
Setelah para orang tua dan siswa sudah meninggalkan gedung Olahraga, kini para guru dan yayasan pun melanjutkan rapat mereka untuk membicarakan masalah ini lebih lanjut. Zyva dan Devan masih tinggal di antara para guru dan jajaran yayasan.
Rapat kali ini di pimpin langsung oleh Mr Adrian yang di dampingi oleh Miss Auryn dan Miss Tina. Sedangkan Zyva dan Devan duduk di barisan paling belakang.
"Zy," panggil Devan pelan. "Kenapa kamu makin hari makin keren aja sih?" puji Devan dengan berbisik tepat di telinga Zyva.
"Masaaa'?" tanya Zyva dan Devan mengangguk.
"Jujur, aku jadi minder jadi suami kamu. Pencapaianmu di usia muda sangat luar biasa, sedangkan aku?"
"Ck, Devan. Kamu ngomongin apa sih." gerutu Zyva yang tidak senang dengan apa yang Devan ucapkan kali ini.
Devan menggenggam tangan Zyva dan menatap netra nya. "Istriku sangat cantik dan juga cerdas. Dan aku sampai saat ini pun belum mampu menggapai istriku sendiri." ucap Devan pelan.
"Maksud kamu apa?" tanya Zyva pelan.
Devan menarik tangan Zyva untuk keluar dari kumpulan rapat kali ini dan mereka menuju ke arah toilet, tepatnya di depan ruang ganti.
"Dev, ngapain ngajak aku kesini?" tanya Zyva.
"Ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan Zyva." netra mata Devan tampak sangat serius saat memandang Zyva kali ini.
"Aku memutuskan pindah belajar ke Luar Negeri setelah kenaikan kelas nanti."
"Whatt?!" Zyva terpekik dan Devan langsung meletakkan jari telunjuknya ke bibir Zyva.
"Jangan berteriak, sayang. Dengarkan dulu penjelasanku." pinta Devan.
"Aku hanya ingin menjadi suami yang baik untuk kamu nantinya. Jujur Zyva, aku malu terhadap diriku sendiri. Melihat istriku lebih hebat dari suaminya sendiri. Kali ini ku mohon mengertilah dengan keadaanku." jelas Devan yang tak lepas memandang Zyva.
Zyva terdiam mencerna apa yang disampaikan oleh Devan barusan. Ia sama sekali tidak menyangka Devan akan mengatakan hal demikian dengannya. Sedangkan Zyva sendiri tidak bisa memungkiri jika saat ini ia sangat sulit berada jauh dari Devan.
"Tapi bagaimana denganku? Aku tidak bisa jauh darimu." keluh Zyva.
"Aku juga sama sekali tidak bisa jauh darimu, Zyva. Tapi di sisi lain aku juga sangat ingin menjadi suami yang baik untukmu." ucap Devan.
Devan benar-benar memohon dengan sangat pada Zyva dan membuat Zyva tidak bisa menghalangi keinginan Devan kali ini. Terlebih di usia mereka berdua memang bukan usia yang tepat untuk menjalin suatu hubungan, terlebih pernikahan.
Zyva juga sadar bahwa banyak hal yang ingin ia raih selama usianya masih sangat muda. Dan kini ia dan Devan sama-sama harus mengesampingkan kisah asmara mereka masing-masing.
"Baiklah." ucap Zyva menyerah dengan permintaan Devan kali ini. "Berapa lama?" tanya Zyva kemudian.
"Delapan tahun." jawab Devan mantap.
__ADS_1
Zyva membeliakkan matanya mendengar jawaban Devan kali ini. Delapan tahun bukanlah waktu yang singkat, melainkan waktu yang sangat lama untuk Zyva.
Dengan kesal Zyva mendorong tubuh Devan. "Kamu gila, Devan!"
"Zyva. Aku akan tetap pulang satu tahun atau dua tahun sekali untuk mengunjungimu." ucap Devan memberi penjelasan.
"Terserah!" Zyva berbalik meninggalkan Devan sambil menghentak-hentakkan kakinya kesal. Kali ini ia benar-benar tidak habis fikir dengan keinginan Devan.
Devan pun mengejar langkah Zyva, sayangnya Zyva yang sudah kesal kini memberikan ancaman pada Devan.
