
Hari ini Neffy tidak berangkat ke sekolah karena sakit. Adel, Dena, dan Zyva pun berencana untuk menjenguk Neffy ke Mansionnya. Devan pun ikut menjeguk bersama Yuda, Angga dan Nino.
"Aku ikut yaa." pinta Liza melihat tidak ada yang mengajaknya sama sekali. "Aku kan juga mau masuk dalam anggota genk kalian."
"Boleeeeeeh, tapi dengan syarat." jawab Dena.
"Yapz, bener banget Den. Syaratnya gak boleh kegatelan sama Devan karena Devan itu milik Zyva." terang Adel membuat Lizaa mangangguk setuju.
Devan kali ini membonceng Yuda dan yang cewek masuk di mobil Dena. Yuda sebenarnya sedikit khawatir membawa teman-temannya menjenguk Neffy karena keadaan kemarin. Tapi Neffy sudah mengatakan masalahnya selesai dan Yuda pun mantap mengajak temannya ke Mansion Neffy.
Sesampainya di Mansion Neffy, mereka duduk di ruang tamu dan menunggu Neffy turun untuk menemui mereka.
"Mansion Neffy gede banget ya. Pantesan Neffy paling glamour diantara kita." celetuk Adel yang mengagumi kemewahan Mansion Neffy.
Tak lama kemudian Pristina keluar dengan membawa minum untuk teman-teman Neffy. Semuanya terkejut saat melihat Pristina membawakan minuman untuk mereka, terlebih Zyva dan juga Devan.
Keterkejutan Zyva ternyata langsung ditangkap oleh Pristina yang langsung meneteskan air matanya dan segera kembali ke pantry.
"Pembantunya Neffy kok mirip banget ya sama pemilik sekolah kita. Kalian lihat gak tadi guys?" tanya Angga.
Meskipun Pristina jarang ke sekolah, tetapi tampangnya tertempel di ruang milik Adrian.
"Bener banget, aku rasa itu Miss Pristina deh." timpal Dena yang memang sering bertemu saat Zyva bermasalah dengannya. "Bener kaan Zy, tadi itu Miss Pristina. Ibu kandung kamu?" tanya Dena keceplosan hingga semua mata tertuju padanya.
"Emang apa hubungan Miss Tina sama Zyva?" tanya Adel.
"Bukannya ayah ibunya Zyva udah meninggal ya, makanya Zyva tinggal di rumah Dena?" tanya Neffy yang baru saja turun dan sempat mendengarkan ucapan Dena.
"Trus kenapa juga Miss Tina jadi pembantu di rumah kamu, Neffy?" tanya Nino.
Berbagai pertanyaan keluar dari teman-teman Zyva dan kini Zyva bingung harus bilang apa. Sampai akhirnya Tuan Clovis dan Mega keluar dari kamarnya dan menyapa teman-teman Neffy.
__ADS_1
Devan dan Zyva makin terkejut saat melihat Clovis bergabung, begitu juga Clovis. Tapi ia dengan cepat menguasai keadaan.
"Kenalkan saya Niclo Alvis, papanya Neffy. Dan ini Mega, mamanya Neffy. Terima kasih ya kalian sudah mau datang ke rumah Om Clovis. Jangan sungkan, anggap saja seperti rumah sendiri." ucap Om Clovis terlihat sangat ramah.
Berbeda dengan sebelumnya saat bertemu dengan Zyva, selalu memandang Zyva dengan pandangan yang penuh nafs*.
"Maaf Om sebelumnya, pembantu om itu Miss Pristina bukan? Pemilik sekolah kami?" tanya Adel to the point.
"Tentu saja bukan, mungkin hanya mirip." jawab Clovis tidak ingin memperpanjang masalah.
Teman-teman Neffy pun ber oh ria dan melupakan ucapan Dena karena kini mereka mulai menikmati minuman dan makanan yang disediakan oleh Neffy.
Setelah merasa cukup, kini mereka pun pamit dari Mansion Neffy. Adel lebih dulu dijemput oleh abang ojol. Angga dan Nino juga langsung pulang bersama Yuda. Sedangkan Neffy masih menahan Zyva pulang karena ada beberapa hal yang ingin ia sampaikan.
"Aku tunggu di mobil ya, Zy." ucap Dena yang sudah tahu permasalahan mereka. Tapi Dena mengajak Liza untuk ke mobil lebih dahulu agar Neffy bisa bercerita dengan leluasa.
"Aku tahu kamu teman dan sahabat yang baik Zy. Please jangan bilang ke siapa siapa tentang Om Clovis." pinta Neffy.
