
Devan mempercepat langkahnya mengejar Zyva. Kali ini Devan memang tidak membawa motornya karena tempat yang ia tuju tidak jauh dari Mansionnya. Devan kini berada tepat di belakang Zyva dan terus mengikuti langkah Zyva.
"Ngapain?" tanya Zyva sambil berbalik badan. "Ngikutin aku ya?"
"GeEr amat sih." jawab Devan mensejajarkan langkahnya dengan Zyva.
Mendengar jawaban Devan membuat Zyva diam tidak menanggapi. Mereka berdua terus berjalan tanpa saling bicara. Sampai di Halte Busway, Devan dan Zyva sama-sama menunggu dan masih sama terdiam.
Busway arah ke kost Zyva pun tiba, Zyva langsung masuk ke dalam busway diikuti oleh Devan. Kondisi dalam Busway tidak begitu ramai, Zyva langsung mencari tempat duduk dan Devan langsung duduk di sampingnya.
"Jujur aja deh. Kamu ngikutin aku kan?" tanya Zyva dan Devan langsung mengedikkan bahunya.
"Jangan ke-PeDe-an deh. Ngapain juga ngikutin cewek gak jelas kayak kamu. Kurang kerjaan aja." jawab Devan sambil memainkan ponselnya mengacuhkan Zyva.
"Enak aja cewek gak jelas." gerutu Zyva sambil memasang headset di telinganya dan mendengarkan musik. Lima belas menit kemudian Zyva turun di halte dekat kostnya tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada Devan.
Devan pun turun di halte berikutnya dan kemudian naik busway lagi yang menuju ke kompleknya.
...***...
Keesokan paginya, Zyva tiba di sekolah tepat pada waktunya. Hari ini SMA Gelora Internasional akan mengadakan pemilihan Ketua OSIS, ada beberapa kandidat pasangan calon ketua yang sangat dekat dengan Zyva saat ini. Yuda Biantara dan Angga Rival adalah salah satu calon kandidatnya.
"Zyv, vote aku ya." pinta Yuda yang tiba tiba sudah duduk di depan kursi Zyva.
Zyva yang memang sedang fokus membaca, menutup bukunya sebentar dan menoleh ke arah Yuda. "Liat nanti yaa." jawab Zyva sambil tersenyum kemudian ia kembali membuka bukunya.
"Hai Yud," sapa Neffy yang baru datang. "Dicari Angga tuh." Neffy meletakkan tasnya.
Yuda langsung berdiri "Jangan lupa pilih aku ya Neff, bilangin ama yang lain juga." pinta Yuda dan keluar dari kelas Zyva.
__ADS_1
"Zyva, tugas Mr Luki udah kelar belum?" tanya Neffy yang langganan nyalin tugas milik Zyva dan temannya yang lain.
Zyva langsung mengeluarkan buku tugasnya dan memberikannya pada Neffy. "Thanks a lot Zyvaaaa sayaaaang. Istirahat aku traktir deeeeh." ucap Neffy yang langsung menyalin tugas Zyva.
"Kamu kelihatan ngantuk banget Neff, kurang tidur ya?" tanya Zyva melihat Neffy menguap berulang kali sambil menutup mulutnya.
Adel yang baru aja datang langsung menjawab pertanyaan Zyva. "Neffy kalo abis weekend pasti nguap terus, Zyv. Tau nih anak, jalan jalan mulu kalo libur."
"Eh iya, pagi ini ternyata langsung pemilihan Ketua OSIS loh. Kalian pilih Yuda ya guys. Angkatan kita kan cuma Yuda sama Angga soalnya, calon kandidat lainnya kakak kelas kita." Adel yang baru datang langsung kasih komando di depan kelas.
Semua yang ada di kelas pun setuju atas komando Adel. Mulai Masa Orientasi Siswa baru, Adel memang sudah memiliki perasaan khusus untuk Yuda. Sayangnya Adel tidak pernah memperlihatkan perhatiannya untuk Yuda secara langsung, apalagi menyatakan perasaannya.
Pagi ini semua siswa berkumpul di Hall untuk mendengarkan visi dan misi masing-masing calon kandidat Ketua OSIS. Dena dan Devan terpilih menjadi saksi dalam perhitungan suara dan duduk di deretan paling depan.
