Cewek Bertalenta

Cewek Bertalenta
Tepat Waktu


__ADS_3

Zyva berhasil meminum satu gelas air yang sudah diberi obat perangsang dengan paksaan Yuda. Meski Zyva melakukan perlawanan, tetap saja kekuatannya jauh di bawah kendali Yuda. Bahkan akibat perlawanan Zyva, air tersebut sedikit tumpah tepat di baju putih Zyva dan menyebabkan bra milik Zyva tercetak jelas di baju putihnya yang basah.


"Kamu ternyata sengaja untuk menggodaku ya?" tanya Yuda sambil memegang dagu Zyva.


Zyva langsung menggelengkan kepalanya dan terus beringsut mundur menghindari Yuda.


"Jangan gila, Yuda! Aku tidak pernah sengaja untuk menggodamu." ucap Zyva dengan suara bergetar.


"Bohong!" gertak Yuda sambil mencengkeram lengan Zyva. "Kau sengaja menumpahkan air ke tubuhmu agar aku tergoda dan segera melucuti pakaianmu bukan?" tanya Yuda dengan suara yang makin meninggi.


"Yuda, aku mohon lepaskan aku." pinta Zyva makin ketakutan. "Aku tidak mungkin menggodamu karena aku sudah bersuami. Menjauhlah Yuda, please."


Zyva terus memohon di saat tubuhnya kini semakin terasa gerah meski ia berada di dalam ruangan ber AC. Sedangkan Yuda mulai melemparkan senyum seringainya melihat keringat mulai mengusut di dahi Zyva.


"Mulutmu sudah berbohong Zyva, tubuhmu kini sangat membutuhkan sentuhan ku. Kemari lah Dan jangan menjauh." Yuda terus merayap ke atas tempat tidur dan mendekati ke arah Zyva membuat Zyva semakin ketakutan.


Dengan geram Yuda langsung menarik tubuh Zyva dengan sangat kasar dan kemudian langsung mengunci tubuh Zyva tepat di bawahnya.


"Kamu memang sudah menjadi istri orang, Zyva. Tapi kini aku yang akan membuka pertama kali segel kepemilikan." ucap Yuda diiringi dengan tertawa yang kencang.


Sedangkan Zyva terus saja menangis di bawah kungkungan Yuda dan membuat Yuda semakin beringas membuka kemeja Zyva secara paksa hingga kancing nya terlepas semua.


"Angkat tangan!" teriak salah satu orang polisi dengan menodongkan pistolnya ke arah Yuda yang tiba-tiba masuk ke kamar dan diikuti dengan tiga orang polisi lainnya.


Kali ini Yuda sama sekali tidak bisa berkutik saat polisi datang meringkusnya, sedangkan Devan langsung mendekat ke arah Zyva dan memeluknya dengan erat.


Kini Zyva pun sedikit bisa bernafas dengan lega saat mengetahui Devan tiba tepat pada waktunya. Ia memeluk Devan dengan sangat erat, tapi tiba tubuh Zyva bergetar karena menahan efek dari minuman yang diberikan Yuda tadi.


"Kamu gak papa, sayang?" tanya Devan khawatir.


Pemilik hotel yang melihat Zyva sangat tersiksa pun langsung paham jika Zyva sedang berada di bawah pengaruh obat perangsang.


"Nona Zyva saya rasa sedang dalam pengaruh obat perangsang, Tuan." ucap pemilik hotel.


Dengan sigap Devan langsung memberikan pertolongan pertama untuk Zyva dengan memberinya air putih dan membawanya untuk berendam air hangat di dalam bath tub. Dengan telaten Devan melepas pakaian Zyva, namun Zyva langsung menolaknya.

__ADS_1


"Biar aku yang melepasnya sendiri karena aku sedang datang bulan Devan." ucap Zyva.


"Baiklah, aku akan memesankan kelapa muda untuk menghilangkan efek obat itu." ucap Devan yang bergegas menelfon pegawai hotel untuk mengirimkan kelapa muda untuknya.


Sedangkan Zyva kini merendam tubuhnya di bathtub sambil memejamkan matanya. Kali ini ia benar-benar sangat bersyukur, Devan menemukannya di waktu yang sangat tepat. Jika tidak, Zyva tidak nisa membayangkan apa yang akan terjadi dengannya.


...🍁🍁🍁...


Selesai Mandi, Zyva langsung menghabiskan air kelapa muda yang sudah dipesankan oleh Devan. Kini efek obat perangsang dalam tubuhnya pun berangsur angsur hilang.