Devan dan Zyva sama-sama mengangguk. Setelah itu mereka berpamitan pulang meskipun banyak pertanyaan yang memenuhi kepala mereka.
Saat hendak masuk ke dalam mobil, tangan Zyva ditarik oleh seseorang yang kemudian tersungkur di kaki Zyva dan memohon mohon.
"Zyva, mama mohon maafkan mama. Mama benar-benar menyesal sudah meninggalkanmu dengan ayah dulu itu. Tolong maafkan mama sayang. Kita bisa hidup bersama lagi sekarang." pinta Pristina dan Zyva hanya diam saja.
"Mama?" tanya Neffy yang kemudian keluar dari mansion karena mendengar keributan di luar.
"Pristina!" pekik Clovis dengan suara menggelegar. "Masuk!" perintahnya dan Pristina segera masuk dengan tergopoh gopoh. Sedangkan Zyva langsung masuk ke dalam mobil dan pulang.
Setelah teman-teman Neffy pulang, Clovis langsung memanggil Pristina ke ruang kerjanya.
"Kenapa kau bersimpuh di kaki teman Neffy? Memalukan!!!" hardik Clovis yang memang tidak mendengar ucapan Pristina saat itu.
__ADS_1
"Dia putriku, kumohon lepaskan aku Clovis. Izinkan aku tinggal bersama putriku." pinta Pristina sungguh sungguh.
"Dia putrimu, Zyva adalah putrimu?" tanya Clovis berkali-kali. Betapa kali ini dia merasa dunia sangat sempit sekali.
Zyva, gadis yang pernah membuatnya sempat tergugah ingin mencicipi ternyata adalah anak dari Pristina. Gadis yang sudah merebut apa yang menjadi haknya, hingga Clovis menceraikan Pristina.
"Kumohon Clovis, lepaskan aku dari penjaramu. Bukankah kau sudah akan menikah dengan Mega, kekasih hatimu? Kau juga sudah mendapatkan keinginanmu memiliki anak. Sekarang kumohon tolonglah aku. Biarkan aku menebus senua kesalahanku."
Clovis terdiam, apa yang dikatakan Pristina memang benar adanya. Dia juga sudah tidak memerlukan Gelora Internasional karena perusahaannya sudah stabil karena Adrian masih mau membantunya. Terlebih saat ini sudah ada Mega di sampingnya dan juga Neffy.
"Niclo, kabulkan saja permintaan Pristina. Setelah ini, kita bisa memperbaiki kehidupan kita ke depannya." ucap Mega yang mendengar semua percakapan mereka berdua.
Clovis memandang ke arah Mega. Lagi lagi amarahnya terredam hanya karena melihat sorot mata Mega yang sangat menyejukkan baginya.
"Kemasi barang barangmu. Mulai sekarang aku membebaskanmu, Tina. Aku juga akan mentrasfer upahmu untuk kau bertahan hidup di luaran sana. Karena aku tidak sepenuhnya yakin, Zyva segera memaafkan mu." ucap Clovis membuat mata Pristina berbinar. Ia segera keluar dari ruang kerja Clovis dan mengemasi barang barangnya.
"Kau masih tetap menjadi pria hebat yang aku kenal Niclo." ucap Mega yang kemudian duduk di meja dan berhadapan dengan Clovis.
"Tapi aku bukanlah pria yang baik, Mega. Aku sudah menodai ___"
"Sssstttt!" Mega meletakkan jarinya di bibir Clovis. "Aku akan bersamamu untuk menatap masa depan kita yang akan jauh lebih baik. Biarkan masa lalu kita ini sebagai pelajaran agar kita tidak terjebak lagi di dalamnya." ucap Mega membuat Clovis kini benar-benar bersyukur dipertemukan dengannya.
"Aku sangat mencintaimu, Mega." ucap Clovis yang kemudian menempelkan bibirnya ke bibir Mega dan menyesapnya dalam dalam.
"Masih semanis yang dulu sayang." puji Clovis dan kini ********** lagi hingga keduanya saling memagut.
Tiba-tiba Neffy masuk ke ruang kerja Clovis dan membelalakkan matanya. Pria yang dulu menjadi sugar daddynya, kini justru menjadi papanya. Kedatangan Neffy membuat Mega melepaskan pagutan Clovis.
"Upz, maaf. Sepertinya aku mengganggu kalian." ucap Neffy dan berbalik.
"Neffy!!!" panggil Clovis. "Lain kali papa akan menghukummu jika masuk tanpa mengetuk pintu." gertak Clovis membuat Neffy bergidik ngeri.
__ADS_1
"Ternyata papaku garang juga." celetuk Neffy yang kemudian meninggalkan Clovis dan Mega di ruang kerjanya.