Cewek Bertalenta

Cewek Bertalenta
Bertemu dengan Ibu Kandung


__ADS_3

Dalam hati Zyva mulai menebak nebak wanita yang ada di hadapannya saat ini.


"Miss Tina. Ini adalah salah satu siswi beasiswa yang ada di SMA Gelora Internasional. Dia merupakan siswi berbakat dalam Olahraga Renang dan mampu menguasai beberapa bidang mata pelajaran." jelas Mr Adrian.


Cara bicara Adrian membuat Zyva makin bertanya tanya, siapakah wanita yang ada di hadapannya? Jika Miss Tina yang dimaksud adalah ibu kandungnya dan ibu tiri Mr Adrian, kenapa cara bicara Mr Adrian saja terdengar sangat formal?


"Oh, jadi ini anak beasiswa yang kamu maksud? Sungguh sangat tidak menguntungkan yayasan kita jika dia hanya bisa sekolah gratis di sini. Kau tahu Adrian, aku memberikan peluang beasiswa bukan untuk diberikan cuma cuma seperti ini. Itu hanya trik untuk menarik para orang tua agar menyekolahkan anaknya disini." jawab Miss Tina. Membuat Adrian dan Zyva sangat terkejut.


Adrian sangat tidak menyangka ibu tirinya mengatakan hal seperti itu di depan Zyva. Adrian langsung memegang jari jemari Zyva, setidaknya untuk membuat Zyva sedikit tenang. Tapi Zyva langsung melepas genggaman Adrian.


"Katakan pada orang tuamu, mulai bulan depan harus membayar biaya sekolah sebesar lima puluh persen. Kamu tidak bisa juga mundur untuk tidak sekolah disini karena bulan depan ada Swimming Competition tingkat nasional." ucap Miss Tina lagi membuat Adrian kini tidak bisa menahan emosinya.


"Maaf Miss Tina..." belum sempat Adrian berbicara, Pristina langsung memotong kalimat Adrian.


"Saya tidak menerima penolakan sedikit pun Mr Adrian." ucap Pristina tegas.


"Saya akan membayar sebesar lima puluh persen mulai bulan depan." jawab Zyva mantap membuat Miss Tina langsung menatapnya sinis.


"Terima kasih banyak atas kerja samanya. Siapa namamu?" tanya Miss Tina.


Zyva sedikit enggan memperkenalkan dirinya di hadapan ibu kandungnya. Dia terdiam lama tidak menjawab membuat Miss Tina menaikkan suaranya satu oktaf. "Aku bertanya, Siapa namamu?"


"Zyva." jawaban Zyva membuat Pristina teringat tentang masa lalunya. Ia langsung memandangi Zyva secara intens.


"Sebutkan nama panjangmu dan nama orang tuamu." pinta Miss Tina berharap bahwa anak perempuan yang ada di hadapannya adalah anak kandungnya.


"Zyvanna Ray, putri dari Ray Pratama." jawab Zyva membuat Miss Tina sangat terkejut sekaligus bahagia. Putri kecil yang sangat ia rindukan kini sudah ada di hadapannya.

__ADS_1


"Mr Adrian, bisakah kau tinggalkan kami berdua? Ada yang ingin aku bicarakan dengan Zyva." ucap Miss Tina dan Adrian langsung undur diri dari hadapan Miss Tina dan Zyva.


Adrian langsung menuju ke ruangannya dan memeriksa CCTV untuk memastikan keadaan Zyva baik baik saja. Tapi Miss Tina lebih cerdik, ia langsung mematikan sambungan CCTV di ruangannya dan membuat Adrian sangat kesal.


Sepeninggalan Adrian, Miss Tina langsung menanyakan kabar Zyva keberadaan ayah Zyva.


"Maafkan saya sudah berkata yang mungkin telah menyakiti hatimu, nak. Bagaimana kabarmu, sayang?" tanya Miss Tina yang beranjak dari duduknya dan menghampiri Zyva. "Apa kau tidak mengenal mama?"


Zyva terdiam menahan rasa sakit di ulu hatinya. Ia sangat merindukan ibu kandungnya setelah sekian lama ia mendambakan kasih sayang seorang ibu. Tapi Zyva kembali teringat kesombongan ucapan ibu kandungnya barusan. Terlebih saat mengingat cerita dari ayahnya.


"Saya sangat tidak paham maksud anda Miss Tina." jawab Zyva berusaha setenang mungkin menahan gejolak di hatinya.


