
Pagi harinya Devan dan Zyva sarapan bersama dengan raut wajah yang bahagia membuat Papa Zen dan Mama Auryn salong melempar pandang penuh tanya.
"Devan, mama lihat kamu bahagia banget pagi ini. Ada apa sih?" tanya Auryn sambil menuangkan air minum untuk Papa untuk suaminya.
"Ada deh maa. Mama kepo ih." jawab Devan sambil mengulum senyumnya.
"Hemmm, kamu nih ya. Oh iya Zyva. Kamu harus siap siap dipanggil ke ruang BK pagi ini ya. Ibu juga akan mendampingi kamu nanti." pesan Mama Auryn dan Zyva menganggukkan kepalanya.
"Santai Zy, aku yakin kamu pasti bisa menghadapi Miss Killer itu." ucap Devan. Mama Auryn dan Papa Zen berangkat lebih dulu, sedangkan Devan, Zyva, Dena dan Liza masih meneruskan sarapan mereka.
"Ada masalah apa sih sebenarnya, Ma?" Tanya Dena penasaran. Liza yang penasaran pun akhirnya juga ikut nimbrung.
Akhirnya Devan menceritakan apa yang terjadi pada Zyva di sekolah. Dena dan Liza pun kini mengerti duduk permasalahan Zyva.
__ADS_1
Setelah menyelesaikan sarapan, mereka berempat langsung berangkat ke sekolah. Hari ini Liza akan mengikuti beberapa tes masuk ke Gelora Internasional.
...***...
Di sisi lain, Yuda dan Neffy pagi ini sengaja berangkat sekolah bersama. Kali ini Yuda yang menjemput Neffy ke rumahnya.
"Yud, aku beneran takut kalo Zyva terbukti gak hamil. Pasti nanti ujung-ujungnya akan dilakukan pengecekan ulang." ucap Neffy yang masih diselimuti rasa bersalah.
Keduanya kini sampai di sekolah bersamaan dengan Mobil Devan dan juga Adel. Dena sedikit terkejut melihat Neffy yang pergi sekolah naik motor, terlebih bersama Yuda, lelaki yang saat ini Dena suka.
Adel juga sama terkejutnya dengan Dena, ia langsung keluar dari mobilnya lalu mendekati Neffy dan Yuda. "Kalian pacaran?" tanya Adel menatap Neffy dan Yuda bergantian.
"Iya, Del." jawab Neffy sambil garuk garuk kepala. "Maaf belum sempet cerita sama kalian." timpal Neffy dan Adel langsung membuang mukanya meninggalkan Neffy dan Yuda.
__ADS_1
Dena melihat gelagat Adel pun langsung mengerutkan dahinya. Ia keluar dari mobilnya dan berbisik pada Zyva. "Menurut kamu, Adel suka gak sama Yuda?" tanya Dena.
Zyva kini terdiam tidak tahu harus menjawab. "Emm, aku __" belum sempat Zyva menjawab, namanya sudah dipanggil untuk menemui Miss Killer menggunakan pengeras suara yang ada di sekolah.
"Aku ke ruang BK dulu ya." Zyva melambaikan tangannya dan bergegas menuju ruang BK.
...***...
Sesampainya di Ruang BK, Zyva melihat sudah ada tiga guru yang berkumpul menunggu kedatangan Zyva. Ada Mr Luki, Miss Dian dan juga Miss Risa yang dikenal sebagai Miss Killer. Zyva langsung duduk di kursi di hadapan Miss Killer.
"Zyva, setelah saya cek untuk yang ke sekian kalinya. Tespack itu adalah milik kamu. Kini mengaku saja Zyva jika kamu sedang hamil, karena ibu kepala sekolah sedang menuju ke mari." ucap Miss Killer yang kali ini ucapannya terdengar oleh siswa satu sekolah karena pengeras suara yang ia gunakan untuk memanggil Zyva ternyata belum dimatikan.
Kehamilan Zyva kini langsung tersebar ke satu sekolah karena ulang Miss Killer sendiri. Kasak kusuk kehamilan Zyva membuat Devan mengepalkan tangannya geram. Sedangkan Yuda terlihat makin melebarkan senyumnya saat mendengar berita kehamilan Zyva menggunakan pengeras suara.
__ADS_1