Cewek Bertalenta

Cewek Bertalenta
First Kiss


__ADS_3

Di lain sisi, Zyva diantar oleh Yuda ke Mansion Devan. Hari ini jadwal Devan belajar dengan Zyva. Sesampainya di depan mansion Devan, Zyva langsung turun dari mobil Yuda.


"Thanks ya." Zyva melambaikan tangannya pada Yuda.


"Nanti aku jemput ya, kamu chat aku aja kalo udah kelar." pinta Yuda dan Zyva langsung menolak.


"Gak usah, aku bisa pulang sendiri." jawab Zyva sambil berbalik dan masuk ke dalam gerbang Mansion Devan.


Tepat saat Zyva baru akan masuk ke Mansion Devan, Dena nampak sudah bersiap-siap pergi bersama mamanya.


"Aku gak temenin ya Zy, mau nemenin mama arisan nih." ucap Dena yang dibalas anggukan kepala oleh Zyva.


Devan sudah siap di meja belajarnya dan Zyva langsung menarik kursi dan duduk di samping Devan.


"Kamu terlambat satu jam," ucap Devan ketus tanpa memandang Zyva sedikit pun.


"Whatttt??!! Kamu lagi PMS ya?" tanya Zyva balik. "Bukannya kita selalu belajar jam segini?"


"Aku minta lebih awal untuk hari ini. Kamu gak buka chat aku?" tanya Devan yang masih dengan nada ketusnya.


Zyva langsung mengambil ponselnya yang ada di dalam tas. "Ups, sorry. Ponselku mati." jawab Zyva merasa bersalah.


"Kamu keasyikan godain cowok sih. Sampe ponsel aja gak sempet ngecharge." kini ucapan Devan membuat Zyva benar-benar kesal.


"Godain cowok?" Zyva mulai meninggikan suaranya. "Kamu jangan asal ngomong dong. Cowok mana yang aku godain?" tanya Zyva kesal. Zyva yang sudah sangat lelah menjadi makin marah karena Devan kali ini benar-benar merusak moodnya.


"Pake nanya lagi. Kamu godain Mr Adrian kan?" tanya Devan mulai menyulut amarah Zyva. "Gak cuma itu, kamu juga pasti godain Yuda."


Plak!!! Tangan Zyva mendarat di pipi Devan membuat Devan terbelalak. Tamparan Zyva benar-benar terasa panas di pipinya.


"Aku gak pernah sedikit pun godain mereka." nada bicara Zyva mulai meninggi. Zyva memakai kembali tasnya dan bersiap untuk pergi dari Mansion Devan.


Devan langsung menarik pergelangan tangan Zyva dan menahannya agar tetap duduk. "Mau kemana kamu?" tanya Devan.


"Pulang." jawab Zyva ketus. "Lepasin tangan aku." Zyva menghempaskan tangan Devan. Sayangnya Devan memegang tangan Zyva sangat erat.


"Gak bisa." sarkas Devan. "Kamu mau makan gaji buta?" pertanyaan Devan kembali membuat Zyva makin kesal.


"Aku mau mengundurkan diri belajar sama kamu. Buang buang waktu aja." jawab Zyva membuat Devan memberanikan diri mengecup bibir Zyva sekilas.

__ADS_1


Cup!


Zyva terdiam merasakan hal aneh yang belum pernah ia rasakan. Melihat Zyva terdiam, Devan semakin berani mengulanginya. Ia memegang tengkuk leher Zyva dan mencium bibirnya perlahan. Zyva kini mulai sadar saat Devan mulai membuka memagut nya pelan.


Zyva mencoba mendorong tubuh Devan dan menghentikan ciumannya. Sayangnya Devan malah semakin bermain dibibirnya. Dengan kesal Zyva menggigit bibir Devan kuat kuat hingga berdarah.


Akhirnya Devan melepaskan pagutannya dan Zyva langsung beranjak meninggalkan Devan yang sedang mengelap darah di bibirnya.


"Gila, bibir Zyva manis banget." gumam Devan tersenyum sambil menghentikan darah yang keluar dari bibirnya.


Sedangkan Zyva langsung mengumpat sikap Devan yang menurutnya sangat kelewatan.


"Dasar kurang ajar." umpat Zyva sambil menghentakkan kakinya. Zyva langsung berjalan ke halte busway dan untungnya busway arah kost Zyva langsung tiba. Tanpa membuang waktu, Zyva langsung menaiki busway dan mengatur nafasnya pelan.


Sesampainya di kost, Zyva segera membersihkan dirinya dan merebahkan tubuhnya di atas kasur. Ingatannya kembali saat Devan mencium bibirnya.


