Cewek Bertalenta

Cewek Bertalenta
Klarifikasi


__ADS_3

Miss Auryn yang mendengar Guru BK berbicara dengan Zyva dan terdengar melalui pengeras suara pun segera menuju ke ruang BK. Sedangkan saat ini seluruh siswa di sekolah sedang membicarakan tentang kehamilan Zyva.


"Den, menurut kamu Zyva beneran hamil gak?" tanya Adel dan Dena yang sudah tahu duduk permasalahan Zyva hanya mengedikkan bahunya.


"Oh iya, Del. Ada yang mau aku tanyain sama kamu. Emmm, kamu suka ya sama Yuda?" tanya Dena dan Adel langsung menggelengkan kepalanya karena ia sudah melihat Neffy masuk ke dalam kelas dan berjalan ke arah mereka berdua.


Sedangkan Zyva kini sedang mempertahankan kebenarannya bahwa testpack yang dipegang Miss Killer bukanlah miliknya. Tetapi Miss Killer tetap saja bersikukuh bahwa itu adalah milik Zyva.


"Jika Miss tidak percaya, anda bisa cek bersama saya di dalam kamar mandi. Bisa saja kan jika testpack itu tertukar?" tegas Zyva.


"Ini tidak mungkin tertukar, Zyva. Karena setelah kamu berikan kepada saya, langsung saya beri nama. Kenapa kamu terus mengelak kenyataan yang sudah ada?" timpal Miss Killer tidak terima.


Miss Auryn masuk ke dalam Ruang BK, dan Miss Killer langsung melaporkan elakan Zyva. Tapi bukannya menerima laporan Miss Killer, Miss Auryn justru mematikan pengeras suara sekolah dan menegurnya yang terus berbicara dengan pengeras suara sekolah masih menyala.


"Maafkan keteledoran saya Miss. Saya benar-benar tidak tahu jika pengeras suara itu masih menyala." ucap Miss Killer ketakutan.


Miss Auryn tidak menghiraukan permintaan maaf Miss Killer. Dia justru langsung membahas permasalahan Zyva.


"Bagaimana jika saya dan anda langsung mengecek ulang Zyva untuk membuktikan apakah dia hamil atau tidak?" tanya Miss Auryn pada Miss Killer to the point.


Awalnya Miss Killer merasa ini sangat tidak perlu, tetapi karena dirinya sudah merasa bersalah akhirnya ia menyetujui permintaan Miss Auryn.


Zyva langsung digiring masuk ke dalam toilet oleh Miss Killer dan diikuti oleh Miss Auryn. Dan benar saja, hasil testpack yang dipegang Zyva ternyata negatif.


"Ternyata setelah dicek ulang, hasil dari testpack Zyvanna Ray adalah negatif. Perlu kalian ketahui juga, Zyva ini adalah pemilik yayasan kita yang sah sekarang. Jadi meskipun ia masih termasuk salah satu siswi di sekolah ini, saya harap guru-guru disini juga menghormati Zyva." jelas Miss Auryn membuat beberapa guru yabv ada di ruang BK sangat tercengang.


Miss Killer langsung terduduk lemas dan menundukkan kepalanya, ia benar-benar tidak mengira bahwa siswi yang dari tadi ia pojokkan dan sengaja ia permalukan ternyata adalah pemilik yayasan.


"Zyva, saya mohon maafkan saya setelah apa yang saya tuduhkan pada mu. Saya akan mengklarifikasi berita yang sudah tersebar di sekolah ini." ucap Miss Killer dengan sangat ketakutan.


Zyva yang sudah sangat malu hanya bisa menunduk dan mengangguk pelan. Melihat Zyva tidak menjawab permintaan maafnya, Miss Killer kembali menyalakan pengeras suara untuk mengklarifikasi yang tadi.

__ADS_1


Miss Killer menjelaskan tentang kesalahannya mengecek testpack, berbicara mengunakan pengeras suara, dan juga kesalahannya yang sudah membuat siswa satu sekolah gempar. Dia juga menjelaskan bahwa Zyva ternyata tidak hamil setelah dilakukan pengecekan ulang.


Penjelasan Miss Killer kali ini justru menuai berbagai pertanyaan siapa siswi di sekolah mereka yang benar-benar hamil? Ini membuat Neffy sangat gusar dan ketakutan.


