Cewek Bertalenta

Cewek Bertalenta
Back to Home


__ADS_3

Glek! Zyva menelan ludahnya kasar saat tangan Devan mulai bergerilya di dadanya. Nafasnya mulai naik turun mengimbangi usapan tangn Devan.


"Stop! Enough, Devan." ucap Zyva sambil menahan tangan Devan.


"Owh, Okey. Aku gak akan maksa kamu Zy. Karena keputusan kamu kali ini juga sangat menguntungkan bagiku." balas Devan yang kemudian berbalik memunggungi Zyva.


Zyva menggigit bibir bawahnya. Tidak bisa ia pungkiri, sentuhan Devan membuatnya terus ingin disentuh bahkan lebih dari itu. Tapi ia masih sangat malu jika nanti dia justru mengeluarkan suara yang memalukan.


Tanpa Zyva sadari, ia membuka pengait br* miliknya sendiri dan melepaskannya pelan. Meski masih menggunakan kaos tipisnya, ujung nip**e Zyva yang menegang tampak mencu*t di balik kaosnya.


Perlahan-lahan Zyva mendekatkan tubuhnya mendekat ke arah Devan dan memeluknya dari belakang. Devan yang sudah hampir terpejam langsung membuka matanya matanya lebar saat merasakan punggungnya ada benda kenyal yang menempel dengan sempurna.


Devan masih tetap pada posisinya, membuat Zyva makin berani mengusap dada Devan hingga membuat si otong langsung ON.


"Dev." panggil Zyva. "Kamu udah tidur ya?" tanya Zyva yang terus mengusap dada Devan naik turun.


"Hemm. Aku udah ngantuk." jawab Devan berbohong. "Kenapa? Kamu berubah pikiran?" tanya Devan yang sebenarnya udah tidak tahan untuk menyerang Zyva.


"Emmmh, iya." jawab Zyva malu-malu.


"Memohonlah dengan baik Zyva. Sebab aku benar-benar sudah mengantuk. Hoaaaaam." Devan pura-pura menguap membuat Zyva yang ujungnya sudah menegang tidak punya cara lain selain memohon pada Devan.


"Dev,."


"Hemmm."


"Please, ra-b#-in da da aku." bisik Zyva membuat otong Devan makin me-nge-r*s dan terasa sempit di dalam sana.


Devan langsung berbalik dan menangkupkan tangannya ke da da Zyva dan me-ra-b# nya pelan membuat Zyva menggeliat seperti cacing kepanasan.


Sekuat tenaga Zyva menahan suaranya saat Devan mulai me-r*ma# da danya pelan. "Aku tahu kamu sedang menahan sesuatu Zyva, lepaskan saja. Jangan malu." ucap Devan.

__ADS_1


Zyva tetap tidak membuka mulutnya, tapi len-guh@nnya tetap terdengar s*k-si di teliga Devan. Devan pun mencium bibir Zyva dan Zyva langsung membalasnya.


Ciuman panas mereka membuat tubuh mereka sama sama menginginkan sesuatu yang lebih. Zyva melingkarkan tangannya di leher Devan. Dan keduanya tenggelam dalam pagutan mereka.


Akhirnya Devan memberanikan diri mengangkat kaos Zyva ke atas dan nampaklah pemandangan indah yang baru kali ini Devan lihat.


"Ini sangat indah, Zyva." puji Devan membuat Zyva yang sudah tidak karuan langsung menarik tengkuk leher Devan dan mengarahkan kepala Devan ke dadanya.


"Apa aku boleh untuk ____"


"Lakukan Dev. Aku menginginkannya." ucap Zyva membuat Devan langsung bermain di ni**le milik Zyva menggunakan mulutnya dan memainkan ujungnya dengan lidahnya secara bergantian hingga Zyva melepaskan pelepasan pertamanya.


Devan yang sudah di atas awan juga langsung meninggalkan Zyva dan pergi ke kamar mandi untuk melepaskan pelepasannya di sana.


Zyva langsung merapikan kaosnya dan memakai lagi br* miliknya. Setelah itu ia menyelimuti tubuh dan mukanya dengan selimut.


Devan yang keluar dari kamar mandi pun tersenyum melihat Zyva dan menyusulnya masuk ke dalam selimut.


"Jangan dibahas, aku malu." balas Zyva yang kemudian membalik tubuhnya membelakangi Devan.