"Aaaarrrrgghhh!!!" teriak Zyva sambil menutupi wajahnya menggunakan bantal. "My first kiss," Zyva memegangi bibirnya. "Kenapa harus sama cowok gila itu sih." gerutu Zyva sambil memukul mukul kasurnya.


Tak lama kemudian ponsel Zyva yang baru saja diaktifkan terdengar notifikasi pesan masuk. Dengan malas Zyva meraih ponselnya.


...Devan...


"Sial, ngeselin banget sih nie cowok." gerutu Zyva kembali meletakkan ponselnya.


...Devan...


...Kenapa cuma di read doang sih? Wajah kamu pasti lagi bersemu merah kan makanya gak bales pesan dari aku....


Lagi lagi Zyva hanya membaca pesan dari Devan tanpa membalasnya.


...Devan...


...Fix, kamu pasti lagi seneng banget kan sampe gak tau gimana cara mengungkapkan perasaan kamu. Udah biasa lah, cewek mah gitu. Suka sok sokan jual mahal padahal berharap penuh....


Kini Zyva mulai terpancing emosi dan membalas pesan dari Devan.


...Zyva...


...Hei, cowok gila, tengil, resek! Mau kamu apa sih? Aku blokir nih nomor ponsel kamu lama-lama....

__ADS_1


Di sisi lain, Devan langsung gusar setelah menerima pesan dari Zyva. Dia benar-benar tidak siap jika Zyva benar-benar memblokir nomor ponselnya.


...Devan...


...Blokir aja kalo berani. Besok mungkin bukan cuma first kiss kamu yang aku curi. Kalo sampe kamu blokir, aku bakal cium kamu di depan orang tua aku. Biar kita dinikahin. 😄😄😄...


Kali ini Zyva benar-benar mengabaikan pesan dari Devan. Ia teramat lelah hari ini, akhirnya Zyva pun menutup matanya dan terlelap.


...***...


Keesokan harinya, Zyva bangun kesiangan. Dengan terburu-buru Zyva membersihkan dirinya dan segera pergi ke sekolah. Yang lebih apesnya lagi, busway arah ke sekolah Zyva tidak kunjung tiba. Akhirnya Zyva terlambat lima belas menit saat ia tiba di sekolah.


Yuda dan Angga sudah berdiri di dekat gerbang sekolah.


"Zyva," pekik Yuda pelan. "Kok bisa telat sih?" tanya Yuda saat Zyva baru saja masuk gerbang sekolah.


Devan yang kebetulan tidak jauh dengan Yuda langsung berjalan mendekati Yuda.


"Hukum aja nie anak. Jangan kasih ampun. Kamu harus sportif dong, Bro." ucap Devan menepuk bahu Yuda.


Yuda kini benar-benar bimbang. "Aduh Zyva, kenapa pake terlambat segala sih." gumam Yuda dalam hati. Tapi kali ini ia harus tegas menghadapi Zyva, terlebih ia baru saja menjabat sebagai Ketua OSIS.


"Zyva, kamu gabung sama yang lain ya." Yuda menunjuk ke arah lapangan dimana anak-anak yang terlambat berdiri di dekat tiang bendera.


Zyva tidak menjawab Yuda sama sekali dan langsung berjalan menuju lapangan. Zyva pun menjalani hukumannya bersama lima anak yang terlambat. Berlari memutari lapangan sebanyak tiga kali.


Setelah selesai, Zyva duduk di tepi lapangan. Yuda pun datang memberikan air mineral kepada Zyva.


"Besok jangan telat lagi ya Zy." ucap Yuda iba.


Zyva meraih botol minum dari Yuda da meneguknya. "Thanks Yud." jawab Zyva yang kemudian terjatuh pingsan dan botol minum yang belum sempat di tutup Zyva mengenai tubuhnya. Air minum Zyva tumpah ke seragamnya dan membuat dalaman Zyva terjiplak.


Devan yang melihat dari atas langsung mengepalkan tangannya geram. Terlebih saat Yuda langsung mengangkat tubuh Zyva dan membawanya ke UKS. Dengan kesal Devan kembali masuk ke dalam kelasnya.


Sedangkan Adrian yang juga mengamati Zyva dari dalam ruangannya langsung mengambil alih Zyva dari gendongan Yuda dan membawanya ke ruang UKS.


"Biar saya yang membawanya ke UKS. Kamu kembali ke lapangan saja." ucap Adrian.


"Baik Mr." Yuda langsung menyerahkan Zyva karena dirinya sebenarnya juga sedikit keberatan mengangkat Zyva.

__ADS_1


__ADS_2