belum cukup untuk memenuhi persyaratan."
Fu Guanji kemudian menangkap maksud pria misterius itu.
"Cih, pergi. Aku bisa melakukannya sendiri bahkan tanpa bantuanmu!"
"Hoho, benarkah itu? Bagaimana jika kukatakan kau sama sekali tidak selevel dengan bocah Fu Juese ini."
__ADS_1
Pria misterius itu menatap tajam langsung ke arah dua mata Fu Guanji, sedangkan Fu Guanji hanya terdiam dengan tubuh yang gemetaran.
Sebentar lagi dirinya akan meledak karena terbakar emosi, tapi kemudian, "Fyuuuuh..."
Anehnya Fu Guanji tidak melakukan hal itu.
Dia mengangkat wajahnya dan menatap pria misterius di depannya.
"Baiklah."
Sekarang masuk di musim gugur dan Fu Juese masih terus rajin berlatih. Berbeda dari sebelumnya, dimana dia terus memukul pepohonan untuk mendapatkan ulat yang mampu menyembuhkan inti iblisnya. Sekarang Fu Juese berlatih di sebuah balai pelatihan, tempat semua orang-orang dari luar sekte berkumpul dan berlatih bersama.
Dia terus mengasah teknik bertarung menggunakan tangan kosong dan keterampilan berpedang. Hasilnya dalam satu tahun ini, gerakannya sudah menjadi halus dan tekanannya sangat berat seperti seorang ahli.
Na Yueyin juga ada di sana, karena dirinya sama sekali tidak bergabung dengan sekte manapun dia pun selalu berlatih di pusat balai pelatihan setiap harinya.
Na Yueyin banyak menerima perhatian dengan bakatnya itu dari orang-orang di sekelilingnya.
Banyak undangan yang mengajaknya untuk bergabung ke semua sekte. Bahkan sekte terkuat saat ini, yaitu Barakuda Ungu Sekte sampai dua kali mengajaknya untuk bergabung.
__ADS_1
Di buku catatan yang ditulis oleh pak tua, hal seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya, Na Yueyin keburu pergi sebelum menunjukkan bakatnya yang luar biasa itu.
"Uwoooh! Na Yueyin...!!! Kau luar biasa!!!"
"Kau juga sangat cantik sekali seperti malaikat hari ini!!!"
"Na Yueyin...!!! Na Yueyin...!!! Na Yueyin...!!!"
Begitupun juga hal ini. Peristiwa seperti ini belum pernah juga terjadi di masa depan.
Banyak orang-orang yang berkumpul dan mengelilingi Na Yueyin meski hanya demi melihatnya.
Na Yueyin sudah memiliki penggemarnya sendiri sekarang. Sudah banyak rumor yang beredar tentang Na Yueyin, mereka mengatakan Na Yueyin bagaikan seorang malaikat lah, bidadari lah, atau juga bulan.
Intinya, Na Yueyin sudah seperti artis dan dikenal oleh seluruh masyarakat di lingkungan sekitar.
Karena mengundang berbagai perhatian publik, sudah banyak orang yang mencoba melamarnya dari seorang saudagar kaya, bangsawan, atau tokoh terkenal.
Tapi semua itu ditolak oleh Na Yueyin dengan menunjukkan sebuah cincin di jari manisnya.
__ADS_1
Kejadiannya sama persis seperti hari ini...