
Neffy mendekatkan dudukya pada Clovis dan mulai mengelendot manja.
"Kehamilan Neffy makin besar Om, aku gak mau dikeluarin dari sekolah."
"Trus mau kamu apa, sayang?" tanya Clovis sambil memainkan rambut ikal Neffy.
Neffy langsung mengutarakan keinginannya tinggal di Mansion Clovis dan cuti sekolah dengan alasan pergi ke luar negeri.
"Itu hal yang sangat mudah untukku. Kapan kau akan memindahkan barang barangmu ke Mansionku?" tanya Clovis membuat mata Neffy berbinar. "Bagaimana jika mulai besok, sayang?"
Tanpa menunggu lama, Neffy langsung menganggukkan kepalanya. "Oke Om, aku setuju." ucap Neffy sangat gembira.
...***...
Sedangkan Devan yang sudah menghabiskan pesanannya mulai mengedarkan pandangannya melihat sekeliling restoran. Pandangannya terhenti saat ia melihat sepasang kekasih yang sangat tidak asing di matanya.
"Zy, itu Neffy sama Om Clovis kan?" bisik Devan dan Zyva langsung melihat ke arah yang dimaksud Devan.
"Iya, kenapa sering kebetulan gini ya bareng sama mereka? Yaudah cepetan pulang yuk." Zyva yang sudah menghabiskan makanannya juga langsung mengelap mulutnya dan mengajak Devan pulang.
Devan langsung memegang tangan Zyva dan keduanya menuju parkiran mobil. Setelah membukakan pintu untuk Zyva, Devan masuk ke mobil dan mulai mengemudikan mobilnya.
"Zy, thanks ya traktirannya. Hadiah kemenangan aku tanding basket kan?" tanya Devan.
"Iyaaa, puas kan kamuu?" balas Zyva dan Devan hanya terkekeh geli.
"Hadiah buat aku yang udah ngalahin teamnya Sean belum yaaaa. Mau di sini atau di rumah?" goda Devan. "Eh iya, kamu janjinya kan di rumah ya?"
"Maksud kamu apa sih? Kan tadi aku udah kasih pilihan sama kamu dan kamu pilih dinner." tukas Zyva sedikit kesal.
"Zy, coba inget deh. Waktu di lapangan kamu janji ngasih hot kisses alias ciuman panas. Kalo pilihan yang kamu itu tadi kiss or dinner. Jelas aku pilih dinner dong. Bener gak?" jelas Devan membuat Zyva mendengus kesal.
"Kamu ngeselin banget sih, Dev." gerutu Zyva. "Gak bisa seenaknya gitu dong."
"Trus gimana maunya?" tanya Devan pura pura mengalah.
"Janji aku udah clear dan kamu gak boleh nuntut apa apa sama aku! Titik!" jelas Zyva.
__ADS_1
"Kamu gak mau kasih hot kisses ke aku nih?"
"Gak!"
"Beneran???" Devan masih saja menggoda Zyva.
"Iya!!!"
"Yaudah deh." ucap Devan pasrah membuat Zyva kembali bersorak gembira dalam hatinya.
Sesampainya di rumah, Zyva dan Devan langsung masuk ke dalam kamar. Zyva mencuci mukanya dan mengganti dress nya di kamar mandi dan siap untuk tidur.
"Zy, kamu jahat ih. Ingkar janji." gerutu Devan saat mereka berdua sudah ada di atas tempat tidur.
"Kamu yang jahat, milihnya gak bener aku yang disalahin." timpal Zyva sambil menaikkan selimutnya untuk menutupi tubuhnya.
Graabbbb!!! Devan tiba tiba mengunci tubuh Zyva dengan lengannya.
"Kalo gitu biar aku aja yang kasih ciuman panas ke kamu." bisik Devan membuat Zyva meremang.
"Ka ka mu ja ngan macem macem, Dev." ucap Zyva terbata-bata di bawah kungkungan Devan.
Tidak hanya Zyva, posisi Devan saat ini membuat dirinya benar-benar ingin melahap bibir Zyva. Bahkan bukan hanya bibir, melainkan semua yang ada pada diri Zyva.
"Jangan Dev." rintih Zyva ketakutan.