"Apa ayahmu tidak pernah bercerita tentang mama?" tanya Miss Tina dengan mata berkaca-kaca yang sangat ingin memeluk putrinya. "Aku adalah mamamu, sayang." ucap Miss Tina dengan suara yang hampir saja tidak terdengar.


"Aku tidak punya orang tua lagi setelah ayahku meninggal dunia." jawab Zyva mantap tanpa memandang ke arah Miss Tina sedikit pun.


Miss Tina langsung terduduk lemas memandangi putrinya. Zyva langsung berlari ke arah toilet dan menyeka air mata yang jatuh membasahi pipinya.


"Kamu tidak boleh lemah, Zyva. Kamu harus kuat." Zyva menyemangati dirinya sendiri sambil menghadap ke cermin. Zyva membasuh mukanya dan merapikan bajunya. Ia pun keluar dari toilet dan hendak menuju ke Hall.


Saat melewati depan ruangan Adrian, tangannya ditarik oleh Adrian dan kini ia berada di dalam ruangan Adrian.


"Maaf mengejutkanmu, Zyva. Apa kau baik-baik saja?" tanya Adrian memastikan keadaan Zyva. "Kumohon maafkanlah ucapan Miss Tina tadi. Aku mewakili mamaku untuk meminta maaf kepadamu." ucap Adrian dan Zyva mencoba untuk bersikap biasa saja.


"Tidak perlu mengkhawatirkanku, Mr Adrian." jawab Zyva. "I will be okay."


"Zyva, kau jangan khawatir. Aku akan membantumu untuk membayar lima puluh persen biaya sekolah." ucap Adrian yang langsung ditolak oleh Zyva.

__ADS_1


"Jangan Mr, aku bisa membayarnya sendiri. Percayalah." jawab Zyva meyakinkan Adrian.


"Begini, Zyva. Bulan depan ada Swimming Competition tingkat nasional. Kau akan kudaftarkan secepatnya. Kau juga aku izinkan berlatih renang di sekolah setiap sore harinya. Hasil yang kau dapatkan saat lomba nanti pasti akan membantumu membayar separuh uang sekolah yang dibebankan mama padamu." kelas Adrian membuat mata Zyva berbinar.


"Terima kasih sudah membantuku, kak." ucap Zyva yang tiba-tiba langsung memeluk Adrian.


Mendapat serangan tiba-tiba dari Zyva, membuat jantung Adrian hampir meloncat keluar. Pelukan Zyva membuatnya sesak nafas dan tidak mampu berkata apa-apa. Tidak hanya itu, ia merasakan celana juga sesak karena ada yang meronta ronta di dalamnya.


Zyva langsung melepaskan pelukannya saat Adrian hendak membalas pelukan Zyva. "Maafkan aku, Mr Adrian. Aku tidak ingat kalo ini masih di sekolah. Baiklah, aku akan kembali ke Hall.


Adrian masih terdiam melihat Zyva sudah berdiri dari duduknya. Tapi Zyva kembali mendekatkan wajahnya ke telinga Adrian.


"Sekali lagi terima kasih banyak ya Kak." bisik Zyva membuat Adrian langsung tegang.


Zyva langsung keluar dari ruangan Adrian membuat Adrian mengusap wajahnya kasar.


"Sialan, kali ini aku benar-benar tidak berkutik di hadapan Zyva, anak yang baru lahir kemarin sore." gumam Adrian.


"Oh My God. Kenapa kali ini aku harus merasakan jatuh cinta pada anak baru itu?" tanya Adrian dalam hati.


Adrian mengatur nafasnya untuk bersiap-siap kembali ke Hall. Sebentar lagi perhitungan suara pasti akan selesai. Baru hendak keluar dari ruangannya, Mr Luki masuk ke dalam tanpa mengetuk pintu.


"Hei wakil yayasan, aku baru saja melihat Zyva keluar dari ruanganmu dengan wajah yang sangat gembira. Apa yang sudah kau lakukan padanya?" tanya Luki membuat Adrian bingung menjawabnya karena sebenarnya justru dia tidak melakukan apa-apa pada Zyva, tapi sebaliknya. Zyva lah yang sudah membuatnya tidak berkutik.


"Aku tidak melakukan apa-apa. Aku hanya mengabarkan Swimming Competition kancah Nasional padanya." jawab Adrian membuat Mr Luki ber Oooo ria.


Keduanya kini berjalan bersama menuju ke Hall bersama.

__ADS_1


__ADS_2