Devan langsung memeluk Zyva dari belakang. "Kau boleh tinggal dengan ibu kandungmu Zyva. Tapi aku tidak tahu, nantinya aku bisa tidur tanpamu atau tidak." bisik Devan membuat Zyva terdiam.


Zyva juga tidak tahu nantinya bisa tidur tanpa Devan atau tidak setelah apa yang mereka lakukan akhir akhir ini. Mereka sama sama bergelut dengan fikiran masing-masing sampai keduanya benar-benar tertidur.


...***...


Keesokan paginya, Ibu kandung Zyva audah tiba di mansion membawakan sarapan untuk Zyva. Sedangkan Zyva dan Devan yang hari ini memang akan izin tidak masuk sekolah pun langsung menemui ibu kandung Zyva.


"Zyva, ini ibu masakin ayam bakar untuk kamu sayang." ucap Pristina memberikan kotak bekal yang sudah disiapkan untuk Zyva.


"Terima kasih bu. Emmm. Ibu, bagaimana kalau kita pulang ke rumah kita?" tanya Zyva. "Rumah kenangan aku dan juga ayah."

__ADS_1


Permintaan Zyva membuat Pristina meneteskan air matanya. Ia sangat terharu melihat kebaikan putrinya. "Ayah Ray benar-benar membesarkanmu menjadi anak yang sangat baik, Zyva. Maafkan ibu yang selama ini abai terhadapmu." isak Pristina dan bersimpuh di kaki Zyva.


Zyva langsung mengangkat ibunya dan memeluknya dengan erat. "Aku memaafkan ibu. Berjanjilah padaku untuk tetap di sampingku dalam keadaan apa pun bu." pinta Zyva.


"Ibu berjanji akan selalu menjagamu, Zyva. Maafkan ibu, nak." Pristina memeluk Zyva erat sampai sesenggukan.


Setelah selesai sarapan, Zyva, Devan dan ibu kandungnya bersiap-siap untuk kembali ke rumah lama Zyva. Dena dan Liza berjanjinakan mengunjungi Zyva nanti setelah pulang sekolah bersama Miss Auryn dan juga papa Zen.


Sepanjang perjalanan, Zyva banyak bercerita dengan ibunya tentang kebaikan Auryn selama ini.


"Aku sangat bahagia, karena aku sekarang punya dua ibu. Yang satu Buk-Tin dan satu lagi Buk-Ryn." ucap Zyva.


"Tapi Buk-Tin tahu kau pasti lebih menyayangi Buk-Ryn bukan?" tanya Pristina.


"Tentu saja. Tapi aku juga akan belajara menyayangi Buk-Tinku ini." jawab Zyva membuat Pristina benar-benar sangat bersyukur hari ini.


PoV Pristina


Aku bukanlah ibu yang baik untuk anak se-istimewa Zyva. Aku hanyalah ibu yang jahat dan tidak berperikemanusiaan. Tapi Zyva masih saja mau memaafkan semua kesalahanku selama ini.


Ray, kau memang benar-benar ayah yang baik. Andai saja dulu aku tidak meninggalkan kalian, pasti aku akan lebih bahagia dari pada sekarang. Maafkan aku, Ray. Maafkan aku yang sudah meninggalkanmu dan juga Zyva kecilku dulu.


Aku akan membayar semua kesalahanku pada kalian mulai detik ini. Aku berjanji pada diriku sendiri akan menyerahkan seluruh jiwa ragaku dan juga nyawaku hanya untuk kebahagiaan Zyva.


PoV Zyva


Aku kini mulai paham nikmatnya dapat memaafkan kesalahan orang yang begitu jahat padaku di masa lalu. Aku tahu, ibu tidak akan selamanya jahat terhadap aku. Dia pasti sudah mendapatkan balasan atas kejahatannya masa lalu dari Tuhan. Jadi untuk apa aku membalasnya.


Aku memang belum bisa menyayanginya seperti aku menyayangi Ayah, bu Auryn, ayah Zen, Dena apalagi Devan yang kini selalu ada di dekatku. Taoi selama buk Tin berusaha untuk berubah dan menjadi ibu yang baik, aku juga akan berusaha untuk menyayanginya.


Devan, maaf jika kali ini aku egois. Aku akan selalu menantikanmu datang ke rumahku. Fix, kali ini kita akan bener-bener pacaran.

__ADS_1


__ADS_2