
Fu Juese tersenyum. Dia tidak pernah tahu jika dirinya akan bisa mendapatkan gelar yang membanggakan seperti itu. Itu adalah panggilan khusus para anak monster di generasinya.
Gelar itu terlalu besar untuknya, sebelumnya juga dia hanyalah seorang sampah, lalu dalam waktu tiga tahun dia mendapatkan gelar semacam itu.
'Apa aku sedang bermimpi?'
Usaha Fu Juese sepertinya menunjukkan hasilnya.
"Hei, apakah anda sebenarnya adalah Fu Juese?"
Seorang biksu muda muncul tiba-tiba entah darimana.
"Ya, benar."
Mereka berdua kemudian bersalaman sedangkan semua orang yang melihatnya menjadi ribut sendiri.
"Salam kenal, aku adalah biksu kecil dari Kuil Selatan Shaolin. Namaku adalah Tong Tianba."
Ekspresi Fu Juese berubah. Dia merasa pernah mendengar nama itu entah darimana sebelumnya.
Tong Tianba memiliki hawa yang menyegarkan dan aura positif di sekitarnya. Dia terus tersenyum nyengir dengan tatapan ramah. Dia sepertinya adalah orang yang baik.
"Aku sudah cukup banyak mendengar tentangmu. Sejujurnya aku adalah penggemar darimu. Aku juga telah mengikuti kisahmu dan sepak terjangmu. Kau benar-benar seperti anak tuhan."
"Anak tuhan?"
__ADS_1
Fu Juese bingung kenapa dirinya bisa dipanggil seperti itu oleh biksu kecil ini.
Peijing yang berada di samping Fu Juese gemetaran, hal itu kemudian yang menyadarkan Fu Juese sesuatu hal tentang Tong Tianba.
"Tong... Tianba...? Salah satu dari anak ajaib?"
"Aih. Kau mengenalku? Sungguh kehormatan bagiku bisa diingat oleh anda."
"Ehem. Omong-omong, Tong Tianba, apa maksudmu barusan yang mengenaiku. Kenapa kau bisa memanggilku sebutan anak tuhan?"
"Yah, itu karena dari semua cerita yang kudengar kau sangat beruntung dan dicintai oleh-Nya."
"Haha, aku tidak seberuntung itu jika kau tau yang sebenarnya."
"Aigo, maafkan aku. Aku mengerti."
Fu Juese tidak pernah mengira jika biksu kecil di depannya itu adalah salah satu dari para anak ajaib. Menjalin hubungan dengan salah satu anak ajaib tidak buruk juga menurutnya.
Brak!
Kali ini sekelompok orang muncul, mereka adalah para bangsawan sekaligus para anak ajaib yang lain. Mereka turun dari kereta kuda masing-masing dengan sikap yang berwibawa.
Mereka bergaya dengan berpakaian mewah. Tiga orang itu adalah, Yu Jie, Liu Changhai, dan Zhang Yewen. Mereka semua adalah keluarga bangsawan sama seperti Fu Juese.
Liu Changhai tidak peduli keramaian dan langsung meninggalkan tempatnya.
__ADS_1
Yu Jie, melambaikan tangannya ke arah semua orang yang menontonnya.
"Astaga..."
Karena menganggapnya dosa mata, Tong Tianba menarik diri dan menutup matanya. Fu Juese yang melihat itu, jadi mengerti kenapa Tong Tianba sedari tadi tidak berani melihat Na Yueyin di sampingnya.
'Tapi...'
Fu Juese melihat ke arah Yu Jie sekali lagi.
'Yup. Tidak ada apa-apanya kurasa dibandingkan Na Yueyin.'
Begitulah yang mengganggunya. Dia mengeceknya sekali lagi namun langsung dijewer oleh Na Yueyin di sampingnya.
"Aw! Aw!"
"Astaga... Uhuk! Dosa mata! Haram!"
Tong Tianba sekali lagi mengalihkan matanya saat melihat wajah Na Yueyin. Dia tersedak dan terbatuk berulang kali di sana.
Peijing yang melihat hal itu tertawa memegangi perutnya, dia adalah orang satu-satunya yang menikmati momen saat itu.
Di masa depan Yu Jie adalah perempuan yang memiliki kecantikan nomer satu di kerajaan Yin.
'Tetapi itu semua dulu, sekarang ada Na Yueyin. Masa depan akan berubah.'
__ADS_1
Fu Juese tersenyum memikirkan masa depan yang berbeda.
"Na Yueyin, kumohon lepaskan sekarang."