Cewek Bertalenta

Cewek Bertalenta
Malam di Mansion Clovis


__ADS_3

Malam di Mansion Clovis.


Sejak sore Yuda main ke Mansion Clovis karena menurut informasi, Clovis masih ada urusan di luar kota. Sedangkan Mama Neffy harus kerja lembur dan akan pulang malam. Kini Neffy dan Yuda sedang menghabiskan malam di taman samping Mansion.


"Mansion Om Clovis mewah banget sayang. Kalo Om Clovis ke luar kota, kamu calling aku aja. Aku pasti akan dateng." ucap Yuda yang sangat menikmati kemewahan di Mansion Clovis. Terlebih Neffy menyiapkan menu kesukaan Yuda yang dimasak oleh Pristina.


"Okey, itu gampang. Bisa diatur." ucap Neffy.


Tidak berapa lama, terdengar deru mobil Clovis datang dan Neffy mulai bingung karena Yuda masih ada bersamanya.


"Yud, mendingan kamu cepetan pulang dan jangan sampai ketahuan sama Om Clovis." pinta Neffy yang bersiap-siap menyambut kedatangan Clovis.


Yuda langsung mengendap endap menuju gerbang sambil memesan ojek online karena ia datang bersama dengan Neffy tadi sore. Sedangkan Neffy segera memerintahkan Tina untuk membereskan bekas minuman Yuda dan mengancamnya agar tidak memberitahukan kepada Clovis tentang kedatangan Yuda.


"Neffy sayaaaaang." panggil Clovis setengah berteriak sambil melonggarkan dasinya. Sejak Neffy pindah ke rumahnya, Clovis memang belum bertemu Neffy dan Ibunya.


"Hai sayang, kenapa lama sekali pulangnya? Aku merindukan Om." ucap Neffy manja sambil melingkarkan tangannya ke pundak Clovis dan membantu melepaskan dasinya.


"Maaf, aku benar-benar sibuk dari kemarin. Bagaimana? Apa kau betah tinggal disini?" tanya Clovis sambil mengangkat tubuh Neffy dan mengajaknya duduk di sofa.


"Tentu saja, mama juga sepertinya suka tinggal disini." jawab Neffy yang kini mulai membuka kancing kemeja Clovis satu per satu.


"Dimana mamamu? Aku ingin bertemu dengannya dan meminang putrinya untuk segera menjadi istriku." ucap Clovis sambil memainkan rambut Neffy.


"Mama sedang lembur malam ini dan kemungkinan akan pulang larut malam atau bahkan dini hari." jelas Neffy.


"Menikahlah denganku, sayang. Aku akan segera memenuhi segala kebutuhanmu dan juga mamamu." tawaran Clovis kali ini sangat menggiurkan untuk Neffy demi kesejahteraan hidupnya. Tetapi ia memikirkan Yuda, lelaki yang sangat ia cintai dan juga merupakan ayah dari bayi yabg dikandungnya.


"Kau tahu, sayang. Aku baru saja dari dokter yang dulu sempat memeriksa kesuburanku. Dia sangat terkejut saat ia mengetahui bahwa aku bisa membuatmu hamil. Bukankah ini keajaiban Tuhan?" tukas Clovis membuat Neffy sedikit merasa ketakutan.

__ADS_1


"Apa dokter itu kembali memeriksa Om?" tanya Neffy dan Clovis langsung menggelengkan kepalanya.


"Tentu saja tidak. Dia justru memberiku ucapan selamat." jawab Clovis yang tangannya kini sudah bergerilya di dada Neffy.


Mendengar jawaban Om Clovis, membuat Neffy bernafas lega. "Aku menginginkanmu, sayang." bisik Clovis.


Neffy sebenarnya sudah sangat lelah untuk bermain dengan Clovis malam ini karena sore tadi ia sudah melayani kerinduan Yuda padanya di atas ranjang. Tapi sentuhan Clovis membuat tubuhnya menginginkan untuk dijamaah lelaki tua itu.


Akhirnya Om Clovis dan Neffy sama sama mereguk nikmatnya percintaan yang mereka lakukan di atas sofa ruang tamu. Tina yang melihat Neffy mende-sah di bawah kungkungan Clovis hanya mampu terdiam di sudut ruang sambil mengusap air matanya.


Ia benar-benar sangat menyesal telah memilih Clovis dan meninggalkan Ray dan Zyva dulu.


Klek!


