Cewek Bertalenta

Cewek Bertalenta
Zyva 'Positif' or 'Negatif'?


__ADS_3

Malam ini Miss Auryn sangat terkejut mendapat laporan dari Guru BK tentang penemuan testpack di kamar mandi sekolah. Yang lebih membuat Auryn tidak habis fikir adalah pemilik testpack tersebut adalah Zyva, putri sekaligus menantunya yang sekarang menjadi pemilik sekolah Gelora Internasional.


Miss Auryn keluar dari ruang kerjanya dan memanggil Zyva yang saat ini sedang belajar bersama Liza. "Zyva, ada yang ingin ibu bicarakan padamu. Ikut ibu ke ruang kerja ya."


"Baik ibu." jawab Zyva yang kemudian menyudahi belajarnya bersama Liza.


Zyva segera ke ruang kerja Auryn dan disana sudah ada Devan dan juga Papa Zen. Zyva duduk di samping Devan dengan berbagai pertanyaan di benaknya.


"Ada apa sebenarnya pah?" tanya Devan penasaran.


"Mama mendapatkan laporan dari guru BK di sekolah. Ada testpack di toilet perempuan yang hasilnya positif. Setelah dicek ulang, ternyata testpack itu adalah milik Zyva." jawab Papa Zen to the point.


Deg. Devan dan Zyva saling melemparkan pandang.


"Zyva hamil?" tanya Devan menelisik dan Zyva langsung menggelengkan kepalanya.


"Gak mungkin dong aku hamil, Dev." jawab Zyva.


"Mama juga shock tadi, kalian juga baru saja menikah. Mana mungkin hamil secepat ini." timpal Auryn. "Mama sampe berburuk sangka sama kamu, Zy. Mama takut kamu memang sudah hamil sebelum menikah dengan Devan."


Kali ini semua mata memandang ke arah Zyva dan membuat Zyva makin tersudut. "Zyva tidak pernah mengenal laki - laki, ibu. Apalagi sampai berpacaran. Zyva memang sempat dipanggil oleh guru BK tadi dan menanyakan tentang testpack. Zyva juga sudah cek ulang bersama dengan siswi lainnya yang terekam CCTV masuk ke dalam kamar mandi. Hasilnya negatif, ibu." jelas Zyva tanpa rasa panik sedikit pun meskipun dirinya sudah sangat terpojok.


"Gini aja, gimana kalau kita cek ulang lagi disini untuk memastikan Zyva hamil atau tidak." usul Devan dan yang lain pun setuju.


Mama Auryn pun meminta asisten rumah tangganya untuk membeli testpack di apotek. Sambil menunggu testpack datang, mereka kembali membahas tentang masalah Zyva.


"Siapa yang dipanggil guru BK tadi?" tanya Devan menelisik dan Zyva menyebutkan nama-nama yang ikut pemeriksaan ulang bersama Miss Killer.


"Neffy?" tanya papa Zen. "Kenapa papa gak asing ya sama nama itu?"


"Itu loh paa, yang Devan kepoin sama Zyva waktu di ANCY. Dia bareng sama Om Clovis, papa nya Mr Adrian." jawab Devan.


Auryn yang mendengar jawaban Devan makin penasaran apa yang sebenarnya mereka bicarakan. Akhirnya Devan menceritakan pada Auryn saat ia dan Zyva beberapa kali melihat Neffy bersama Om Clovis dan mereka juga memesan satu kamar di ANCY.


Mendengar cerita dari Devan membuat Auryn kini mencurigai Neffy.


"Jangan-jangan testpack itu punya Neffy?" duga Auryn. "Tapi kenapa punya Zyva yang positif ya."


Belum sempat Zyva menimpali ucapan Auryn, testpack yang dibeli asisten rumah tangga pun kini sudah ditangan Devan.

__ADS_1


"Nih, coba kamu cek dulu Zy." Devan memberikan testpack kepada Zyva.


Zyva pun masuk ke kamar mandi yang ada di ruang itu dan langsung mengeceknya. Setelah mengecek, Zyva langsung memberikannya pada Auryn.


"Negatif." ucap Auryn lega. "Lalu kenapa testpack milik kamu jadi positif saat dicek di sekolah, Zy?"


"Tadi waktu keluar dari kamar mandi, Neffy gak sengaja nabrak aku dan testpack aku terjatuh, ibu. Trus Neffy minta maaf dan mengambilkan testpack yang terjatuh itu." jelas Zyva.


"Fix, aku yakin banget itu punya Neffy, Mah." ucap Devan.