Neffy yang sudah bergabung dengan Dena dan Adel di kelas, kini membuka bukunya dan pura-pura tidak mendengarkan penjelasan Miss Killer.


"Neff, sejak kapan kamu pacaran sama Yuda?" tanya Adel saat penjelasan Miss Killer sudah berakhir.


"Udah sekitar dua bulan yang lalu sih. Maaf ya guys, aku belum cerita sama kalian. Aku malu banget soalnya." jawab Neffy membuat Dena dan Adel sama sama memaksa untuk tersenyum.


Kini pupus sudah harapan Adel maupun Dena untuk memiliki Yuda.


...***...


Setelah dari ruang BK, Zyva terus menundukkan kepalanya hingga tidak sengaja ia menabrak Yuda.


"Zyva." panggil Yuda dan Zyva mengangkat kepalanya.


"Sorry." jawab Zyva yang kemudian berjalan lagi meninggalkan Yuda.


"Kenapa sih Miss Killer percaya aja sama Zyva sampe harus cek ulang?" gerutu Yuda yang kemudian masuk ke dalam kelasnya.


Sedangkan Zyva yang enggan masuk ke dalam kelas justru ditarik oleh Devan dan ditarik ke balik tembok.


"Kita bolos yuk. Kali ini aja. Biar kamu tenang." ajak Devan.


Zyva langsung menggelengkan kepalanya. "Gak deh. Aku gak mau buat masalah, Devan." tolak Zyva. Tapi Devan masih saja menarik tangan Zyva menuju ke belakang sekolah.


"Udaaaah ikut aja. Aku punya pintu rahasia buat kabur. Yuuuk." tarik Devan dan mau tidak mau Zyva mengikuti langkah Devan.


"Kamu tanggung jawab yaa kalo sampe kita dihukum." gerutu Zyva dan Devan hanya mengangguk.

__ADS_1


Setelah keluar dari pintu rahasia yang Devan tunjukkan, Kini keduanya sudah sampai di halte busway.


"Aku malu, Dev." Zyva tiba-tiba buka suara. "Satu sekolah pasti ngira aku bukan anak baik-baik."


Melihat Zyva tertunduk lesu, Devan langsung menggenggam tangan Zyva.


"Kenapa harus malu? Toh anak-anak juga tau kalo ternyata kamu gak hamil kan? Lagi pula mereka hanya shock tadi dan hampir sebagian tidak percaya." jelas Devan menenangkan Zyva.


Zyva kini mengangkat kepalanya dan menatap ke arah Devan. "Di mata anak Gelora, kamu tetap baik Zy. Trust me!" Ucap Devan sambil menangkupkan kedua tangannya di wajah Zyva.


"Thanks ya Dev." ucap Zyva kali ini dengan senyumnya.


"Busway nya dateng tuh. Yuk kita go!" Devan menggengam tangan Zyva dan menunggu di pintu Halte.


Setelah duduk berdampingan di dalam busway, Zyva terus memandangi Devan.


PoV Zyva


Kamu benar-benar menghibur aku kali ini, Dev. Tadi aku benar-benar terjatuh dalam jurang paling dalam. Aku sangat malu saat Miss Killer menyudutkan aku, terlebih pengeras suara di ruangan BK masih menyala. Tapi kini kau mampu melebur rasa sedihku, Dev.


"Aku tampan ya Zy? Sampe gitu banget ngeliatinnya." tanya Devan membuyarkan lamunan Zyva yang terus memandangnya.


"Kalo gak tampan, aku gak mau kali jadi pacar kamu." tukas Zyva sambil tersenyum.


Mendengar jawaban Zyva, detak jantung Devan langsung berdegub kencang. Pujian Zyva kali ini membuatnya terbang melayang. Terlebih saat senyum Zyva tmyang merekah lebar membuat Devan mabuk kepayang.


Tapi Devan mencoba untuk terlihat biasa saja di depan Zyva.


"Okey, kita nanti turun di Mall depan sana ya. Aku mau ngajakin kamu kencan pertama." ucap Devan.


"Boleh deh, asal kamu yang bayar." jawab Zyva.

__ADS_1


"As you wish, Zy." balas Devan.


Tak lama kemudian mereka turun di halte depan Mall yang mereka tuju.


__ADS_2