Cewek Bertalenta

Cewek Bertalenta
Kesibukan Baru Zyva


__ADS_3

Adrian tiba di kost Zyva sesuai dengan waktu yang disepakati. Sepanjang jalan mengantar Zyva, Adrian terus menanyakan keseriusan Zyva yang ingin bekerja di ANCY. Berbagai nasihat diucapkan oleh Adrian, tetap saja Zyva bersikeras akan bekerja di ANCY.


"Aku akan menjemputmu, nanti. Telfon aku kalo udah kelar." ucap Adrian membuat Zyva tersenyum simpul.


"Hari ini Kak Adrian bawel banget dah. Gini kali ya rasanya punya kakak cowok." batin Zyva.


"Aku gak mau ngrepotin kakak." jawab Zyva sambil mengembalikan helm milik Adrian.


"Kalo gitu, aku tunggu disini sampe selesai kerja." Adrian mulai melepas helmnya dan turun dari motor sportnya.


"Oke oke, nanti aku telfon Kak Adrian kalo udah kelar. Daaaah kaaak." Zyva melambaikan tangannya meninggalkan Adrian.


Zyva segera masuk ke ANCY dan menemui Zen Ivander. Setelah menerima seragam, Zyva langsung belajar menjadi Bartender. Satu jam cukup bagi Zyva untuk menguasai beberapa cara meracik minuman untuk pengunjung.


Awal mula Zyva meracik minuman untuk salah satu pengunjung, Zyva mendapatkan pujian dan membuat Zyva sangat bersemangat dalam bekerja. Makin malam, pengunjung Cafe makin ramai. Tetapi tidak menyurutkan semangat Zyva dalam bekerja.


"Buatkan aku Virgin Mojito." ucap salah satu pengunjung di balik topinya.


"Baik." jawab Zyva. Mendengar suara yang sangat ia kenal, membuat Devan membuka topi yang menutupi wajahnya.


"Zyva." panggil Devan terkejut melihat Zyva mengenakan pakaian seragam ANCY. "Apa yang kau lakukan disini?"


"Tentu saja bekerja, kau tidak melihat aku sedang tidur bukan?" jawab Zyva santai sambil membuatkan pesanan untuk Devan.


Setelah pesanan milik Devan siap, Devan segera mengambilnya dan masuk ke ruang kerja papanya. Nampak Papa Zen sedang bersiap untuk pulang.


"Papa mempekerjakan anak di bawah umur?" tanya Devan terdengar kesal.


"Zyva?" tanya Papa Zen dan Devan mengangguk. "Dia yang meminta untuk bekerja. Tolong jaga dia, papa titip sama kamu ya." ucap Zen Ivander yang kemudian keluar dari ruangannya.


Devan menyesap Virgin Mojito miliknya dan kemudian menuju area DJnya. Kali ini Devan mulai memilih dan memainkan musik sambil terus mengawasi Zyva. Berkali-kali Zyva terlihat lihai menghindari beberapa pengunjung yang hampir saja melecehkan dirinya.


Tepat pukul tiga dini hari, pengunjung berangsur angsur pergi meninggalkan cafe. Zyva dan karyawan yang lainnya langsung membereskan beberapa tempat dan bersiap-siap pulang.


Zyva langsung mengenakan jaketnya dan keluar dari ANCY.


"Aku akan mengantarkanmu pulang." ucap Devan yang tiba-tiba berdiri di depan Zyva.


"Tin... Tin.." terdengar klakson motor, Zyva dan Devan menoleh ke asal suara tersebut. Tampak Adrian di atas motor sportnya menjemput Zyva.


"Aku sudah dijemput Kak Adrian. Bye Devan." ucap Zyva melambaikan tangannya ke Devan dan berjalan ke arah Adrian.


"Whatttt??!! Zyva manggil Mr. Adrian, kakak???" tanya Devan dalam hati. "Sangat mencurigakan."


Devan langsung mengambil motornya dan kembali pulang ke Mansion.


...***...

__ADS_1


Keesokan harinya, Zyva masih menggulung badannya di dalam selimut saat ponselnya berdering. Dengan rasa kantuk yang mendera, Zyva mengangkat panggilan dari Yuda.


..."Zyva, berenang yuk. Kita adu kecepatan." ajak Yuda di ujung telefon....


..."Jam berapa?" tanya Zyva dengan suara khas orang bangun tidur....


..."Bentar lagi aku jemput kamu. Shareloc ya." jawab Yuda....


..."Tapi Yud." belum sempat Zyva bicara, Yuda sudah memutus panggilannya....


Dengan menahan rasa kantuknya, Zyva kemudian berjalan ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya. Sedangkan Yuda masih menunggu Zyva mengirimkan alamatnya.


...Yuda...


...Shareloc Zyv. Buruan...


...Zyva...


...Tentuin aja lokasinya nanti aku nyusul....


...Yuda...


...Shareloc aja buruan....


