
Setelah mengantar Zyva pulang ke kostnya, Adrian segera kembali ke Mansionnya. Sampai di pintu mansion, kembali terdengar pertengkaran antara kedua orang tuanya.
"Katakan padaku sekarang! Siapa gadis itu??!!" Teriak Pristina ditengah isak tangisnya.
"Tidak penting bagimu untuk mengetahuinya Tina. Tenang saja, aku akan menyayangimu seorang asalkan kau memberikan Gelora Internasional padaku." ucap Clovis santai dan terdengar pintu dibanting dari luar.
Adrian pun masuk ke dalam Mansion dan melewati papanya begitu saja.
"Tunggu, Adrian! Ada yang harus papa bicarakan padamu."
Adrian menghentikan langkahnya dan berbalik menghampiri papanya. "Apa yang ingin papa bicarakan?" tanya Adrian malas.
"Kapan kau akan menikahi putri kandung Pristina?"
"Tidak akan." jawab Adrian
"Dasar anak tidak tahu diuntung. Kau ini sudah papa besarkan, tapi masih saja menyusahkan!" gertak Clovis.
"Aku tidak paham sebenarnya apa yang ada dalam pikiran papa. Apa aku hanya mainan yang bisa papa dan mama mainkan sesuka hati? Kenapa hanya uang dan uang saja yang papa fikirkan? Aku yang mengelola perusahaan papa. Aku juga yang harus mengurus sekolah milik mama. Dan kalian cuma bisa menghamburkan uang." ucap Adrian panjang lebar.
Clovis makin geram mendengar baru kali ini Adrian menentang keinginannya. "Pergi dari kediamanku sekarang juga dan jangan pernah kembali sebelum kau mengikuti kemauanku, Adrian!" gertak Clovis dengan tujuan agar Adrian menuruti keinginannya.
"Aku akan pergi, sesuai dengan keinginan papa." jawab Adrian meninggalkan papanya.
Clovis terhenyak melihat Adrian tidak mengindahkan gertakannya. "Adriaaaaan." teriak Clovis. "Pikirkan kembali pilihanmu!"
Adrian langsung masuk ke dalam ke kamarnya dan mengemasi barang-barangnya. Kemudian ia turun ke bawah membawa barang-barangnya dan berhenti di hadapan Clovis yang masih duduk di sofa ruang tamu.
"Pikir baik baik keputusanmu, Adrian." ucap Clovis lebih pelan dari sebelumnya.
"Aku sudah memikirkannya. Aku rjuga tidak akan bekerja di kantor papa lagi. Surat pengunduran diri segera aku kirimkan." ucap Adrian melangkah meninggalkan papanya.
"Kalau begitu tinggalkan mobilmu dan jangan bawa motormu." ucap Clovis kehilangan cara untuk menggertak Adrian.
"Apa papa lupa? Mobil dan motor itu adalah hasil jerih payahku sendiri." jawab Adrian membuat Clovis benar-benar geram.
"Adriaaaaan." Teriakan Clovis benar-benar tidak dihiraukan oleh Adrian.
__ADS_1
...***...
Pagi ini Zyva masih terlelap di dalam selimut saat Adel dan Dena tiba di kostnya. Hari ini mereka berencana untuk hang out bersama ke tempat yang sudah mereka rencanakan. Keduanya langsung masuk ke kamar Zyva.
"Zyvaaaaa, we are coming." teriak Adel, sayangnya Zyva benar-benar tidak bergeming sedikit pun.
"Ayo bangun doooong, Zy." Dena menggoyang-goyangkan tubuh Zyva. "Semalem pulang jam berapa sih, ampe matanya berat amat mau dibuka?"
"Jam setengah empat," jawab Zyva dengan suara khas bangun tidurnya.
"Emang ngapain aja ampe pulang jam segitu?" tanya Adel yang belum tahu jika Zyva bekerja.
"Tanya ama Dena deh, aku mandi dulu yaaa." ucap Zyva mengambil handuk dan baju gantinya.
Saat Zyva mandi, Dena menceritakan kehidupan Zyva pada Adel tentang Zyva yang sudah tidak memiliki orang tua dan harus bekerja untuk menopang hidupnya. Cerita Dena tentunya membuat Adel sangat terkejut dan tidak menyangka bahwa kehidupan Zyva sangatlah berat.
Adel langsung memeluk Zyva saat keluar dari kamar mandi dengan sangat erat.
