
Setelah memilih beberapa menu, keempat siswi Gelora Internasional itu pun duduk sambil bertukar cerita. Diantara yang lainnya, memang Neffy lah yang terlihat paling memiliki segalanya. Di usia mereka yang masih sangat belia, hanya Neffy yang selalu menggunakan barang-barang mewah yang biasa dipakai wanita dewasa kelas atas.
"Kali ini aku traktir deh, papa aku baru pulang dari Manila." ucap Neffy berbohong.
Teman-teman Neffy memang tidak ada yang tahu jika papanya adalah tersangka korupsi dan mendekam di penjara. Pernah sekali, Adel dan Dena main ke Mansion mewah Neffy, tetapi mereka tidak menemui orang tua Neffy yang kabarnya sangat sibuk.
"Waaaaah, anak sultan mah bebas kan yaaa." celetuk Adel.
Saat mereka menikmati menu pesanan mereka, Devan dan Yuda tiba-tiba datang dan ikut bergabung.
Yuda langsung duduk di antara Dena dan Neffy, sedangkan Devan duduk diantara Dena dan Zyva.
"Angga sama Nino mana?" tanya Neffy.
"Angga ada acara keluarga katanya, kalo Nino ntar lagi nyusul." jawab Yuda yang langsung memesan makanan bersama Devan.
Setelah selesai makan, akhirnya mereka berenam menghabiskan waktu bersama dengan memilih menonton bioskop. Yuda dan Neffy memilih film action. Dena dan Adel memilih untuk menonton film horor, Nino yang baru saja datang pun ikut memilih film horor demi bisa dekat dengan Dena.
Sejak awal MOS, Nino memang sudah menyimpan rasa untuk Dena. Hanya saja Nino tidak pernah memperlihatkannya di depan Dena apalagi menyatakannya.
"Tinggal kalian berdua nih yang belum pilih." ucap Neffy menunjuk ke arah Zyva dan Devan.
"Aku gak suka film action, apalagi film horor. Aku cuma suka film kartun." ucap Zyva membuat teman-temannya melotot ke arah Zyva.
"Kamu mah bocah banget sih Zy." celetuk Neffy. "Kartunnya gak ada, udah deh kamu harus pilih salah satu antara action atau horor."
"Aku ikut Dena aja, jagain dia biar gak ilang." ucap Devan.
Mendengar pilihan saudara kembarnya, Dena langsung menarik tangan Zyva untuk ikut menonton dengannya. "Kamu ikut aku aja, biar seru nonton horor bareng bareng." ucap Dena dan Zyva menurut saja.
Adel duduk di tengah-tengah Dena dan Zyva, sedangkan di samping Dena ada Nino dan Devan memilih duduk di samping Zyva. Di tengah pertunjukan, Zyva yang sebenarnya sangat tidak suka film horor akhirnya menyerah dengan alasan pergi ke toilet.
Saat mencuci wajahnya di Toilet, tiba-tiba Neffy datang dan memuntahkan isi perutnya di wastafel. Zyva langsung memijat tengkuk leher Neffy.
"Kamu sakit ya?" tanya Zyva.
__ADS_1
"Gak tau, Zy. Padahal tadi pagi aku baik-baik aja." jawab Neffy yang terlihat pucat.
"Masuk angin kali, aku ada minyak nih. Masuk ke kamar mandi yuk biar aku balurin punggungnya." ajak Zyva dan Neffy menurut saja.
"Kenapa yaaa? Akhir akhir ini tiba-tiba aku sering mual dan muntah." gumam Neffy.
Zyva kembali mengingat kejadian semalam saat ia melihat Neffy di ANCY bersama dengan om om. "Coba periksa aja deh. Biar tahu sakitnya apa. Takut lambung kamu bermasalah." saran Zyva.
"Thanks ya Zy," ucap Neffy saat Zyva selesai membaluri punggungnya dengan minyak angin. "Nanti aku ke dokter deh."
Neffy pergi meninggalkan Zyva, sedangkan Zyva kini justru berfikiran yang tidak tidak terhadap Neffy. Takut jika Neffy hamil akibat pergaulannya dengan om om yang ia lihat kemarin.
Zyva tidak kembali ke dalam teater dan duduk di tempat yang biasa digunakan untuk orang menunggu teater dibuka.
"Ternyata cewek bar bar kayak Kamu penakut juga ya." Devan berdiri di samping Zyva dan menyodorkan minuman untuknya. Ia menunggu Zyva yang tidak kunjung kembali dari toilet membuat Devan keluar dari teater mencari Zyva.
