
Liza merekam aksi mereka dari dekat dengan meletakkan ponselnya di dalam saku baju seragamnya. Sedangkan Zyva pun mendekat dari arah yang berlawanan dengan Liza.
"Bi Sum kalo lagi hamil makin cantik aja." puji Yuda.
"Aduh Den, jangan begitu. Nanti ada yang lihat loh." timpal bi Sum dengan nada ketakutan.
"Santai aja. Oh iya, aku udah buktikan kalo aku lebih cinta sama Bi Sum daripada sama Neffy." ucap Yuda membuat Zyva dan Liza saling pandang meskipun posisi mereka sedikit berjauhan.
"Tapi kasihan Neng Neffy. Dia masih sekolah Den. Kalo Bi Sum kan sudah ada suami." jawab Bi Sum sedikit menjauh dari Yuda.
"Tapi kan suami Bi Sum masih jadi TKI. Meskipun anak yang ada di perut Neffy juga anak aku, tapi aku akan lebih sayang sama anak yang ada di perut Bi Sum. Nanti malam aku datang ke rumah ya." ucap Yuda sambil pergi meninggalkan kantin.
Liza langsung berbalik pura-pura memilih makanan yang ada di setiap meja kantin. Setelah Yuda pergi, Liza pun mematikan rekamannya. Sedangkan Zyva langsung menemui bi Sum.
"Hai Bi, lagi sibuk gak?" tanya Zyva.
"Enggak Neng. Ada yang perlu dibantu?" tanya Bi Sum ramah.
"Zyva lagi gak bawa HP nih Bi, mau telfon ke rumah. Bisa pinjem sebentar gak? Nanti Zyva isiin pulsa deh, goban. Gimana?" tanya Zyva.
__ADS_1
"Goban?"
"Iya, lima puluh ribu." jawab Zyva sambil mengeluarkan uang dari sakunya.
"Boleh Neng." timpal Bi Sum sambil memberikan ponselnya dan juga memperlihatkan sandinya.
"Bi Sum tinggal goreng pisang dulu ya Neng buat rapat." ucap Bi Sum dan Zyva langsung memperlihatkan tangannya dengan jawaban OK.
Setelah Bi Sum ke dapur kantin, Zyva langsung membuka video yang tersimpan di ponsel Bi Sum. Dan benar saja, ada video saat Neffy dan Yuda sedang membicarakan tentang kehamilan Neffy.
Tidak hanya itu, beberapa pesan antara Bi Sum dengan Yuda juga dipindahkan ke ponsel Zyva dan juga beberapa foto mereka berdua.
"Playboy sih gak masalah asal gak main celap celup sana sini." ucap Zyva.
"Trus keputusan kami gimana kalo lihat begini?" tanya Liza.
"Panggil aja orang tuanya. Aku yakin papanya Yuda pasti bakal malu banget dan narik anaknya untuk pindah dari sekolah ini." jawab Zyva dan Liza hanya mengangguk anggukan kepalanya.
Setelah semuanya selesai, Zyva pun mengembalikan ponsel milik bi Sum dan segera ke ruangan Adrian. Zyva mulai membuka komputer di ruangan itu dan memindahkan beberapa file bukti kebejatan Yuda dari ponsel ke komputer yayasan.
__ADS_1
Tepat saat Zyva selesai memindahkan data data tersebut, Adrian selesai dari meetingnya. Zyva langsung memperlihatkan pada Adrian dan juga Miss Auryn. Keduanya pun sama-sama bangga melihat kerja keras Zyva dalam menguak dan mendapatkan bukti-bukti ini.
Adrian dan Miss Auryn langsung memanggil Yuda setelah mereka mendapatkan bukti yang kuat. Adrian hampir saja hilang kendali saat Yuda masih saja berkelit saat ditanya oleh Miss Auryn.
"Miss hanya minta kamu jujur, Yuda. Karena Miss Auryn dan Mr Adrian sudah mendapatkan bukti yang jelas tentang kebohongan kamu." ucap Miss Auryn membuat Yuda langsung menundukkan kepalanya.
"Maaf Miss, saya tidak paham dengan segala tuduhan Miss. Selama ini saya tidak pernah berbohong." timpal Yuda menerka-nerka apa bukti yang di pegang oleh Miss Auryn.
Akhirnya Adrian memperlihatkan layar proyektor yang ada di ruangannya yang memperlihatkan video Yuda bersama Neffy.
Yuda langsung membelalakkan matanya tidak percaya. Dia bertanya - tanya siapa yang merekam percakapannya dengan Neffy saat itu. Adrian sengaja tidak memperlihatkan video yang direkam oleh Zyva dan juga Liza di kantin karena ia akan memperlihatkan itu di depan papa Yuda.
"Maaf Miss, memang saya yang menghamili Neffy. Saya mengaku khilaf." ucap Yuda yang sudah sangat terdesak.
"Saya akan mengundurkan diri dari ketua OSIS secepatnya, tapi saya mohon jangan panggil papa saya ke sekolah Miss." pinta Yuda ketakutan.
"Sesuai dengan peraturan sekolah, kami tetap akan memanggil orang tua kamu Yuda." timpal Mr Adrian yang sudah sangat geram.
Yuda kini hanya bisa pasrah, setelah membuat surat pengakuan ia pun keluar dari ruangan Adrian dan kembali ke kelas.
__ADS_1