"Bagaimana sekarang? Sudah lebih baik?" tanya Devan.


Zyva menjawab dengan anggukan kepalanya dan langsung memeluk Devan dengan sangat erat.


"Aku takut Devan."


Devan membalas pelukan Zyva sambil mengusap kepalanya. "Jangan takut, sayang! Aku akan disini bersamamu."


"Kau datang tepat waktu Devan dan aku sangat lega." ucap Zyva. "Katakan bagaimana kau bisa menemukan kamar ini?"


Devan yang sedang membahas acara pernikahannya sedikit curiga saat Zyva tidak kunjung kembali dari toilet, begitu pula dengan pemilik hotel dan CEO Wedding Organizer.


Akhirnya Devan menyusul Zyva ke toilet dan ternyata ia tidak menemukan istrinya. Dengan cepat Devan meminta bantuan kepada pemilik hotel untuk melacak tamu yang memesan kamar pada hari ini.


Awalnya pemilik hotel sedikit keberatan dengan permintaan Devan, namun setelah mendengarkan cerita dari Devan, pemilik hotel pun langsung membantunya. Sedangkan CEO Wedding Organizer pun langsung menghubungi pihak kepolisian.


Dan kali ini keberuntungan berpihak kepada Devan yang datang di saat yang tepat.


Flashback OFF


"Terima kasih Devan." ucap Zyva sambil memandang wajah suaminya.


"Sudah tugasku untuk membuatmu nyaman berada di sampingku, sayang." balas Devan sambil mendaratkan bibirnya ke bibir Zyva.


Keduanya kini saling memagut dan membelit sampai Zyva hampir saja kehabisan nafas.

__ADS_1


"Maaf, sayang." ucap Devan sambil mengusap bibir Zyva. "Bibir ini memang membuatku candu dan lupa diri."


Zyva hanya tersenyum, kini ia melihat jam di ponselnya dan waktu sudah menunjukkan untuk makan siang.


"Sayaang," panggil Zyva manja. "Makaan Yuuk."


Mendengar Zyva memanggilnya manja, membuat Devan langsung menangkupkan kedua tangannya di pipi Zyva.


"Aku sangat senang mendengarnya, Zyva ku sayang. Aku senang kau bersikap manja denganku."


Kini gantian Zyva yang mulai merona. Terlebih saat Devan mulai kembali mendekatkan bibirnya.


"Sayaaang." panggil Zyva dengan nada sedikit merengek sambil menahan tubuh Devan dengan tangannya.


"Oh, baiklah. Ayo kita makan di restoran bawah. Aku sudah memesan tempat khusus untuk kita." ajak Devan sambil memegang tangan Zyva dengan sangat erat.


...☘️☘️☘️...


Sedangkan di sisi lain Yuda kini berada di dalam kantor polisi untuk menjelaskan apa saja yang ia lakukan dengan Zyva. Yuda pun mengatakan bahwa ia tidak sempat untuk melakukan apapun terhadap Zyva dengan harapan ia terbebas dari hukuman penjara.


Sayangnya, meski belum sempat melakukan apapun, tetap saja perilaku Yuda termasuk dalam kriminal dan dinyatakan bersalah. Ia pun tetap akan di tahan sampai nanti sidang pertama yang akan menentukan berapa lama ia akan menjalani hukuman.


Yuda pun digiring untuk menuju ke dalam ruang tahanan. Namun sebelum masuk ke dalam, tampak Liza sudah berdiri di pintu dan menatap ke arah Yuda.


"Yuda! Kau sudah salah memperhitungkan langkah," ucap Liza.


"Yaa, kali ini aku mengaku bersalah. Namun aku mohon bantuan mu, sayang. Carikan aku pengacara handal agar aku bisa terbebas dari rutan ini." pinta Yuda sungguh-sungguh.


"Tapi kan mahal Yudaa." tukas Liza. "Bagaimana jika aku menghubungi papimu agar bisa membantumu keluar dari bui."


"Jangan!" tolak Yuda. "Aku tidak ingin papi marah dan kembali kecewa karena ku, Liza."


"Kali ini hanya kamu yang bisa membantuku. Aku mohon tolong aku, sayang." pinta Yuda sambil bersimpuh di kaki Liza.


Liza pun sangat tidak tega melihat keadaan Yuda saat ini. Terlebih saat polisi membawa nya dengan kasar untuk masuk ke dalam bui.

__ADS_1


"Waktu berkunjung telah habis. Besok anda bisa kembali lagi ke sini." ucap sipir penjara.


__ADS_2