Cup! Kecupan singkat Devan mendarat mulus di bibir Zyva dan Devan langsung kembali ke posisinya di samping Zyva.
Zyva kini bernafas lega. Ternyata Devan hanya mengancamnya saja. Zyva mulai membuka matanya dan Devan langsung menarik tengkuk Zyva dan mencium bibirnya pelan membuat Zyva membelalakkan matanya.
Devan makin memperdalam ciumannya saat tidak ada penolakan sedikit pun dari Zyva membuat keduanya terhanyut dalam pagutan mereka. Zyva juga membuka sedikit bibirnya memberi ruang untuk Devan mengeksplor dirinya.
Saat Zyva mulai membalas ciuman Devan, Devan samakin berani membelai tubuh Zyva yang masih berpakaian lengkap membuat Zyva merasakan sensasi yang berbeda yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
Devan melepaskan pagutannya dan memandang Zyva. "Apa aku boleh ___" Devan mulai membuka kaos Zyva dan Zyva langsung menahan tangan Devan.
"Jangan Dev, emm a a ku, emm ___"
__ADS_1
"Oke, aku ngerti kok." ucap Devan sambil tersenyum. Ia sangat menghargai Zyva, setidaknya kali ini Devan sudah bisa menaklukkan hati Zyva dan juga merasakan bibir manis Zyva yang membuatnya candu.
"Thanks Zy. It's so _____"
"Sssstttt. Jangan diterusin. Good Night Devan. Have e nice Dream." Zyva langsung membalik tubuhnya membelakangi Devan.
Tak lama kemudian, keduanya kini terbuai dengan mimpi indah mereka.
...***...
Di sisi yang lain, Neffy baru pulang ke rumah saat waktu menunjukkan pukul sebelas malam. Ia terkejut melihat mamanya sedang membereskan segala barang barang yang ada di rumahnya.
"Ada apa lagi ini Ma?" tanya Neffy.
"Kita besok harus segera pergi dari rumah ini sayang. Rumah ini sudah disita oleh Bank." jelas mamanya Neffy membuat Neffy terduduk lemas.
"Kok bisa, Ma?" Neffy belum sepenuhnya terima penjelasan mamanya.
Akhirnya mamanya bercerita tentang uang sekolah Neffy selama ini adalah dari uang menggadaikan surat rumah yang mereka tempati saat ini. Dan kini mamanya tidak bisa membayar hutangnya sedikit pun hingga akhirnya rumah tersebut disita oleh Bank.
"Aku akan telfon Om Clovis. Semoga ia mau menerima kita tinggal di Mansionnya." ucap Neffy yang langsung memanggil Clovis menggunakan ponselnya.
Setelah panggilannya tersambung, Neffy langsung mengutarakan keinginannya dan menceritakan masalah yang sedang dialaminya. Clovis menyetujui permintaan Neffy dan ia langsung mengakhiri panggilannya.
"Om Clovis mau menerima mama tinggal di mansionnya. Besok dia akan mengirimkan anak buahnya untuk membantu kita." jelas Neffy.
"Siapa laki-laki itu, Neffy?" tanya mamanya. "Apa kau menjadi simpanan lelaki hidung belang?"
Neffy kali ini terdiam Tidak menjawab pertanyaan mamanya.
"Baiklah mama tidak akan mencampuri urusanmu, sayang. Lakukan saja apa yang suka asal kau bahagia. Maafkan mama tidak dapat menjadi mama yang baik untukmu yang bisa memenuhi segala kebutuhanmu." ucap mamanya kemudian.
Neffy langsung memeluk mamanya dengan erat dan akhirnya ia menceritakan segala masalah yang ia alami dan juga tentang kehamilannya.
Mama Neffy sangat terkejut tentang apa yang terjadi dengan anaknya saat ini. Ia benar-benar tidak menyangka anak gadisnya bertindak sejauh ini hingga menyebabkan ia hamil.
"Maafkan aku ma. Tolong aku. Setidaknya biarkan bayi yang ada di perutku lahir dan aku tetap bisa melanjutkan sekolahku." pinta Neffy.
__ADS_1
Mamanya langsung menganggukkan kepalanya. Setidaknya ia bisa merawat bayi Neffy nanti jika sudah lahir dan Neffy masih bisa melanjutkan sekolahnya.