Adel, Neffy, dan Zyva memilih duduk di paling belakang. Setelah mendengarkan visi dan misi setiap kandidat, kini Mr Adrian memberikan sambutan sebagai wakil pemilik yayasan.
"Selama ini kita gak pernah ngeliat pemilik yayasan Gelora Internasional. Sibuk banget kayaknya ya." ucap Adel pelan yang duduk diantara Zyva dan Neffy.
Setelah sambutan dari Mr Adrian, kini pemungutan suara pun dilakukan. Selesai memberikan pilihan, kini para siswa kembali duduk untuk menunggu perhitungan suara.
"Neff, kamu pucet banget deh." Zyva memegang kening Neffy. "Aku anter ke UKS yuk."
"Aku ke UKS sendiri aja Zyva," jawab Neffy yang langsung berdiri dari duduknya.
"Beneran bisa sendiri? Ntar pingsan lagi." ucap Adel yang masih fokus mengamati perhitungan suara.
Zyva langsung berdiri dan mengamit lengan Neffy. "Aku anter aja. Kamu disini dulu ya Del." ucap Zyva dan Adel mengangguk.
Sesampainya di UKS, Neffy langsung menuju toilet dan memuntahkan semua isi perutnya. "Are you okay, Neffy?" tanya Zyva dari luar toilet.
__ADS_1
Neffy langsung membuka pintu toilet dengan wajah yang sangat pucat. "Aku gak papa, Zyva."
Zyva segera memapah temannya dan merebahkannya di atas tempat tidur di UKS. "Kamu kecapekan ya. Masuk angin kayaknya." Zyva langsung mencari minyak angin dan diberikan ke Neffy. Tak lama kemudian petugas UKS datang dan Zyva menitipkan Neffy kepada petugas UKS.
Kini Zyva sudah kembali ke Hall dan duduk di samping Adel. "Kamu naksir ya ama Yuda?" tanya Zyva mengejutkan Adel yang sedari tadi memandangi Yuda dari jauh.
"Apaan sih, ngarang aja kamu nih." jawab Adel dengan wajah yang mulai memerah.
"Udah jujur aja lagi. Kayak ama siapa aja." ucap Zyva membuat Adel makin tersipu.
"Yuda tampan banget kan Zy?" tanya Neffy.
"Relatif itu mah. Tergantung siapa yang lihat aja. Kalo yang lihat lagi naksir ya pasti menilai dia tampan." jawab Zyva yang lagi-lagi membuat wajah Neffy merona.
"Dari awal MOS ampe sekarang Zy, pesonanya Yuda emang beuuuuh. Bikin gak bisa tidur deh." bisik Adel membuat Zyva hanya tersenyum.
"Jangan bilang-bilang ama yang lain ya. Malu aku." pinta Adel mengingat baru Zyva yang tahu bahwa dirinya menyimpan perasaan untuk Yuda.
"Iya deh." jawab Zyva.
Dari kejauhan, terlihat Mr Adrian berjalan ke arah mereka membuat Adel menyikut Zyva.
"Zyva, saya tunggu di ruangan saya. Ada informasi yang akan saya sampaikan." ucap Mr Adrian pelan sambil melewati Zyva dan Adel.
"Ehmmm. Kayaknya Mr Adrian naksir sama kamu, Zy." bisik Adel. "Tapi sayang udah ketuaan kalo buat kita kita." lanjutnya lagi sambil terkekeh.
"Enak aja kalo ngomong. Ngeliat dari mana juga Mr Adrian naksir sama aku." jawab Zyva yang sudah mulai berdiri.
"Hati hati ya, Zy. Ntar diterkam ama Om om." ledek Adel terkekeh membuat Zyva menepuk bahu Adel.
__ADS_1
"Dasar kamu ya." Zyva langsung meninggalkan Adel dan mengikuti langkah Mr Adrian.
Sesampainya di ruangan Mr Adrian, Zyva sangat terkejut melihat sosok perempuan seumuran Miss Auryn yang duduk di kursi kebesaran Pemilik Yayasan. Mr Adrian mempersilakan Zyva duduk di sampingnya tepat berhadapan dengan perempuan yang kini menatapnya tajam.