
Devan terus saja menggenggam tangan Zyva selama berkeliling Mall. Sampai di depan Kuliner Nusantara, Zyva menarik tangan Devan untuk masuk ke dalam.
"Aku pingin makan ayam bakar, boleh?" tanya Zyva dan Devan langsung memesankan apa yang diinginkan Zyva.
Saat Devan memesankan ayam bakar untuk Zyva, tiba-tiba Papa Zen datang menepuk bahu Zyva dari belakang.
"Kamu bolos ya?" tanya Papa Zen membuat Zyva tersentak kaget.
"A-ayah. Kok bisa ada disini?" tanya Zyva gelagapan. Mukanya langsung terlihat pucat saat berhadapan dengan papa Zen.
"Ayah yang duluan tanya, eh kamu malah balik tanya." celetuk Papa Zen.
"Emmm, itu yah. Tadi itu __"
Belum sempat Zyva menjawab pertanyaan Papa Zen, Devan udah langsung duduk di samping papanya dan menjawab pertanyaan papanya.
"Devan yang ajakin Zyva bolos pah. Gak papa kan sekali-kali ini kok. Gak tiap hari paaah." jelaa Devan dan papa Zen hanya berdehem pelan.
"Yaudah, papa mau meeting dulu sama klien." ucap Papa Zen meninggalkan Zyva dan Devan.
Setelah Papa Zen menjauh, Devan langsung menyodorkan pesanan Zyva.
"Aku gak enak tadi ketahuan bolos sama Ayah." gerutu Zyva sambil memakan ayam bakarnya.
"Santai aja Zy. Papa juga pernah muda. Wajar dong kalo anak lakinya ngedate sama pacarnya sendiri." jawab Devan sambil memainkan alisnya.
"Diiiiih, ayah kan belum tau kalo kita pacaran. Gimana sih kamu." celetuk Zyva membuat Devan mengerutkan keningnya.
"Zyva nih gimana sih. Dia tuh paham gak sih posisi dia? Dia kan juga udah bukan pacar, tapi istri aku." gumam Devan dalam hati.
"Yaudah, nanti aku kenalin kamu ke orang tua aku kalo kamu itu pacar aku. Gimana?" tanya Devan setengah meledek Zyva.
"Jangan deh, aku malu. Kita backstreet aja." timpal Zyva yang maaih menikmati ayam bakarnya.
"Whatttt?!!! Backstreet???!!!" pekik Devan dan Zyva menganggukkan kepalanya.
PoV Devan
Ya Ampuuuun Zyva, sebenarnya dia itu paham gak sih nikah itu apa? Kita itu udah menikah, masa iya pacarannya backstreet. Papa sama mama juga kan udah tau kalo kita nikah. Lagi pula kita udah sama-sama tidur berdua.
Trus jangan jangan dia gak tau lagi pacaran itu apa? Hemmm, benar-benar membuat aku bingung.
PoV Zyva
__ADS_1
Devan pasti lagi mikir tuh kenapa harus backstreet? Ha ha ha ha. Sorry ya Dev, aku sengaja aja bilang kayak gituh. Jujur saat ini kamu benar-benar bisa buat aku nyaman, tenang, dan tersenyum lebar kayak saat ini. Kamu itu suami yang perfect buat aku, meski usia kamu masih sangat muda. Tapi aku yakin kamu akan jadi masa depan aku nanti.
Saat keduanya sibuk dengan fikiran masing-masing, ponsel Devan berbunyi, tapi ia langsung mereject panggilan yang masuk ke ponselnya.
"Kok gak diangkat?" tanya Zyva. "Siapa yang telfon?"
"Nino, paling ngajakin latihan basket buat persiapan tanding besok." jawab Devan yang sudah menghabiskan makanannya.
Zyva yang juga sudah menghabiskan makanannya langsung menarik tangan Devan. "Ayo, kita balik ke sekolah. Aku juga mau latihan berenang buat kompetisi minggu depan."
Sayangnya Devan justru menahan langkah Zyva, "Aku sudah menghubungi supir untuk menjemput kita. Jangan terburu-buru, Zy. Ada hal yang ingin aku sampaikan dulu sama kamu." ucap Devan dan Zyva kini menghentikan langkahnya.
Flashback ON
Saat Miss Killer membahas tentang Testpack milik Zyva dan terdengar dengan pengeras suara, Yuda dengan sengaja merekamnya dan langsung mengirimkannya ke panitia Swimming Competition. Sayangnya Devan terlambat mencegah Yuda mengirimkan rekaman tersebut.
Devan yang saat itu jauh dari Yuda langsung berjalan mendekat hendak menghajar Yuda. Tapi belum sempat sampai di hadapan Yuda, Zyva sudah keluar dari ruangan BK dan tidak sengaja menabrak Yuda.
