Cewek Bertalenta

Cewek Bertalenta
Clovis' Family


__ADS_3

Zyva terus terdiam di dalam mobil. Bohong jika dia tidak memikirkan ibu kandungnya sendiri. Zyva benar-benar merasa kasihan melihat keadaan Pristina saat ini. Ia yakin, ibu kandungnya pasti menderita setelah Gelora Internasional menjadi miliknya sepenuhnya.


Tapi ia juga bingung, kenapa sekarang Neffy tinggal di rumah Om Clovis. Apa maksudnya saat Om Clovis memperkenalkan dirinya sebagai papa dari Neffy?


Sesampainya di rumah, Zyva masih terdiam. Devan dan Dena sama sama mengerti apa yang sedang Zyva pikirkan sekarang. Mereka pun hanya bisa diam dan langsung masuk ke dalam kamar mereka masing-masing.


"Kamu mau mandi dulu gak Zy?" tanya Devan dan Zyva menggelengkan kepalanya.


"Kamu duluan aja." ucap Zyva yang kemudian memencet nomor ponsel Adrian dan menelfonnya.


"*Hallo Kak Adrian. Apa aku mengganggumu?" tanya Zyva setelah panggilannya tersambung.


"Tentu saja tidak, aku baru siap siap akan pulang. Ada apa?" tanya Adrian.


Zyva pun langsung menceritakan tentang apa yang ia temui sore ini di Mansion Clovis. Tidak hanya itu, Zyva juga menanyakan tentang keadaan ibu kandungnya yang kini menjadi pembantu.


"Aku sudah lama tidak mengunjungi Papa di Mansion. Emmm, gini aja Zy. Sore ini aku akan mampir ke Mansion untuk mencari tahu. Nanti aku akan mengabarimu lagi. Bagaimana?" tanya Adrian.


"Maaf merepotkanmu, Kak." ucap Zyva diujung panggilan sebelum panggilannya diakhiri.


"Aku tidak pernah merasa repot untukmu, Zyva. See you." ucap Adrian dan panggilan pun berakhir*.


Zyva meletakkan ponselnya dan merebahkan tubuhnya di atas kasur. Hari ini benar-benar hari yang melelahkan untuk Zyva. Tak lama kemudian mata Zyva pun terpejam.


Devan yang sudah membersihkan dirinya, kini mendekati Zyva dan menyentuh pipinya. Tangan dingin Devan membuat Zyva terbangun dan membuka matanya.


"Mandi dulu gih. Biar seger." ucap Devan dan Zyva langsung bangun dan membersihkan dirinya.


...***...


Sedangkan di sisi lain, Adrian kini tiba di Mansionnya dan betapa terkejutnya dia saat melihat Neffy sedang membaca buku di taman.

__ADS_1


"Benar ternyata apa yang dikatakan oleh Zyva." gumam Adrian yang kemudian mendekati Neffy.


"Neffy," panggil Adrian. "Kok kamu ada disini?"


"Mr Adrian." Neffy sedikit terkejut melihat wakil pemilik sekolah sudah ada di hadapannya.


"Hai, Adrian. Akhirnya kau pulang juga ke Mansion." sapa Clovis sambil menepuk bahu putranya dari belakang.


"Eh, hai Pa. Aku hanya ingin mengambil sesuatu di kamarku." ucap Adrian berbohong.


"Nah, kebetulan sekali. Neffy, kenalkan ini Adrian. Putra papa. Dan Adrian, kenalkan ini Neffy. Calon adik kamu." ucap Clovis membuat Adrian mengerutkan dahinya.


"Ke ruang kerja papa yuk. Ada beberapa hal yang ingin papa sampaikan sama kamu." ajak Clovis dan Adrian pun langsung mengikuti langkah papanya.


Sesampainya di ruang kerja, Clovis langsung menceritakan tentang Mega yang menjadi masa lalunya tanpa menceritakan tentang Neffy. Clovis hanya bercerita bahwa Neffy adalah putri semata wayang Mega.


"Ini sangat mengejutkan bagiku, Pa. Lalu bagaimana dengan mama Tina?" tanya Adrian.


"Aku senang mendengarnya. Semoga papa berubah menjadi lebih baik lagi dan hidup bahagia." ucap Adrian yang langsung berdiri dari tempat duduknya karena ia merasa sudah cukup dalam mendapatkan informasi.


"Terima kasih, Nak. Kembalilah tinggal disini. Papa merindukan keluarga yang lengkap." pinta Clovis.


"Aku akan fikirkan nanti. Karena saat ini apartemen masih terasa nyaman bagiku." jawab Adrian yang kemudian pamit untuk pulang.


Saat keluar dari ruang kerja papanya, Adrian langsung berpapasan dengan Mega.


"Hai, kau pasti Adrian ya. Kenalkan aku Mega." sapa Mega dengan sangat santun.


"Senang bertemu denganmu, Mama Mega." ucap Adrian sambil mencium tangan Mega.


"Waaah, kau benar-benar tumbuh menjadi pria yang baik, Adrian." puji Mega.

__ADS_1


"Terima kasih Ma, aku juga berharap kedatanganmu di Mansion ini juga dapat menjadikan papa sebagai orang yang baik." ucap Adrian sedikit menyindir Clovis yang sudah berdiri di belakangnya.


"Hemmm, bukankah papamu ini memang sudah baik." timpal Clovis dan Mega hanya terkekeh.


Kali ini Adrian benar-benar mulai merasakan perubahan papanya dan kehangatan keluarga barunya.


"Baiklah, kalau begitu aku permisi dulu." pamit Adrian.


"Kenapa tidak tinggal disini?" tanya Mega.


"Benar, aku juga sepertinya membutuhkan sosok kakak laki-laki sepertimu, Kak Adrian." timpal Neffy membuat Adrian kali ini harus berfikir berulang kali mengenai tawaran papanya untuk kembali ke Mansion.


"Aku akan memikirkan tawaran kalian. Aku juga akan sering sering mengunjungi kalian." ucap Adrian membuat papanya tersenyum.


"Papa harap kamu memikirkan dengan baik tawaran kami." ucap Clovis penuh harap.


Adrian segera kembali ke apartemennya dan menghubungi Zyva tentang informasi yang di dapatkannya. Setelah itu Adrian kembali memikirkan tawaran Clovis.


"Papa benar-benar berubah sekarang, hanya karena Mega, cinta pertamanya." gumam Adrian. Ada perasaan gembira di hatinya melihat perubahan papa dan juga kehangatan keluarga barunya.


Tiba-tiba ponsel Adrian berdering dan muncul pesan dari papanya.


Papa Clovis


Papa akan mengadakan pernikahan weekend ini dan papa sangat membutuhkan bantuanmu, Son.


Adrian


Aku akan kembali ke mansion mulai besok dan mengurus persiapan pernikahan papa.


Setelah mendapat balasan pesan dari Adrian, kebahagiaan papa Clovis pun bertambah tambah hari ini.

__ADS_1


__ADS_2