Setelah memastikan bahwa Zyva ternyata memang tidak hamil, kini Zyva dan Devan kembali ke kamar mereka.


"Zy." panggil Devan setelah mereka sampai di kamar.


"Hemm."


"Emang kamu beneran belum pernah pacaran ya?" tanya Devan yang kini sudah naik ke atas tempat tidur.


"Belum," jawab Zyva yang menyusul Devan naik ke atas tempat tidur.


"Kalo gituh, kamu mau gak jadi pacar aku?" pertanyaan Devan kali ini membuat Zyva memandang ke arah Devan sambil mengerutkan dahinya.


"Yaa kita pacaran, gimana?" Devan mengulangi ajakannya.


"Kita kan udah nikah, Dev." jawab Zyva sambil masuk ke dalam selimutnya.


"Tapi kita belum __ emmm __ ya kita itu Zy __ emmm __ gimana ya." Devan jadi bingung harus bilang apa sama Zyva.


"Oke deh, aku mau jadi pacar kamu." jawab Zyva membuat Devan justru terdiam dan masuk ke dalam selimutnya.


PoV Zyva


Devan nih apa apaan sih. Aku sama dia kan udah nikah, masa' iya sekarang dia nembak aku dan minta aku jadi pacarnya. Aneh banget kan?


Huft, membingungkan. Tapi kayaknya asyik juga deh pacaran sama Devan. Udah ganteng, cool, macho lagi. Zyva tersenyum senyum mengingat tubuh atletis Devan.


PoV Devan


Zyva nerima aku jadi pacarnya? Oh My God 🤭 Zyva berarti cinta dong sama aku. Ya Ampuuuun, kok Aku jadi salah tingkah gini sih.

__ADS_1


Keduanya sibuk dengan fikiran masing-masing.


"Kamu udah tidur, Zy?" tanya Devan yang tak kunjung dapat memejamkan matanya.


"Belum." Zyva yang tak kunjung tidur pun menjawab pertanyaan Devan.


"Kita udah positif pacaran kan?" Pertanyaan Devan dijawab dengan deheman oleh Zyva. "Saturday night aku ajakin kencan ya. Kamu maunya kita kemana?" Devan kini mengubah posisinya menghadap ke Zyva.


"Kamu gak ke ANCY? Aku juga kan harus kerja, Dev." jawab Zyva.


"Kamu udah dipecat papa. Kalo aku, emmm besok libur dulu. Kan mau tanding basket." timpal Devan. "Gimana?"


"Boleh deh." jawaban Zyva kali ini membuat Devan salah tingkah untuk kedua kalinya. "Emang kalo kencan ngapain aja sih?"


Devan langsung menggenggam tangan Zyva membuat Zyva menelan ludahnya kasar. "Gini nih kalo kecan, Zy. Kita saling pegangan tangan biar romantis." jawab Devan tapi Zyva langsung menepis tangan Devan.


Sontak saja Devan merasa Zyva memang belum menerima perasaannya.


"Kenapa harus pegangan tangan sih Dev?" protes Zyva.


"Emang kenapa? Kita kan pacaran, Zy." jawab Devan.


"Aku jadi deg degan nih kalo kamu pegangin tangan aku." jawab Zyva dengan rona wajah yang sudah memerah.


"Whatttt??!!! Zyva deg degan? Berarti Zyva ada rasa dong sama aku?" teriak Devan dalam hatinya.


"Zy, gak papa dong pegangan tangan. Pelukan aja boleh kok." goda Devan yang mulai mendekatkan tubuhnya pada Zyva.


Melihat Devan yang semakin mendekat ke arahnya, membuat hati Zyva berdegub kencang tidak karuan. "Devan makin lama kenapa makin cakep aja ya." batin Zyva.


"Deeev, jangan deket deket ihhhh." Zyva mendorong tubuh Devan.


Devan terkekeh pelan, "Kamu pasti grogi ya sama aku?" goda Devan.


"Apaan sih. Udah tidur gih. Udah malem juga." Zyva berbalik membelakangi Devan dan menutup kepalanya dengan selimut.


"Aku cinta sama kamu, Zy." ucap Devan pelan sambil membalik tubuhnya membelakangi Zyva, tapi masih terdengar oleh Zyva.


Zyva mengulum senyumnya. Entah mengapa ada rasa bahagia di relung hatinya saat mendengar pernyataan Devan malam ini.

__ADS_1


Lama kelamaan, keduanya tenggelam dalam mimpi mereka masing-masing.


__ADS_2