Akhirnya Devan mengurungkan niatnya dan mengajak Zyva bolos sekolah.
Flashback OFF
Zyva kembali cemberut mendengar cerita Devan. "Trus aku harus gimana dong?" tanya Zyva lemas.
"Nanti Mr Adrian yang akan mengurus masalah ini. Jadi sekarang kamu mending nemenin aku latihan basket yuk. Biar aku semangat gituh." ajak Devan kembali memegang tangan Zyva dan keduanya kini menuju parkiran.
"Thanks ya Dev." ucap Zyva menatap Devan secara intens.
"You're welcome." jawab Devan sambil mengusap pipi Zyva pelan.
Cup!
Zyva mencium bibir Devan sekilas dan langsung membuang mukanya menatap ke luar jendela. Devan yang mendapat kecupan dari Zyva secara tiba-tiba langsung menelan ludahnya kasar.
"Ehemmmm." dehem Devan.
"Kamu __"
"Udah, gak usah dibahas." sanggah Zyva sambil mengulum senyumnya. Zyva sendiri terlihat sangat malu sudah berani mengecup bibir Devan. Untungnya Devan langsung diam dan membuang mukanya keluar jendela.
PoV Devan
Zyva ngecup bibir aku?
__ADS_1
Oh My God, Zyvaaa. Kali ini aku benar-benar kayak di atas awan. Lagi lagi kamu bikin aku salah tingkah. Aku ingin membalasnya, tapi aku terlalu kaget mendapat serangan tiba-tiba dari Zyva.
Emmm, apa itu artinya Zyva udah cinta sama aku?
Atau memang sebagai ucapan terima kasih saja karena aku sudah menghiburnya?
Ya Ampuuuun, Zy. Kamu itu bener-bener misterius. Aku akan membalasnya nanti. Awas aja!
PoV Zyva
Dasar bodoh!
Kenapa aku bisa melakukan hal bodoh ini dengan Devan?
Aduuuh, kan malu jadinya. Nanti Devan pikir aku cewek murahan lagi.
Gimana dong? Aku beneran gak enak nih sama Devan.
Nanti kalo Devan il feel sama aku gimana dong?
Zyva terus merutuki kebodohannya dalam hati. Sampai di sekolah, mereka berdua sama-sama terdiam dengan gemuruh di dalam hati mereka masing-masing.
Devan segera mengganti seragamnya dengan kaos basket sedangkan Zyva langsung duduk di tepi lapangan basket.
"Zyvaaa." panggil Liza. "Aku nyari kamu dari tadi. Kamu kemana aja sih?" tanya Liza yang jalan mendekat ke arah Zyva.
"Keluar sebentar. Emmm ada urusan sedikit." jawab Zyva.
"Aku gak nyangka bisa lulus tes masuk sini, Zy. Thanks ya udah bantu aku belajar." ucap Liza sungguh - sungguh.
"Sama sama Liza." jawab Zyva.
"Zy, kata Aunty Auryn aku ternyata satu kelas sama Devan nanti. Kamu cemburu gak?" tanya Liza dan Zyva langsung menggelengkan kepalanya.
"Buat apa cemburu? Toh kalian kan saudara sepupu." tukas Zyva santai.
"Tapi kan gak kandung Zy, gak ada ikatan darah juga antara aku sama Devan. Aku juga boleh loh pacaran sama Devan atau bahkan nikah juga sama dia. Jadi istri kedua pun aku mau." timpal Liza panjang lebar dan Zyva hanya tersenyum simpul.
"Liza Liza, kita tuh masih di bawah umur. Mending kita pikirin masa depan kita dari pada ngomongin yang kelas ujungnya."
"Tapi Zy, aku udah ngebet banget sama Devan. Kalo misalnya aku nembak Devan boleh gak? Nih aku ngomong baik baik loh sama kamu. Karena aku gak mau dibilang pelakor." Liza tetap kukuh membahas masalah Devan.
"Boleh boleh aja. Silahkan Liza." jawab Zyva sambil tersenyum geli melihat keseriusan Liza yang sangat mendambakan Devan.
__ADS_1
Kini Devan sudah terlihat mulai menggiring bola. Liza terus saja meneriakkan nama Devan untuk menyemangati Devan. Berbeda dengan Zyva yang hanya diam mengamati Devan bermain basket. Team Cheers juga nampak berlatih untuk pertandingan basket besok.
"Devan cool juga kalo lagi main basket." gumam Zyva dalam hati. Baru kali ini Zyva benar-benar mengamati Devan bermain basket. "Pantas saja namanya selalu di elu elukan setiap Devan main basket. Keringetan aja bikin dia makin cakep." batin Zyva yang kemudian mengulum senyumnya mengakui ketampanan Devan.