"Jangan pernah ngerasa sendiri ya, Zy. Kamu masih punya aku, Dena, dan Neffy." ucap Adel dengan mata berkaca-kaca.
"Ya Ampuuuun, santai aja kali. But thanks yaaa. Kalian memang yang sekarang aku punya." jawab Zyva.
"Kalian turun dulu deh, aku nyusul ntar. Gak lama kok." ucap Zyva sambil menyisir rambutnya.
"Oke, kita temuin bu bos dulu ya." ucap Adel sambil menggandeng tangan Dena.
Mereka menganggap Neffy sebagai bu bos karena beberapa kali Neffy selalu mentraktir teman-temannya.
"Oke, siiiip." jawab Zyva.
Tanpa menunggu lama, kini Zyva dan ketiga temannya sudah berada di dalam mobil milik Neffy. Adel duduk di samping Neffy, dan di belakang ada Zyva dan Dena.
Zyva kini mengamati Neffy yang sama sekali tidak terlihat lelah atau mengantuk. Bahkan pakaian Neffy sangat tertutup, tidak seperti yang ia lihat tadi malam.
"Sepertinya aku salah liat tadi malam," gumam Zyva dalam hati.
"Neff, kamu semalem pacaran yaaa," celetuk Adel. "Ampe ada bekasnya nih disini." Adel memegang bekas merah di leher Neffy tepat bawah telinga kirinya.
__ADS_1
Neffy tersenyum santai sambil memegang lehernya. "Tau aja kamu." jawab Neffy. Kali ini Zyva terkejut mendengar Neffy sangat santai menjawabnya.
"Jangan kaget, Zy." ucap Adel. Diantara kita, cuma dia aja yang punya pacar."
"Ya iyalah, aku kan anak bebas. Gak kayak kalian yang di protect banget sama orang tua. Apalagi si Dena tuh, anak bu kepsek." oceh Neffy sambil mengendarai mobilnya.
"Hemmm, bener kata kamu Neff. Aku pergi lama aja mama udah ngomel seharian penuh." timpal Dena.
"Pacaran enak gak sih, Neff?" tanya Zyva membuat ketiga temannya tertawa.
"Kamu pasti udah pingin ya Zy?" tanya Dena. "Aku comblangin ama Devan mau gak?"
"Naaaah, bener tu kata Dena. Mau aja Zy. Devan cool banget loooh. Kapten basket kitaaaa." ucap Adel.
"Yupzz, kalo penasaran mending cobain deh. Jangan denger cerita orang." jawab Neffy.
"Devaaaan? NO, Thanks." jawab Zyva. "Aku sih gak penasaran, cuma mau tau aja cerita otang berpengalaman."
"Ssstttt, Zyva bukan ama Devan. Tapi ama Mr Adrian. Iya kan, Zy?" celetuk Adel dan Zyva langsung memukul bahu sahabatnya itu.
"Ngaco aja." jawab Zyva.
"Eh, tapi sebenernya gak cuma Zyva loh yang penasaran. Aku juga penasaran nih ama pengalaman kamu, Neff." timpal Dena.
"Emmmh, gimana yaaa. Namanya punya hubungan tuh pasti ada enak dan gak enaknya. Enaknya ada yang perhatian, gak enaknya kalo pacarnya posesif dan cemburuan. Mau pergi hang out bareng kalian aja susah banget." jelas Neffy fan yang lain ber Oooooh ria.
Berbeda dengan Zyva yang kali ini menganggap Neffy banyak menutupi segala hal tentang dirinya dengan kemewahan yang ia miliki.
Tak lama kemudian, mobil Neffy tiba di Mall terbesar yang mereka tuju. Mereka berempat langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam.
"Zy, emang beneran ya kata Adel. Kamu ada hubungan dama Mr Adrian?" bisik Dena.
"Gak ada lah. Adel mah gitu, asal nyeplos aja." jawab Zyva membuat Dena bernafas lega.
"Syukur deh, jadi kan Devan masih ada kesempatan buat deketin kamu." celetuk Dena pelan yang langsung dibalas dengan cubitan Zyva di lengan Dena
"Ngaco. Kamu sama Adel ternyata sama aja." balas Zyva membuat Dena terkekeh.
__ADS_1
Kini mereka memutuskan untuk mencari food court terlebih dahulu karena mereka memang belum sarapan. Zyva terus saja mengamati Neffy yang benar-benar sangat berbeda dengan tadi malam.