"Trus kamu juga penakut kaaan? Ngapain coba ikut ikutan keluar?" jawaban Zyva memberi pukulan telak untuk Devan. Tidak mungkin Devan menjawab kalau dia sebenarnya mengkhawatirkan Zyva. Tapi ia juga ingin dianggap penakut.
"Tampangnya aja keren, tapi nyalinya hello kitty." ledek Zyva.
"Diiiih ogah bangeeet deh." jaawb Zyva.
Setelah menunggu beberapa waktu, akhirnya Zyva dan teman-temannya memutuskan untuk pulang sendiri sendiri.
...***...
Malam harinya, Zyva kembali bekerja seperti malam kemarin. Zyva kembali bertemu dengan Om Clovis, pria yang kemarin datang bersama Neffy.
"Hai, cantik. Bisa temenin om malam ini?" tanya Clovis setelah memesan minuman pada Zyva. Clovis menatap Zyva dari atas sampai ke bawah membuat Zyva sangat risih berada di dekat Clovis.
Tidak hanya cantik, lekuk badan Zyva seperti gitar spanyol saat Zyva memakai seragam kerjanya. Rambut ikal Zyva yang bergelombang juga menambah kecantikan Zyva. Terlebih bibir Zyva yang bawahnya sedikit tebal dan terlihat sensual.
"Maaf Om, saya harus permisi." jawab Zyva yang langsung pergi menghindar.
Clovis yang ingin mengejar Zyva mengurungkan niatnya saat melihat Neffy yang tiba-tiba sudah berjalan ke arahnya. Neffy langsung mendekat ke telinga Clovis dan berbisik.
__ADS_1
"Om, aku hamil."
Mata Clovis membulat sempurna memandangi Neffy. Selama ini dia menikah dua kali tidak pernah sekalipun memiliki keturunan. Istri pertamanya meninggalkannya karena ia mandul. Bahkan Pristina juga tidak kunjung hamil setelah bertahun-tahun bersamanya.
Tetapi bagaimana mungkin Neffy kali ini mengaku hamil setelah enam bulan berkencan dengannya. "Dengan siapa saja kau melakukannya, sayang? Tentunya tidak hanya denganku, bukan?" tanya Clovis santai membuat Neffy langsung menitikkan air matanya.
"Om, selama ini aku hanya berhubungan dengan Om Clovis. Apa Om lupa kalau keperawananku juga Om yang renggut."
Clovis mengerutkan dahinya dan mengingat awal mereka berkencan. Memang ia lah yang merobek selaput dara Neffy, tapi bagaimana mungkin ia sudah tidak mandul secara tiba-tiba.
"Gugurkan saja kandunganmu." jawab Clovis yang memang sudah tidak menginginkan seorang anak di usianya sekarang.
"Om jahat. Aku tidak mau jadi pembunuh, Om."
Clovis mengusap wajahnya kasar. "Katakan apa yang kau inginkan."
"Nikahi aku om."
Permintaan Neffy membuat Clovis berfikir keras. "Kau masih sekolah, apa kau ingin putus sekolah?"
"Bukankah sekolahku milik Om, aku bisa kan ikut sekolah online dengan alasan pergi ke luar negeri."
Usul yang diberikan Neffy memang masuk akal. Tapi Clovis tidak semudah itu untuk menyetujui usulan Neffy.
"Baiklah, aku akan menuruti permintaanmu dengan satu syarat." ucap Clovis sambil mengusap air mata Neffy. "Bantu aku untuk mendapatkan gadis itu. Maka, aku akan penuhi semua permintaanmu." Clovis menunjuk ke arah Zyva yang sedang menyiapkan pesanan untuk pengunjung.
"Zyva," gumam Neffy terkejut melihat Zyva bekerja di Club Malam.
"Kau mengenalnya?" tanya Clovis dengan mata berbinar. Kali ini ia akan segera mendapatkan mangsa barunya.
"Ada apa dengannya, Om? Apa aku tidak cukup untuk Om?" Neffy memandang tajam ke arah Clovis.
"Aku sudah bosan denganmu. Lagi pula dia lebih menantang dari pada kamu, apalagi melihat bibir sensualnya. Membuat aku sangat ingin melahapnya." jawab Clovis membuat Neffy tercengang.
Sedangkan sedari tadi, Devan yang terus mengamati Zyva dari kejauhan sudah membuat perhitungan dengan Clovis saat Clovis mulai menggoda Zyva. Terlebih tatapan mata Clovis yang terlihat sangat menginginkan Zyva.
__ADS_1
"Aku harus memerintahkan seseorang untuk mengawasi mereka berdua." gumam Devan yang langsung menghubungi orang kepercayaannya di ANCY untuk memantau Clovis dan Neffy.