" Jangan ikuti aku atau aku akan meminta cerai padamu!" ancam Zyva.
Devan menghentikan langkahnya dan tidak lagi mengejar Zyva. Sedangkan Zyva meninggalkan Devan dengan perasaan marah dan kesal.
...🍀🍀🍀...
Devan pun langsung menuju ke kantor papanya untuk membicarakan semua keinginannya yang pindah sekolah ke Luar Negeri. Awalnya Papa Zen tidak mengizinkan Devan dengan alasan ia masih bisa meraih segala cita-citanya di negaranya sendiri.
Sayangnya Devan tetap mantap dengan keinginannya saat ini. Hingga saat mamanya pulang bekerja pun Devan terus menyampaikan apa yang menjadi keinginannya saat ini.
Ia pun berjanji akan mengunjungi Zyva setiap tahunnya dan kembali menjadi suami yang baik untuk Zyva.
"Baiklah, Devan. Mama dan Papa akan mengizinkan keinginanmu dengan syarat Zyva juga mengizinkan itu." ucap Mama Auryn.
"Kau bisa bertemu dengan Zyva besok pagi sayang. Ini sudah sangat malam." ucap mamanya.
"Tapi, Ma ...,"
"Ikut kata mama atau izin pindah sekolah mama batalkan." ancam Mama Auryn.
Akhirnya Devan pun menurut dan masuk ke dalam kamarnya. Ia kini merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan menghubungi ponsel Zyva.
Berkali-kali panggilan Devan ditolak oleh Zyva dan menandakan bahwa Zyva masih sangat kesal dengannya.
Devan pun kini mengirimkan pesan untuk Zyva.
💌 Devan
*Maafkan aku istriku sayang sudah membuatmu kesal dan marah. Aku sungguh tidak bermaksud meninggalkanmu. Aku hanya pergi sebentar saja untuk memantaskan diriku menjadi suami yang tepat untukmu.
Ku mohon dengan sangat izinkan aku, sayang. Agar aku lebih mantap untuk melangkah dan meraih apa yang menjadi tujuanku. Aku sangat menyayangi dan mencintaimu Zyva*.
...----------------...
__ADS_1
Di sisi lain, Zyva yang masih sangat kesal kini mulai berfikir saat mendapatkan pesan dari Devan.
PoV Zyva
*Aku seharusnya berterima kasih dengan Devan yang sudah menyelamatkan semua harta ayah dengan Menikahi ku. Dia sudah mengorbankan semuanya demi membantu dan menyelamatkan diriku.
Gelora Internasional juga kembali menjadi milikku dengan bantuan Devan juga.
Huuuh! sepertinya kali ini aku terlalu egois Jika tidak mengizinkannya untuk meraih cita-citanya. Tapi aku sangat berat untuk melepasnya pergi.
Inhale
Exhale
Aku harus bersikap dewasa untuk menghadapi masalah ini. Yaah, aku harus mengizinkan apa yang menjadi keinginan Devan*.
...****************...
...Zyva pun kini mengetikkan pesan balasan untuk Devan. ...
💌 Zyva
Aku mengizinkanmu, sayang. Raihlah apa yang menjadi cita-cita dan keinginanmu. Aku akan menunggu sampai waktunya tiba untuk kita bersama. Temui aku delapan tahun yang akan datang di tempat dimana kita pertama kali bertemu.
💌 Devan
Tapi sayang, aku akan mengunjungimu setiap setahun sekali.
💌 Zyva
Delapan tahun lagi atau tidak sama sekali.
💌💌💌💌💌💌💌💌💌💌💌💌💌
Setelah pesan berbalas antara Zyva dan Devan, keduanya benar-benar tidak bertemu karena Zyva selalu saja menghindar setiap Devan ingin bertemu dengannya. Sampai selesai tes kenaikan kelas pun mereka sama sekali tidak saling berkomunikasi meski lewat ponsel sekali pun.
Hingga sampai waktunya Devan harus berangkat ke London pun Zyva tetap tidak menemuinya atau mengantar nya sama sekali.
...🍀🍀🍀...
Maaf ya readers tersayang, alurnya akan aku percepatan sampai 8 tahun kemudian saat Zyva dan Devan sudah sama-sama lulus dari jenjang kuliah dan bekerja.
Happy Reading semuanya
__ADS_1