Akhirnya Zyva mengirimkan alamat kostnya pada Yuda. Baru sepuluh menit, Yuda sudah sampai di depan kost Zyva.


...Yuda...


Melihat pesan dari Yuda, Zyva segera turun ke bawah membawa tas renangnya.


"Mau berenang dimana?" tanya Zyva.


"Di komplek perumahan aku yuk. Kolam renangnya besar." jawab Yuda yang langsung memberi kode pada Zyva untuk naik ke atas motornya.


Zyva langsung naik ke motor Yuda. Ternyata komplek rumah Yuda tidak jauh dari kost Zyva dan ternyata Yuda satu komplek dengan Dena, sahabatnya. Setelah sampai di kolam renang, Zyva langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk mengganti bajunya dengan baju renang.


"Udah siap?" tanya Yuda yang sudah siap di tepi kolam renang.


"Tentu saja." jawab Zyva. "Tapi siapa timernya?"


"Aku timernya," jawab Devan yang tiba-tiba berdiri di belakang Devan dan Zyva.


Akhirnya Zyva dan Yuda mulai pemanasan. Kini mereka sudah mulai terjun ke kolam renang. Zyva dengan santai mengayunkan tangannya, berbeda dengan Yuda yang sangat antusias ingin mengalahkan Zyva. Tinggal separuh lagi Yuda sampai di garis finish, sayangnya ia sudah terlalu lelah karena menggebu-gebu di awal. Akhirnya kali ini tetap Zyva yang menjadi pemenang.


"Zyva is the winner. Kamu masih kalah empat puluh lima detik dari Zyva, Bro." ucap Devan menepuk bahu Yuda.


"Hemmm, baru satu putaran." jawab Yuda. "Masih kuat gak Zyv?"

__ADS_1


"Aku mah ayo aja." jawab Zyva santai.


Kini pertempuran mereka yang kedua, Zyva masih jadi pemenang. Pertempuran yang ketiga, Yuda sudah teramat lelah hingga mengalami kram di kaki. Zyva yang sudah sampai digaris finish harus berenang kembali ke Yuda dan menariknya.


Devan langsung membantu mengangkat Yuda dari tepi kolam renang. Zyva langsung memijat titik-titik di kaki Yuda untuk meredakan kram di kaki Yuda. Kini kram di kaki Yuda pun mulai berkurang. Yuda terus memandangi Zyva tanpa berkedip membuat Devan menjauh dan duduk sambil memperhatikan mereka berdua.


"Gimana?" tanya Zyva. "Udah mendingan kan?" Yuda tidak menjawab dan tetap memandangi Zyva. "Yud, gimana?" Zyva mengencangkan suaranya.


"Oh i iya Zyva. Udah mendingan. Thanks ya." jawab Yuda tergagap.


"Ya udah, aku mandi dulu deh." Zyva mulai beranjak meninggalkan Yuda.


"Tunggu Zyv," Yuda memegang tangan Zyva. "Bisa bantu aku berdiri?" pinta Yuda.


Dengan terpaksa Zyva membantu Yuda berdiri. Yuda terlihat seperti memeluk Zyva membuat Devan langsung menarik Yuda dari Zyva.


"Biar aku bantu aja." ucap Devan.


"Kamu ntar basah gak papa Dev?" tanya Yuda yang sedikit kecewa Devan membantunya.


"Gak papa. Kamu langsung mandi gak papa Zyva." Devan membawa Yuda ke kursi panjang di pinggir kolam renang.


"Devan mah resek banget daaaah." gerutu Yuda kesal.


"Lah kan aku bantuin kamu, gimana sih." jawab Devan tidak terima.


"Aku lagi pedekate juga sama Zyva, pake ganguin aja." Yuda terdengar kesal.


"Naksir nih ceritanya sama tuh anak baru?" selidik Devan sambil menyembunyikan rasa cemburunya.


"Menurut kamu tuh anak cantik gak?" tanya Yuda. "Jago banget berenangnya."


"Cantik lah. Namanya juga cewek." jawab Devan yang bersiap-siap meninggalkan kolam renang.


Tak lama kemudian Zyva keluar dari kamar mandi yang ada di dekat kolam renang sambil mengeringkan rambut panjangnya dengan handuk.


"Aku pulang sendiri aja, Yud. Duluan ya. Bye Yuda, bye Devan." Zyva melangkahkan kakinya keluar area kolam renang.


"Aku anter, Zyva." teriak Devan hendak menyusul Zyva.


"Kamu temenin Yuda aja dulu. Aku bisa pulang sendiri." balas Zyva yang langsung melenggang pergi.


Setelah kepergian Zyva, Devan dan Yuda bersitatap. "Kamu juga suka sama Zyva?" tanya Yuda curiga.


"Tadi yang jemput dia kan kamu, masa iya Zyva dibiarin pulang sendiri." jawab Devan. "Buruan mandi gih, aku mau balik ke Mansion."


Devan langsung meninggalkan Yuda sendirian di kolam renang.

__ADS_1


__ADS_2