Pintu Mansion terbuka dan Mama Neffy langsung membelalakkan matanya melihat putri semata wayangnya bercinta dengan lelaki yang seumuran dengannya.


"Apa yang kalian lakukan?" tanya mama Neffy dengan suara paraunya karena ia sudah lelah bekerja seharian.


"Maaf, aku terlalu merindukannya sehingga aku tidak melihat tempat untuk segera mencumbunya." ucap Clovis sambil duduk santai dengan bertelanjang dada dan hanya menggunakan celana boxernya.


Sedangkan Neffy dengan santai memakai pakaiannya tanpa ada rasa malu atau takut saat mamanya melihat perbuatannya dengan Clovis malam ini.


"Aku sangat menikmatinya Maa. Ini benar-benar membuatku kecanduan." tukas Neffy membuat mamanya diam terpaku.


Mama Neffy memperhatikan Clovis dengan seksama. "Clovis memiliki perawakan yang sangat bagus dan juga menawan. Tubuh atletisnya memang sangat menggiurkan kaum wanita. Pantas saja Neffy kecanduan di bawah kungkungan Clovis." batin Mama Neffy.


Melihat mama Neffy memandangnya tanpa berkedip membuat Clovis berdehem dan membuyarkan lamunan Mama Neffy.


"Aku sangat mencintai putri semata wayang mu, Nyonya ___."

__ADS_1


"Mega, mamaku bernama Mega." terang Neffy membuat Clovis tertegun.


"Mega? Kenapa nama itu mengingatkan aku pada seseorang?" batin Clovis.


Clovis mengamati Mega dengan seksama dan ingatannya kembali pada dua puluh lima tahun yang lalu. Mega adalah kekasihnya saat kuliah dulu. Sayangnya hubungan Clovis dan Mega ditentang oleh orang tua Clovis hanya karena Mega adalah putri seorang buruh pabrik. Akhirnya hubungan percintaan mereka kandas dan Clovis dijodohkan oleh orang tuanya sebelum ia menikah dengan Pristina.


Pernikahan pertamanya gagal karena Clovis terbukti mandul, dan ia pun menikahi Pristina hingga saat ini tidak dikaruniai seorang putra. Hingga ia bertemu dengan Neffy yang sangat mirip dengan Mega, kekasihnya dulu.


Tapi tidak pernah terbersit sedikit pun dalam fikirannya jika Neffy adalah putri semata wayang Mega. Karena sepengetahuan Clovis, Mega dan suaminya hidup di luar pulau Jawa. Clovis mendekati Neffy juga hanya untuk bermain-main saja karena sudah bosan dengan Pristina kala itu


"Om, kok ngelamun?" tanya Neffy sambil menggoyangkan tubuh Clovis.


Clovis mengusap wajahnya kasar saat lamunannya dibuyarkan oleh Neffy, gadis belia yang saat ini menjadi kekasih gelapnya. "Aku lelah dan ingin segera beristirahat." ucap Clovis kemudian berdiri dari tempat duduknya dan meninggalkan Neffy dan mamanya di ruang tamu.


Kepergian Clovis membuat Neffy dan mamanya saling melempar pandang. "Apa mama kecewa dengan aku?" tanya Neffy sambil mendekat ke arah mamanya.


Mega menggelengkan kepalanya. "Tidak sayang. Mama hanya terkejut. Maaf kan mama yang tidak bisa menjadi mama yang baik untukmu." ucap Mega memeluk putrinya.


Mega bukan hanya terkejut melihat pemandangan tadi, tetapi juga sangat menyesal karena dirinya sudah menjadi ibu yang gagal dalam mendidik Neffy.


"Aku sayang Mama. Istirahat lah, aku tau mama sangat lelah malam ini." ucap Neffy mencium pipi mamanya.


"Selamat beristirahat sayang." ucap Mega.


Mega pun langsung menuju kamarnya dan Neffy menyusul Clovis ke kamarnya. Clovis terlihat berdiri di atas balkon sambil menghisap cerutunya membuat Neffy memutuskan untuk mandi terlebih dahulu.


Setelah mandi dan berganti pakaian, Neffy segera masuk ke dalam selimut dan terlelap tanpa menghiraukan Om Clovis.


Clovis yang melihat Neffy kelelahan pun tidak mengganggunya sama sekali. Setelah mandi dan berganti pakaian, ia memutuskan untuk ke kamar Mega untuk sekedar menyapa kekasih lamanya.

__ADS_1


__ADS_2